
V memandang makanan di hadapannya dengan tidak semangat, ia ragu untuk memasukkanya kedalam mukutnya
"kita cari makanan di tempat lain saja, aku tahu tempat sepageti terenak disini" bisik V kepada Zoe yang duduk di sebelahnya
"bukan kah kau sedang sakit? kalo orang sakit itu harus makan bubur bukanya sepageti"
"tapi-"
"tidak ada tapi tapi, sekarang buka mulut mu lebar ..Aaa"
"cepat buka mulut mu" kesal Zoe karena dari tadi V egan membuka mulutnya padahal tangannya sudah tepat di mulut V siap menyuapi satu sedaok penuh bubur
dengan malas V membuka mulutnya dan Zoe pun mulai menyuapi V dengan telaten ini kali pertama V makan di suapi oleh istrinya, V senang dengan itu bahkan kini dirinya sudah melupakan tempat ia makan yang menjadi fokusnya kali ini adalah kebersamaan dengan Zoe. V tidak perdulu mau berada di pemukiman kumuh sekalipun jika Zoe bersamanya V tidak masalah
setelah kenyang menghabiskan tiga mangkok bubur kaki lima, V kembali ke kantor mengandeng tangan Zoe
Zoe yang merasa risi menjadi pusat perhatian karyawan lain berusaha melepaskan tanganya dari genggaman tanggan V
"V lepaskan tanggan ku, semua orang melihat Kita" bisik Zoe
"biarkan mereka melihat, mereka memiliki mata untuk melihat"
"bukan seperti itu, nanti kita akan jadi bahan gosip di pentry"
"biarkan saja"
"V! " kesal Zoe
"kau itu kenapa sayang?" tanya V menghampiri Zoe yang cemberut, duduk di sofa ruang kerjanya
"kenapa kau tidak menurutiku tadi? bagaimana jika mereka bergosip tentang diriku yang tidak-tidak? bagaimana jika mereka berkata kalo aku mengodamu menggunakan susuk atau pelet" Zoe membayangkan apa yang di bahas seniornya di pentry
V hanya tersenyum simupul melihat tingkah Zoe, amnesia tidak hanya mengubah memorinya melainkan juga sifatnya, dulu Zoe akan masa bodoh dengan hal seperti itu
"sayang tidak perlu dipikirkan, lebih baik kau beristirahat saja" V memeluk Zoe menenagkan wanitanya itu "apa kau membawa obat mu?' tanya V dan dijawab anggukkan oleh Zoe
"sekarang minumlah obat mu dan tidurlah di ruang istirahat ku jangan perduliakan ucapan mereka "
Zoe menganguk patuh kemudian berjalan ke ruang istirahat V. setelah Zoe masuk ke dalam kamar istriraha V melanjutkan perkerjaanya tidak seperti biasanya karena kali ini Zoe menemaninya
Sore harinya mereka sudah berada di Villa, V yang merasa badanya lengket karena keringat langsung membersihkan diri
Drt Drt
suara ponsel V berbunyi menampilkan nama 'Mommy' disana, Zoe sudah berusaha mengetuk pintu kamar mandi tapi tidak ada jawaban, mungkin ketuakan pintu Zoe bersaing dengan air shower
Zoe binbang antara ingin mengangkatnya atau tidak, ia takut jika ia mengangkat telfonya itu akan melanggar privasi suaminya tapi dirinya juga penasaran ingin berbicara dengan ibu mertuanya. Zoe pun memutuskan untuk mengangkatnya
"Hallo V kenapa kau baru mengangkat telfon mom?...emm ya sudah lah lupakan, Mom hanya ingin tanya apa kau tertarik dengan wanita yang kemarin Mom kirimkan foto? bagaimana menurut mu? dia cantikkan? ...Halo V kenapa kau diam saja?
tut tut tut
suara sambungan telefon terputus