
"Orang tua saya sudah tidak ada, dia juga bukan pengusaha mana pun. Tapi suami saya saja sudah lebih dari cukup untuk menggantikan posisi mereka selama ini." Lagi - lagi Crystal menjawabnya dengan jujur.
"Oh, makanya aku tak pernah melihatmu di grup socialita mana pun." ucap gadis itu sambil tertawa kecil.
"Tapi kamu beruntung, tak perlu lagi hidup susah. Dan suamimu sudah langsung memberimu segalanya." Kata Clarissa lagi.
Dia terlihat kagum. Ah, tapi dia itu fake! Crystal hanya memasang senyum tanpa mengucap sepatah kata pun. Dia menunggu sejauh mana gadis itu akan memprovokasinya.
"Sorry, aku tak bermaksud menyinggung. Aku hanya kagum padamu." Wajah gadis itu menunjukkan raut penyesalan. Menyebalkan! Semua orang sudah melihat ke arah mereka.
Crystal yang mendengarnya hanya mengangguk. Dia tahu kalau Clarissa bermaksud membuatnya rendah diri hingga tak berani berjalan berdampingan bersama Tristan. Sekarang dia mengerti kenapa Papanya bersikeras supaya dia melanjutkan sekolah di London.
Hhh... ternyata benar. Di dunia nyata reputasi dan nama baik adalah hal yang penting karena itu adalah salah satu modal supaya orang bisa menghadapi dunia yang penuh persaingan. Masih banyak yang berpikir kalau martabat seseorang hanya di ukur dari siapa orang tua dan di sekolah mana dia belajar.
For this reason, later Crystal should say thank you to her father in law.
(Oleh karenanya, nanti Crystal harus berterima kasih pada papa mertuanya.)
"Kalau begitu, Mrs. Harrison bisa berteman dengan anak saya. Dia sangat pintar dan lulusan terbaik fakultas bisnis di Oxford. Dia bisa membantu anda masuk ke dunia bisnis supaya anda tak dianggap memanfaatkan suami anda." Hendry ikut menimpali.
"Aku bisa mengajakmu bergabung dengan kelompok arisanku supaya kamu terbiasa dengan kalangan kelas atas." sahut Clarissa lagi, berbaik hati. Nada suaranya pun terdengar seperti orang yang sudah kenal lama.
"Thanks for your kindness, Tuan. I have my best husband to assist me in every little part of my life." Jawab Crystal tanpa ragu sedikit pun.
(Terima kasih untuk kebaikanmu, Tuan. Saya punya suami yang terbaik yang akan membantu dalam setiap hal kecil di hidupku.)
**assist : membantu tapi memiliki makna lebih dalam dari sekedar membantu, ada support, motivasi, arahan dan juga bimbingan di dalamnya.
Kemudian Crystal menoleh ke arah Clarisa dan menatapnya dalam - dalam. "Aku rasa aku terlalu sibuk untuk ikut kegiatan - kegiatan semacam itu. Dari dulu suamiku lebih suka aku produktif bersamanya, dari pada keluyuran tak jelas."
"Benar sekali."
Tristan yang dari tadi diam saja, kini ikut berbicara to save her queen. Tangannya merangkul posesif pinggang Crystal.
"She has me all her life. Tentu saja dia tak perlu mencari siapa pun lagi untuk apa pun yang dia butuhkan. Dan sorry, Clarissa. Sejak dia kecil, aku sudah mendidiknya untuk melakukan hal - hal yang lebih bermanfaat daripada sekedar berkumpul atau hedonisme." ucapnya sambil memandang Crystal dengan tatapan memuja.
(Dia punya aku sepanjang hidupnya.)
Kemudian Tangan Tristan dengan luwes mengambil gelas coctail yang dibawa pelayan dan memberikannya kepada Tuan Hendri, sekedar sopan santun.
"By the way, Tuan Hendri. Apa anda ingat gedung hotel yang baru anda beli dari saya bulan lalu?"
"Tentu ingat." jawabnya dengan wajah sedikit heran.
"Terima kasih karena anda sudah bersusah payah merekomendasikan kepada teman - teman anda. Anda bahkan mempromosikan design eco living yang dipakai untuk villa anda." Tristan menatap Tuan Hendri dengan penuh arti.
"Ah, tak perlu sungkan Tuan Tristan. Saya tak akan merekomendasikannya kalau saya tidak benar - benar suka. Design interiornya benar - benar natural tapi tetap berkesan modern. Aku dengar design interiornya adalah lulusan terbaik di London. Begitulah wanita yang hebat, tak perlu bergantung pada pria-nya." puji Hendri.
Tristan tertawa sumbang. "Anda begitu memujinya. Apa anda pernah bertemu langsung dengannya?"
"Kami sudah pernah bertemu satu kali melalui zoom. Lagipula, tak bertemu langsung pun semua orang sudah tau tentang keunikan design-nya. You tuber terkenal yang bernama Sky juga berulang kali mengulas profilnya."
"Apa anda ingin bertemu dengannya Tuan Hendry?" Lagi - lagi Tristan tersenyum penuh arti.
"Hohoho... Siapa yang tak mau bertemu dengan anak muda yang menginsipirasi itu?Aku bahkan menyarankan Clarissa menemuinya dan belajar darinya."
CHECKMATE!
"For your information, Tuan Hendri. Orang yang menginspirasi dan mengagumkan itu hadir disini, Tuan Hendri."
"O'ya?" Clarissa dan Tuan Hendri tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.
"Wanita muda hebat dan menginsipirasi itu adalah istri saya, Tuan. Queen interior and furniture adalah miliknya. Seperti yang anda tau, untuk ukuran pemula popularitas furniture-nya sudah hampir mengejar Da Vinci furniture yang terkenal itu."
Hendry dan Clarisa membeku, terutama Hendri. Ekspresinya sudah benar - benar tak enak dilihat.
"Anda yakin Tuan? Saya ingat benar, yang saya lihat di zoom saat itu bukan istri anda. Dia wanita muda yang dinamis, energic dan terlihat cerdas." Hendri seperti menolak percaya, betapa malunya dia kalau yang dikatakan oleh Tristan benar.
"Oh, anda pernah zoom dengan owner Queen Interior, Tuan?" tanya Tristan memastikan.
"Yeah. Saya tak mungkin lupa wajahnya. Namanya pun bukan Crystalin Harrison." katanya lagi sambil mengingat - ingat.
Tristan menoleh dan tersenyum pada Crystal. "Sayang, menurutmu siapa yang bertemu dengan Tuan Hendri?"
Crystal membalas senyum Tristan.
"Aku rasa Tuan Hendri bertemu dengan Karina Benedict. Dia handle semua urusan kontrak dan pemasaran, sementara aku pegang proyek yang lebih besar." jawab Crystal dengan santainya.
Wow!
Hendri dan Clarissa tak bisa bicara sepatah kata pun. Mereka masih terdiam dengan raut tak percaya. Sungguh malu luar biasa. Hendri tak pernah menyangka wanita cantik, yang dianggapnya hanya sebagai boneka pajangan Tristan adalah seorang enterpreneur muda yang sedang naik daun di Asia.
Clarissa juga termangu, rasa bangga terhadap gelar yang dicapainya seketika lenyap. Crystal telah berhasil mempunyai perusahaan sendiri, sedangkan dia masih berkutat dibalik nama besar Papanya.
"Istri saya ini memang seorang yatim piatu, tapi dia berhasil mendapatkan bea siswa di London. Disana dia bekerja sambil bersekolah, dan lulusan terbaik disana. Sekarang design-nya sudah terkenal di beberapa negara di Asia. Semua interior hotel, rumah, penthouse dan apartment yang saya bangun tiga tahun terakhir ini adalah hasil kerja kerasnya. Bahkan untuk proyek di pulau terbaru saya, dia yang akan menanganinya. Design adalah sebuah seni, Tuan. Sebuah seni tak akan diminati kalau hanya dengan bantuan nama besar orang tua. It's all about skill." Ucap Tristan dengan sorot mata tajam dan nyalang.
(Ini soal kemampuan.)
Clarissa dan Tuan Hendri menelan salivanya, mereka telah salah langkah hari ini.
Bersambung ya...
PENGUMUMAN PEMENANG GIVE AWAY
Thank you gift dan vote-nya ya, Readers.
Makasih juga buat yang rajin meluangkan waktu untuk tonton iklan. Itu berarti banyak buat para authors.
Sebagai apresiasi, please...
Yang namanya disebut dibawah ini inbox ya, untuk klaim hadiah give away.
1. Erin Triana
2. Effie Widjaja
3. Melda Indah
4. Mamahe 3E (pemenang tambahan buat yang kasih hadiah tertinggi.)
Note : Follow akun saya dulu, baru bisa inbox. Thank you.
Buat yang belum beruntung, maaf ya...
Voucher hadiahnya limited 🙏😞