
Hahaha...
"Dad, I wanna try... "
"Let me go down... "
Kehebohan anak - anak bermain di playground yang baru selesai dibuat oleh Tristan membuat Crystal bergegas menyusul mereka. Langkahnya cepat dan memburu.
"Hey, apa kalian belum puas bermain? Belum puas kalian naik ke monkey bar?" omel Crystal sambil berkacak pinggang.
"Mommmyyy!" pekik dua orang bocah berwajah kembar berusia empat tahun. Mereka segera berlari menghampiri wanita yang dipanggil Mommy.
Obey Harrison.
Faith Harrison.
"Apa kalian ingin membuat Daddy kecapekan karena menjaga kalian yang tidak bisa berhenti bergerak?"
"No, Mommy. Daddy wants us to play with him. Iya kan Dad?" Obey langsung meloncat ke pelukan Tristan.
HUP!
Tristan menangkapnya lalu mengangkatnya tinggi - tinggi.
"Yuhu.... , I'm flying." pekik Obey sambil merentangkan tangannya lebar - lebar.
"Daddy, my turn please... I want aeroplane." Faith memohon dengan pandangan memelas. Dia ingin terbang juga seperti saudara kembarnya.
(Daddy, giliranku dong. Aku mau pesawat)
"Kesono Daddy, kesono." Obey menunjuk rumah pohon di sudut lain playground mereka.
"A minute, dear." Tristan menoleh pada Fei. "Daddy bawa Obey ke rumah pohon dulu." kata Tristan sambil meletakkan Obey di atas bahunya.
Faith mengangguk sambil tersenyum manis.
"Tunggu disini, Daddy mau bawa Faith kesini." Tristan
Obey mengacungkan jempolnya.
"Daddy! Can I swim?" teriak Obey saat melihat Tristan kembali sambil menggendong Faith yang baru selesai main pesawat.
"Of course."
"NO"
BYUR!
Ucap Tristan dan Crystal berbarengan dengan jawaban yang bertolak belakang. Tak menunggu lama, detik berikutnya setelah respons Mommy and Daddy, bunyi sebuah benda masuk ke dalam air sudah terdengar.
"OBEY!!!" geram Crystal saat tahu anaknya yang satu sudah meloncat ke kolam di belakang rumah pohon mereka.
"You're cool!" puji Faith sambil bertepuk tangan kegirangan seolah Obey telah melakukan sesuatu yang luar biasa.
Tristan meletakkan Faith diatas rumah pohon.
BYUR!!
Tak sampai satu detik, bunyi benda jatuh sudah terdengar untuk kedua kalinya. Faith menyusul terjun dari rumah pohon ke kolam renang.
"FEI!!!" pekik Crystal gemas, matanya melotot.
Bergegas Crystal menghampiri kedua anaknya.
"Apa - apaan kalian? Sekarang baju kalian basah semua."
Kedua anak yang sudah pintar berenang itu malah tertawa kegirangan. Mereka bertukar pandang, dan kompak mencipratkan air kearah Crystal.
"OBEY HARRISON! FAITH HARRISON! GO UP HERE!" Crystal mengaum layaknya singa betina yang sedang marah.
(NAIK KEATAS!)
"Sayang, don't be angry with the kids. Mereka masih kan kecil, biarkan mereka bermain." Tangan Tristan mengelus lembut punggung istrinya untuk meredakan emosi.
(Jangan marah sama anak - anak.)
"CK! Kak Tristan terlalu manjain mereka." Crystal mencomot handuk yang dibawakan oleh baby sitter Obey dan Faith. "Look! They hide behind you. Sudah salah, bukannya minta maaf malah ngumpet." ucap Crystal sambil berusaha menangkap kedua anaknya.
(Sembunyi dibelakangmu.)
Tapi kedua anak yang sedang aktif - aktifnya malah melesat, berlari ke arah yang berlawanan dengan Mommy mereka. Anak - anak itu tertawa ceria, mereka pikir Mommy-nya mengajak bermain.
Tristan tertawa - tawa melihat Crystal kejar - kejaran dengan kedua anak mereka. Dia melihat ada dua anak kecil dan satu orang dewasa, yang bertingkah seperti anak kecil, sedang berkejaran di antara permainan di playground mereka.
"Kak Tristan, kenapa kamu diam saja? Help me to catch them." perintahnya sambil cemberut, kesal melihat Tristan yang tertawa - tawa.
"Nggak usah dikejar, mereka bakal datang sendiri kemari." sahut Tristan santai.
"Gimana caranya?" bahu Crystal meluruh, hopeless. Lelah menghadapi dua anak kembar yang super aktif.
"Who wanna join me to go to grandma and grandpa?" Tristan merentangkan kedua tangannya lebar - lebar sambil berjongkok.
(Siapa yang mau ikut ke grandma dan grandpa?")
Serempak mereka menoleh dengan mata berbinar.
Tanpa dikomando, kedua anak kembar itu langsung berlari ke pelukan Tristan dan langsung mencium pipi Daddynya kanan dan kiri.
"MEEEEEE!!!" teriak mereka bersamaan.
(AKUUUUU!!!)
"Are you sure, Daddy?" tanya Faith.
"Hm-hm." Tristan mengangguk. "Kita akan pergi kalau kalian patuh kepada Mommy. First, say sorry dulu ke Mommy."
(Pertama, minta maaf dulu ke Mommy.)
"Yeeaaay!" Mereka langsung melepaskan pelukannya dari Tristan dan menghambur ke Crystal yang sudah siap dengan handuk besar di tangannya.
"Let's change your clothes and take a bath." perintah Crystal.
(Ayo mandi dan ganti baju.)
"Siap, Mommy." kata mereka patuh.
"Mereka ini patuh padaku kalau ada maunya saja." cibir Crystal.
"Mereka masih kecil, Sayang. Enjoy your time with them. Tak selamanya mereka akan bersamamu, suatu saat mereka akan pergi dan saat itu kamu pasti akan merindukannya."
(Nikmati waktumu bersama mereka.)
CUP
Selesai bicara, Tristan langsung mengecup kening Crystal. Lalu menggendong Faith, sementara Obey yang lebih aktif sudah langsung naik ke bahu Tristan saat laki - laki itu menunduk untuk menggendong saudara kembarnya.
Posisi mereka sekarang Obey di bahu, tangan Tristan yang satu menggendong Faith dan satunya lagi menggandeng tangan Crystal. Dan, rombongan itu pun berjalan masuk ke rumah.
Kericuhan kembali terjadi saat mereka sampai di kamar dan Crystal menyuruhnya mandi.
"Daddy, please hurry. I can't wait to see grandma and grandpa." Si kembar menarik kedua tangan Tristan kanan dan kiri untuk mengikuti mereka masuk ke kamar mandi.
"Obey! Fei! Kalian mandi sama nanny kalian!" perintah Crystal.
"NO! We want Daddy!" teriak mereka bersamaan.
"Aku sudah janji mau mandiin mereka hari ini. Ini tahun terakhir mereka mandi bersamaku. Setelah ini, mereka sudah terlalu besar untuk kumandikan." Tristan berbisik dan mengedipkan matanya ke Crystal yang hanya mengangguk pasrah.
"All right. Aku bantu kak Tristan menyiapkan baju mereka."
"Thank you, Sayang." Tristan mengecup pipi Crystal.
"Yeeaaay... bubble!"
Pekikan terdengar dari kamar mandi, dua anak perempuan tapi sangat berisik. Tristan selalu memanjakan anak - anaknya, membantu Crystal mengasuh setiap kali ada waktu seperti sekarang ini. Waktu mandi bersama Tristan adalah waktu yang paling mereka tunggu. Mereka senang mandi sambil bermain bersama Daddy mereka.
"Kak Tristan, need a help?" tanya Crystal sambil melongokkan kepalanya ke dalam kamar mandi. Dia sudah selesai menyiapkan baju ganti si kembar.
"Is everything ready?" tanya Tristan, matanya menyipit terkena percikan air sabun. Bajunya basah kuyup terkena air yang menciprat dimana - mana.
"Semua siap, keluarkan anak - anak." perintah Crystal.
Tristan mengangguk. Dia mengangkat kedua anaknya satu per satu dan membilasnya dibawah shower. Kemudian menyerahkan mereka pada Crystal yang sudah siap dengan handuk.
"Sayang, kalau sudah tolong ambilin bathrobe untukku."
"Here you go." Crystal menyambar bathrobe bersih yang sudah ada di kursi sebelahnya.
"Wow! Kamu sudah siapin?" ucap Tristan dengan nada kagum.
Crystal mengangguk, dia paham benar kalau Tristan selalu basah kuyup setiap kali memandikan kedua anaknya jadi tak mungkin Tristan keluar dari kamar anak - anaknya dalam kondisi basah menuju kamar mereka.
"Terima kasih, Sayang. This means a lot to me."
(Ini sangat berarti untukku.)
Cup
Tristan mengecup kening Crystal sebagai ucapan terima kasih. Hal kecil yang dilakukan oleh Crystal seperti menyiapkan selalu ditanggapi Tristan dengan antusias, seolah istrinya telah berjasa besar padanya. Sikap seperti inilah yang membuat Crystal jatuh cinta berkali - kali pada Tristan.