
"Katanya all that you want is me, jadi aku bakal kasih Kak Tristan sesuatu."
" I want you... "
"To."
"Make."
"Love."
"To me."
Ya Tuhan! What a gift...
Waktu terasa berhenti bagi Tristan saat satu demi satu kata masuk ke telinganya, meresap ke otak kemudian menggerakkan jantungnya untuk berdetak lebih cepat lagi.
Benarkah ini Crystalnya? Yang sudah dia jaga dengan hati-hati dari kecil, dan sekarang menyodorkan miliknya yang paling berharga. Her virginity.
Ataukah memang dirinya saja yang terlalu idealis dan tak mengerti cara berpacaran anak remaja jaman sekarang?
Dia menelan ludahnya. Tak dapat dipungkiri pikiran liar berhasil merasukinya, mendorongnya untuk menggendong Crystal dan melu-- cuti bajunya, dan dia akan menunjukkan pada Crystal bagaimana mencintai ala orang dewasa.
Mendapati Tristan terpaku dihadapannya, Crystal menelengkan wajahnya heran. Belum pernah dia melihat Tristan tercengang seperti ini. Apa ada yang salah dengan kata-katanya?
"Woii... Kak!" panggilan Crystal menarik Tristan kembali dari perang batin yang sedang dihadapinya.
"Come on!" Tristan berdiri dan menarik tangan Crystal, kemudian melangkah dengan cepat menuju cermin besar yang menempel di dinding kamar hotel. Sampai disana, Tristan membalikkan tubuh Crystal ke depan cermin.
"Lihat! Lihat dirimu sendiri, Crystal." Tristan berdiri dibelakang Crystal.
Meski tak mengerti tapi diturutinya juga perintah Tristan. Crystal menatap cermin dihadapannya. Memandang tubuhnya dan Tristan yang hampir tak berjarak.
"Kamu cantik. From top to toe, semuanya indah." bisik Tristan. "Apa kamu yakin akan memberikan semuanya untukku? All? Nothing left?"
Ya ampun, Tristan malah membuatnya bimbang. Akankah dia merelakan dirinya untuk Kakak Angkat yang dicintainya?
"Gadis biara seperti dia, mana bisa booking hotel?" Cristine terbahak sambil menyodorkan minuman pada Crystal.
"Jangan-jangan dia nggak tau gimana caranya berci- uman." timpal Alice.
"Hey Crystal! Let me teach you how to love a man like I do." tawa Cristine dan teman-temannya bersahutan seakan Crystal adalah gadis udik hanya karena belum pernah berciuman dan masih perawan.
Tristan mulai menemukan keraguan di mata gadis yang sangat disayanginya. Dia menghela napas, dan berkata lembut.
"Menurutmu, apakah ini nggak terlalu cepat?" Matanya memandang manik mata Crystal dengan intens, terus mencoba memahami jalan pikiran gadis remaja itu.
"Eemm... I thought you want me." Suara Crystal terdengar pelan.
(Kupikir kamu menginginkanku.)
"Aku memang menyukaimu dan menginginkanmu. Sebanyak apa pun tak akan pernah cukup. Aku ingin menjadi kekasih dan suamimu. Bahkan aku bersedia menjagamu seumur hidupku." Tristan menghela napas. "Tapi, I want you in the right time." Tristan mengecup kepala Crystal.
(Aku menginginkanmu di waktu yang tepat nanti)
"Kenapa? Apa karena aku terlalu muda buat Kak Tristan?" Crystal berbalik ke arah Tristan, suaranya terdengar kecewa dan insecure.
Astaga! Kenapa malah jadi begini? Sorot mata Tristan yang penuh kasih sayang beradu dengan sebuah keraguan di bola mata Crystal yang masih polos.
"Crystal tidakkah kamu merasa ini terlalu cepat?" Tristan bertanya sungguh-sungguh.
"Aku ini pria dewasa. Kalau kamu memberikan dirimu untukku, aku tak akan bisa mengontrol diriku. Aku akan mengambil semuanya, tubuhmu, hatimu, pikiranmu, hidup dan masa depanmu." lanjut Tristan lagi.
Mata polos itu mengerjap, seperti tersadar akan sesuatu.
"Apa kamu siap?" Tristan mengelus lembut kepala Crystal.
Tristan menunggu. Hatinya berdebar karena kuatir kalau jawaban Crystal tak sesuai harapannya.
Tak bisa dipungkiri, Crystal berhasil mendobrak imajinasinya dan meruntuhkan batasan, membuatnya hampir melakukan sesuatu diluar rencana. Dia tak munafik, kalau hasratnya ikut melambung saat mendengar kata make love to me.
Tapi, tidak! Dia masih punya sedikit harapan kalau Crystal berbeda dari perempuan-perempuan yang menganggap virginity is not a big deal anymore.
(Keperawanan bukanlah masalah yang besar.)
"Aku... takut Kak." suara lirih Crystal mengalun, membawa kelegaan di hati Tristan.
"Good girl." puji Tristan sambil merengkuh Crystal ke dalam pelukannya.
Tristan benar-benar takut akan apa yang terjadi berikutnya setelah dia menikmati one night stand bersama Crystal. Apakah dia masih tetap akan menghargai gadisnya itu? Ataukah malah mencampakkannya?
Tidak! Tristan tak mau kehilangan Crystal hanya karena kesalahan semalam. He must protect her not only from everything but also from himself.
(Dia harus melindunginya dari tidak hanya dari segala hal tapi juga dari dirinya sendiri.)
***
Perasaan aman dan nyaman menyelusup di hati Crystal saat Tristan memeluknya. Entah sejak kapan perasaannya berubah dari rasa sayang kepada seorang Kakak dan berubah menjadi cinta kepada seorang pria.
Yang jelas sejak Crystal mengetahui istilah ganteng, Tristan langsung menjadi nomer satu di list cowok ganteng favoritnya. Hingga suatu hari, dirinya selalu tak suka dengan cewek-cewek genit yang menggoda Tristan. Dan dia juga merasa takut kalau Tristan menikah dengan wanita lain.
"Crystal?" bisik Tristan.
"Hm?"
Tristan mengangkat dagu Crystal, lalu menatapnya dalam-dalam.
"Wanita itu berharga dan istimewa. Dia berhak lebih dari pada cinta satu malam, berhak untuk dicintai setiap malam oleh laki-laki pilihannya."
Tristan merapikan anak-anak rambut Crystal, "Orang yang benar-benar mencintaimu akan selalu menjagamu dari apa pun termasuk dirinya sendiri."
"Orang yang benar-benar mencintaimu, tak akan merusakmu. Got it?" Dan, Tristan pun tersenyum.
Crystal mengangguk.
"Maaf... " lirihnya menahan air mata yang hampir tumpah, terharu.
Dia tumbuh besar bersama laki-laki dihadapannya, dan hari ini dia menyadari bagaimana laki-laki itu begitu menghargainya dan membuatnya benar-benar merasa istimewa.
"Thank you, Crystal."
Tristan menempelkan dahinya ke dahi Crystal.
Bersambung ya....
Tristan so perfect dan sweet banget, iya nggak sih? 🥰
Jelas dong, Tristan itu idealisme cowok yang ada di otak Author. 😝😝😝
Puas-puasin halunya di karya ini.
Doaku buat kalian. 😇
Semoga semua wanita yang membaca karya ini bisa mendapatkan Tristan masing-masing di dalam hidupnya.
Note:
Part ini Author dedikasikan buat semua wanita supaya pintar-pintar jaga diri. ☺
Don't try this at home ya, Girls. Karena di real life belum tentu ada cowok kaya Tristan. 😄