I Love You, Sis!

I Love You, Sis!
Bab 34 -- Disneyland



Disneyland terletak agak di pinggiran kota Paris, namun hanya membutuhkan beberapa menit dari hotel mereka.


Akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu oleh Crystal tiba. Mereka sekarang berada di taman hiburan milik Walt Disney.


Tampak kastil indah yang didominasi warna pink menyambut mereka saat masuk kesana.


"Wow!"


"Wow!"


"Wow!"


"My playground! My happiest place on earth!"


Crystal memekik berkali-kali saking senangnya dan kagum. Dia berjalan sambil meloncat, berkali-kali merentangkan tangannya, kegirangan seperti anak kecil.


Tristan benar-benar bahagia melihatnya.


"Ayo, Crystal. Take a picture."


Crystal mengangguk. Dia tertawa dan meloncat.


CEKREK!


Tristan tersenyum puas memandang foto Crystal sedang meloncat dan tertawa lepas dengan back ground kastil. Dia langsung memasang foto itu di wallpaper ponselnya. Dipandanginya wallpaper baru yang ada di ponselnya dengan perasaan penuh, kemudian pandangannya kembali dialihkan ke Crystal yang tersenyum ceria.


Banyak tempat instagramable disini, Tristan tidak bisa menahan diri untuk menyuruh Crystal berfoto. Hari ini Tristan menjadi fotographer untuk Crystal.


"Ayo! Ayo!" Crystal tak sabar menarik tangan Tristan. Dia mengajak Tristan menuju salah satu toko souvenir. Crystal membeli buku pena, mug, koin disney dan beragam pin dengan karakter tokoh disney.


Setelah itu, tak lupa Crystal mengambil peta dan jadwal pertunjukan.


"Buruan Kak, nanti kita ketinggalan antrean!" Crystal berlari mendahului Tristan.


"LOOK! ITU SCOOBY-DOO." Teriak Tristan saat berhasil menyusul Crystal dan dia melihat seekor anjing besar berdiri ujung antrian.


"Itu pluto, Kak Tristan!" katanya sebal, wajahnya tampak kesal.


"Gimana sih? Udah kenceng, salah lagi." Lalu Crystal ngeloyor pergi dan Tristan mengikutinya sambil terkekeh.


Mungkin beginilah rasanya pacaran dengan gadis remaja, rasanya ringan dan tanpa beban karena mereka masih senang bermain dan belum banyak memikirkan pekerjaan.


Selanjutnya Crystal ingin bertemu dengan tokoh Darth Vader di Star Wars Counter. Di sebuah ruangan minim lampu, Crystal diminta berdiri dan menunggu. Dia hanya didampingi Tristan.


Krieeeet!


Suara pintu terbuka. Crystal dengan antusias menoleh ke arah suara itu berasal.


WOOOoossh!


Sesosok tinggi besar berjubah hitam panjang, lengkap dengan topeng seram keluar dan berjalan kearahnya. Seperti melayang!


"HUAAA! TOLOOOOOONG!" teriak Crystal histeris sambil meloncat ke balik punggung Tristan.


Tristan mengelus dada. Dia lebih terkejut saat mendengar teriakan Crystal dari pada melihat sosok Darth Vader yang hanya jadi-jadian.


Dasar Crystal! Dia yang minta sendiri, eeeh dia juga yang ketakutan.


Karena hari sudah siang, mereka memutuskan untuk makan di restaurant yang ada di sana sebelum melanjutkan keseruan mereka.


Crystal bermain beberapa wahana sambil menunggu parade disney jam lima sore nanti.


Akhirnya atraksi yang dinanti-nanti datang juga, parade disney di disney land village dimulai. Para pengunjung berkumpul di pinggir jalanan yang lokasinya masih di area taman hiburan raksasa itu. Crystal dan Tristan benar-benar menikmati semua elemen disney melalui iring-iringan yang mengagumkan.


Mulai dari Peter Pan, Woody, Toy Story and friends, Lion King, Jungle Book, Mickey, Snow White and The Prince, mereka semua menari dan berdansa dengan kostum dan hiasan indah.


Crystal bersorak dan ikut melambai-lambai saat para tokoh disney itu melambai. Gadis remaja itu lupa kalau dia sudah bukan bocah cilik lagi.


Tristan yang melihat keceriaan Crystal ikut larut di dalamnya. Kakak beradik yang kini sudah menjadi sepasang kekasih itu sesekali terpekik bersama riuh sorakan pengunjung yang lain.


Penampilan terakhir yang dinantikan oleh Crystal adalah penampilan kembang api yang spektakuler.


Kombinasi antara laser, lampu sorot, kembang api, air mancur, musik, layar, kabut dan efek khusus lainnya seolah menyihir kastil Sleeping Beauty menjadi bergerak.


Sesaat kemudian mulai bermunculan karakter Disney populer seperti Cinderella, Pinochio, Nemo, Beauty and The Beast, Alladin and Jasmine, Litle Mermaid dan lainnya.


"Coba lihat mana foto-fotoku?" Pinta Crystal tiba-tiba teringat kalau seharian berfoto dengan banyak tokoh Disney. Selain berfoto, dia juga berhasil mengumpulkan tanda tangan di buku koleksi disneynya. Crystal melihat foto-foto dirinya di ponsel Tristan dan mencocokkan dengan tokoh disney yang ada dihadapannya.


"Tapi mana mickey? Kenapa fotoku bersama mickey nggak ada?" Keluh Crystal.


"Ya sudah, besok kesini lagi aja kalau kamu mau." Sahut Tristan, matanya mengawasi pemandangan di hadapannya


"Eh, Fireworks. Fireworks." Tristan menepuk bahu Crystal.


(Kembang api. Kembang api.)


Crystal menahan napas ketika kembang api berterbangan dan mendesis menembus langit malam. Suara letupan-letupan kembang api disertai percikan api beraneka bentuk dan semburan berkolaborasi dalam harmoni yang sempurna.


"WOHOOO! Beautiful." Mata Crystal berbinar-binar, semakin menambah kecantikannya.


Tristan tak bisa melepaskan pandangan dari wajah Crystal yang tak pernah lepas dari senyum sepanjang hari. Terbersit rasa ingin terus membahagiakan orang tersayang dihadapannya.


"Tersenyumlah terus Crystal, karena itu membuatmu makin indah." Bisik Tristan di dekat telinga Crystal.


Pipi Crystal pun memerah.


***


Pagi hari, Crystal membuka mata karena sebuah ketukan. Matanya masih agak menyipit karena belum bisa menyesuaikan dengan cahaya matahari yang masuk dari arah balkon. Pelan-pelan dia bangkit dan membuka sempurna matanya.


Oh, lagi-lagi dia terbangun diatas tempat tidur, dia tak pernah menyadari kapan dia naik ke tempat tidur. Sepertinya setelah seharian menghabiskan waktu di Disneyland dia kelelahan dan kesiangan.


Buru-buru Crystal meloncat dan buru-buru ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sesaat setelah Crystal selesai mandi, kembali terdengar ketukan pintu. Crystal segera menghambur ke pintu.


"Sleeping beauty-- "


CUP!


Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Tristan, mencegah Tristan untuk melanjutkan kalimatnya.


"Morning kiss." Crystal menjulurkan lidahnya dan langsung berlari kearah restaurant untuk breakfast.


Dasar anak nakal!


Tristan hanya mengelus dada menghadapi tingkah Crystal yang luar biasa dan membuatnya olahraga jantung.


Untunglah, makan pagi berjalan lancar. Crystal makan dengan tenang dan tidak banyak tingkah.


Kemudian setelah makan pagi yang bisa dibilang sangat telat itu, mereka pun melanjutkan liburan dengan berjalan-jalan ke menara Eiffel.


Meski tak segemerlap seperti malam hari, menara itu tetap mempesona, menjulang tinggi dengan segala kemegahannya.


Senyum tipis tersungging di bibir Tristan melihat Crystal berjalan kian kemari mencari spot untuk selfie. Tristan sudah menawarkan diri menjadi fotographer tapi Crystal menolak.


"Tristan... "


Tristan menoleh kearah sumber suara, sungguh seseorang yang tak disangka-sangka. Seorang wanita tampak berdiri tak jauh darinya, bibirnya mengulas senyum yang menyiratkan kelegaan berhasil menemukan Tristan.


Wanita itu berjalan perlahan mendekati Tristan. Sedangkan Tristan hanya bisa menghela napas tak percaya. Bibirnya pun bergumam,


"Bianca... ?"


Bersambung ya...


Gimana? Gimana? Seru nggak ke disneyland?