
"Marah kenapa?" Tristan mengerutkan keningnya.
"Eemm... aku pikir Kak Tristan marah gara-gara... " Crystal melorot dari gendongan Tristan.
Tristan mengangkat alisnya.
"Gara-gara kuenya aku kasih ke Sky."
Ya ampun! Bisanya si Crystal mengucapkan semua itu dengan wajah tanpa dosa.
Tristan berdehem, tapi tak menemukan kata-kata yang tepat untuk menyangkal.
"Lho! Tuan sudah pulang?" Suster Anna datang menyelamatkan Tristan dari malu.
Tristan mengangguk dan tersenyum.
"Gimana kerjaan Tuan? Beres?" Suster Anna mengedipkan sebelah mata kepada Tristan.
Tristan mengangkat jempolnya.
"Semalam aku nunggu Kak Tristan, kenapa nggak pulang?" protes Crystal.
"Mendadak ada urusan di kota tetangga. Ada pekerja yang kecelakaan di proyek." jawab Tristan pelan, berharap Crystal berhenti menanyainya lagi.
"Parah?"
Duh! Terpaksa Tristan melanjutkan bohongnya demi menyelamatkan harga diri.
"Lumayan. Yang penting orang itu selamat, sudah ditangani polisi dan asuransi." Tristan meraih gelas yang ada dimeja dan meneguknya.
Crystal mendongak memandang Tristan yang sedang minum, benar-benar mempesona. Tinggi, ganteng dan bergaya. Tak ada satu orang cowok pun di sekolahnya yang bisa menandingi Tristan.
"Kak Tristan beneran nggak marah sama aku kan?"
Aaargh! Pertanyaan itu lagi. Anak ini benar-benar menyebalkan, tapi... ngangenin. Tristan melirik tajam pada Suster Anna yang menutup mulut menahan tawa.
"Maaf, Tuan. Sebenarnya saya mau ngomong..." Suster Anna berjalan mendekat, lalu berbisik, "Nona Bianca mau pinjam dapur."
"Ha? Buat apa Sus?" Crystal ternyata mendengar omongan Suster Anna.
Diam-diam Crystal merasa heran sendiri kenapa dia bisa sekaget ini mendengar Bianca akan datang, ada rasa tak senang mengetahui bahwa Bianca akan memasak untuk Kak Tristan.
"Sus, bilang ke satpam jangan ijinin dia masuk!" kata Crystal spontan.
"Masalahnya, Nona Bianca sudah terlanjur bikin kacau dapur."
Ha?
"Siapa sih yang ijinin dia masuk dapur?" Crystal bersungut-sungut tak bisa menutupi perasaan kesalnya.
"Kata Nyonya besar, malam ini Tuan dan Nona Bianca akan makan malam berdua dirumah. Dan Nona Crystal sama Suster aja."
CK!! Crystal menghentakkan kaki dan langsung masuk ke kamarnya lalu mengunci pintu rapat-rapat.
***
Tristan memandang deretan piring yang memenuhi meja makan, terlalu banyak untuk dinikmati hanya berdua.
Menu yang disebut sederhana oleh Bianca sangat cukup untuk membuatnya kenyang sampai besok siang.
Di atas meja makan, terhampar piring-piring yang berisi beberapa jenis roti tawar, mulai roti tawar kentang, putih, dan gandum, disebelahnya ada croisant dan beberapa roti berukuran mini.
Di tengah meja ada beberapa macam sup, ikan yang dimasak dengan beberapa macam menu dan juga pasta serta makanan enak lainnya.
"Apa kita akan pesta?" tanya Tristan sambil melirik Bianca.
Bianca tersenyum dan mengusap lengan Tristan, "Mama nggak bilang kamu sukanya makan apa, jadi aku siapkan semuanya. Kamu suka apa? Aku ambilkan."
Jelas saja Mamanya nggak ngomong apa makanan favorite Tristan, mana sempat Mamanya memperhatikan makanan apa saja yang masuk ke perutnya. Dari kecil, semua sudah diserahkan pada Suster Anna yang juga merupakan salah satu lulusan ahli gizi terbaik.
Tristan menghembuskan napas, "Aku suka semua, nggak pilih-pilih. Let's have dinner." Tristan ingin menyelesaikan semua ini dengan cepat.
Pikirannya sedang bercabang, memikirkan bagaimana cara menolak perjodohan ini, kapan dia akan ngomong ke Crystal mengenai perasaannya, dan juga apa yang sedang dilakukan Crystal di kamarnya? Apakah masih ngambek?
Sementara itu...
"Kenapa?" tanya Sky saat dia sampai di cafe tempat mereka janjian.
"Kamu dimarah Kakakmu gara-gara aku nembak kamu?" tanya Sky lagi.
"Nggak." Crystal menggeleng, dagunya bertumpu pada kedua telapak tangannya.
Entah kenapa Crystal merasa sebal mengingat saat ini Bianca masih ada dirumahnya. Itulah sebabnya dia lebih memilih nongkrong sama Sky diluar.
"Woiii... ada apa?" Sky menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Crystal.
Crystal gelagapan.
"Kusut banget sih? Aku yang ditolak, ...eeh yang nolak yang kusut." Sky terkekeh.
"Jangan bercanda, aku lagi sensi nih!" Crystal cemberut.
"Hahaha... ada apa sih? Let's talk to me." Sky menatap sahabatnya
"Hmm... Sky memang ganteng tapi Kak Tristan juga ganteng. Dia beda banget sama cowok-cowok di sekolah."
"Lah? Ngelamun mulu, kaya orang lagi jatuh cinta aja." tegur Sky lagi.
Ha? Crystal melongo mendengar kata jatuh cinta dari mulut Sky.
"What? Jadi bener tebakanku? Kamu naksir orang?" suara Sky membahana.
"Sttt... sttt... , ya ampun berisik banget sih kamu!" protes Crystal panik saat menyadari beberapa pengunjung menoleh kearah mereka.
"Eh, serius nih. Beneran kamu lagi naksir orang?' Sky menyeruput minumannya yang baru datang.
Crystal memutar bola matanya sebal.
"Aku nggak yakin mau cerita sama kamu."
Sky tertawa.
"Eh, jangan salah. Kita tetep sahabat meski kamu tolak perasaanku."
"Cih!" Crystal berdecih.
"Trus? Trus? Siapa orang yang berhasil ngalahin aku?" Sky terus melanjutkan asumsi dan kekepoannya.
"Ehem." Crystal berdehem untuk membersihkan tenggorokannya yang kering.
Drrrrt... drrrrrt...
"Kamu dimana?"
Crystal melirik sekilas pada pesan pop up yang muncul di layar ponselnya. Crystal menyingkirkan ponselnya dan melanjutkan obrolannya dengan Sky.
"Eh gimana? Jadinya mau nerusin sekolah kemana?" Crystal mengalihkan pembicaraan.
"Kalau nggak disini ya nerusin di Melbourne. Tapi Daddy suruh aku ke German. Tapi aku pengem adventure. Kamu sendiri gimana?" jawab Sky.
"Where are you? Aku jemput ya?" Sekali lagi pesan dari Tristan masuk ke ponsel Crystal.
Crystal menghembuskan napas.
"Lagi jalan sama temen. Don't disturb me!" balas Crystal.
"Siapa?" tanya Tristan lagi.
"Ada deh.... Bye!" Lalu Crystal mematikan ponselnya dan melanjutkan obrolannya bersama Sky.
"Gimana kalau kita nonton? Anak-anak janjian mau nonton today. Kita langsung kesana aja, nonton rame-rame."
"Boleh." jawab Crystal sambil meletakkan kartu milik Tristan di baki kecil tempat biling.
Got you! Desis Tristan saat sebuah notifikasi muncul, memberitahukan tagihan dari kartu yang baru digunakan oleh Crystal.
"Sus, aku jemput Crystal!" pamit Tristan.
Bersambung ya...
Sedikit tambahan untuk malam ini ya, teman-teman. Semoga suka🙏
Thank you buat yang sudah like dan comment. 😇
Tetap kirimkan like dan star sebanyak yang kamu bisa untuk Tristan.
Good night 😇
Bersambung ya....