
Tok Tok
kedua kalinya pintu diketuk membuat V tidak jadi memakan masakanya dan mau tidak mau harus membuka pintu
"Anda tidak akan pergi ke clup kan?" Vitto khawatir jika Tuannya itu akan pergi ke club dan minim minunan keras seperti kebiasanya
"kau datang lagi ke sini hanya untuk menanyakan itu?" V membulatkan matanya sempurna karena dirinya tidak habis pikir dengan Vitto yang lebih poseseif dari pada Mom Fairus
"saya khawatir tentang kesehatan Anda Tuan, kata dokter-"
"Keluar! Keluar!" V membanting pintu tepat di wajah Vitto
kali ini V tidak stres memikirkan Zoe melainkan stres karena ada pria yang terlalu posesif padanya
Tok tok
untuk ke tiga kalinya pitu Villa V di ketuk kembali membuat V naik darah. V yang marah sengaja tidak langsung membuka pintu tetapi ketukan pintu yang awalnya pelan kini berubah menjadi gedoran lebih cepat dan sering, dengan berat hati V melangkah menuju pintu
"Ada apa?!" hadrik V membuka pintu, tanpa tahu siapa orang yang datang
"bukankah kau yang menyuruh ku datang?" tanya balik Jouly
"kau?" V terkejut karena ia pikir yang mengedor-gedor pintunya adalah Vitto "sekarang jam berapa kenapa baru datang?" V melihat jam yang melingkar di tanganya
"kita bahas itu nanti, terpeting sekarang kita membantu pak Asisten dulu" panik Jouly menunjuk Vitto yang tergeletak pingsan tidak jauh dari sana
"Vitto kenapa?" V tidak kalah paniknya menghampiri Asistennya itu
"aku tidak tahu, saat dia melihat ku tiba-tiba dia pingsan" Jouly awalnya ingin bertanya alamat kepada Vitto, tapi saat pria itu berbalik dan melihat wajahnya seketika Vitto langsung pingsang. Jouly yang panik karena tidak ada satu pun orang yang terlihat, mengetuk pintu untuk meminta pertolongan
*
*
"karena kau terlambat datang, hukuman mu akan ku tambah. Setiap pagi kau harus membuat sarapan pagi untukku" ucap V
Uhuk Uhuk
Jouly terkejut dengan hukuman tambahan dari V sampai dirinya tersedak makanan yang ia makan
"kenapa kalian senang sekali menghukum ku" keluh Jouly setelah dirinya minum
"siapa lagi yang menghukum mu?" tanya V menautkan alisnya bingung
"aku terlambat datang karena dihukum menbersihkan kantor sendirian"
"kenapa kau dihukum sepeti itu?" tanya V penasaran
"sudahlah jangan dibahas lagi" Jouly menyudahi perbincangannya karena ingin fokus memakan spageti. entah mengapa setelah memakan spageti itu suasana hatinya membaik dan nafsu makannya menikat bahkan dirinya kini meminta V membuatkanya lagi
"apa kau selalu makan banyak seperti ini?" tanya V heran karena sudah piring ke empat yang Jouly habiskan
"Astaga! aku makan sebanyak ini?" Jouly sendiri pun juga terkejut, dirinya tidak percaya bisa menghabisakan empat piring spageti sekaligus
"apa kau menyukai spageti?" tanya V berusaha mengulik informasi
"entah lah, aku belum pernah makan spageti sebelumnya terlebih itu hanya terbuat dari mie instan. biasanya aku sudah kenyang hanya dengan sebutir telur saja" Jouly masih tidak percaya dengan apa yang ia alami, sejak dirinya makan ia menjadi lupa segalanya bahkan dirinya sampai lupa mengabari papa Galih dan mama Gita "OMG! aku harus pulang sekarang"
"biar aku antar"