
Kaki dan tangan V sudah mulai gemetar melihat ada seseorang yang terkapar di tengah jalan dengan darah yang mengalir di sekelilingnya
"Zo-Zoe" lirih V berusaha mendekat tapi tiba-tiba V seperti lupa cara untuk berjalan, ia sempat beberapa kali terjatuh lalu bangikit lagi tapi kakinya seakan lemas tidak mampu menopang tubuhnya lagi
sampai akhiranya dirinya tidak bisa menghapiri korban kecelakaan tersebut karena kalah cepat dengan tim medis yang sudah mengefakuasi korban dan di maskkan ke dalam ambulance, dan saat si korban di angakat menggunakan tandu seluruh badanya di tutupi oleh selimut berwarna putih dan V sempat melihat baju korban yang tidak tertutup oleh kain. baju yang sama dengan baju yang ia belikan kemarin untuk Zoe
"Zoe" lirih V berusaha untuk mengejar tapi apa daya tangan tak sampai, V terjatuh dan tidak bisa bangkit lagi kepalanya terasa sangat pusing dan perlahan matanya menjadi gelap
*
*
Rumah Sakit Intrnasional
"Zoe!" teriak V tersadar dari pingsannya
"akhirnya kau bangun sayang" ucal Mom Fairus mengekus rambut V dan terus menangis
"Mom dimana Zoe?" tanya V melihat seluruh anggota keluarag berada diruangan tersebut kecuali istrinya "Mom, kenapa kalian semua menagis?" V bukan tidak tahu sebab mereka memangis hanya saja hatinya masih belum bisa menerima
"sayang iklaskan Zoe ya?" ucap Mom Fairus berusaha menahan isak tangisnya
"Mom! kau itu bicara apa? di mana Zoe? kenapa dia tidak ada di sini?"
"Zoe sudah me-meninggal sayang" ucap Mom Fairus menangis menjadi-jadi
"bohong! Zoe tidak mungkin meninggalkan aku" V melepas selang infus yang ada di tanganya dan berjalan ke pintu keluar
"aku ingin mencari Zoe, Mom"
"V" Vallen sengaja mengahalangi jalan V dengan berdiri di tengah - tengah pintu
"Minggir!" triak V
"V tenang lah, Zoe akan sedih jika kau seprti ini"
"jangan pernah kau ucapakan kalimat itu kepada istriku!" ucap V mencegram kerah baju kakaknya
"kau harus menerimnaya V! biarkan Zoe bahagia di alam sana" Dad Wille bicara dengan tegas
"Zoe tidak mungkin meningg Dad" balas V menyangkal berita itu tidak benar, bahwa Zoenya tidak pernah meninggalkannya
"ini baju terakhir yang di kenakan Zoe" Dad Wille menunjukkan bingkisan plastik bening berisi baju yang di kenakan Zoe terakhir kalinya yang sudah bercampur dengan darah
V yang tahu betul baju itu adalah milik istrinya berjalan dengan sempoyongan mengambil bikisan itu dari tangan Dad Wille
"itu adalah baju korban, Vega menjadi saksi kecelakan dan polisi menetapkan Zoe menjadi korban meninggal di temapat dari kecelakan tersebut" ucap Dad Wille berat hati
" Zoe!" triak V memeluk bingkisan tersebut dengan tubuh yang gemetar karena menangis "Zoe!" triak V lagi, teriakan yang memilukan bagi setiap orang yang mendengarnya dan sebuah triakan ke putus asan sampai orang lain bisa merasakan bagaimana perasaan yang di alami oleh V saat ini
V sangat terpukul mendengar kepergian Zoe untuk selamanya, apalagi V belum sempat meminta maaf kepada Zoe atas kesalah pahaman diantara meraka di tambah V sudah berani membentak Zoe dan yang lebih membuat hati V hancur yaitu saat terakhir kali pertemuan mereka V melihat wajah Zoe menagis karena perbuatanya