
V keluar kamar dengan setelan jas berwarna abu-abu, terlihat gagah dan sangat tampan berjalan menghampiri Zoe yang sedang menata makanan
"kau mau ke mana? " tanya Zoe karena tidak biasanya suaminya itu berdandan rapi sepagi ini
"tentu saja bekerja, aku sudah terlalu lama berlibur"
"ohh.., duduklah kita makan bersama"
seperti istri idaman Zoe melayani V dengan telaten, mengambilkan makanan dan menyiapkan minum
"Bi Inah tau saja makanan kesukaan ku" puji V pada Bi Inah yang sedang membawa makanan lainya ke atas meja "tapi sejak kapan Bibi bisa masak masakan eropa?" tanya V heran karena setau dirinya Bi Inah tidak pernah tinggal di eropa
"Bukan saya Tuan yang masak tapi Nyonya" jawab Bi Inah menundukkan kepalanya
"Zoe?? " V menatap istrinya itu dengan tatapan tidak percaya
"bukankah selama ini aku yang selalu memasak untuk mu? " ucap Zoe duduk di sebelah V ikut sarapan bersama
"iya, tapi bagaimana bisa kau masak masakan eropa? apalagi ini makanan kesukaan ku? "
"Ck, apa kau lupa aku pernah tinggal di Spanyol? dan makanan ini juga favoritku"
"benarkah? " tanya V menelisik
"tentu saja" jawab Zoe mantap "oh iya berikan kartu kredit mu"
"kartu kredit?? untuk apa? "
"tentu saja untuk belanja, apa kau ingin menemani ku lagi? " goda Zoe
"ten-tentu saja tidak" ucap V setelah minum karena tadi dirinya sempat tersedak makanan yang sedang ia makan saat mendengar ucapan Zoe
reka adegan ulang saat dirinya malu karena ketahuam berfikiran kotor saat menemani istrinya belanja kemrin muali berputar di kepalanya
"maka dari itu, mana kartu kriditnya?"
V merogoh saku celananya mengambil dompet dan memberikan blackcard kepada istrinya
"aku bukan mata duitan, karena sekarang hidupku bergantung pada mu"
"terserah" ucap V acuh, berdiri dari duduknya seteleh ia selesai makan
"kau sudah ingin berangkat? " tanya Zoe tapi tidak direspon oleh V "V tunggu, aku ikut"
"kau mau kemana?" tanya V saat jalanya di hadang oleh istrinya
"tolong antarkan aku ke Cafe Strobery"
"aku tidak punya banyak waktu kau naik taxi saja, minggir" V mendorong tubuh Zoe agar tidak menghalangi jalannya
"tapi V-" Zoe berusaha menyusul suaminya itu yang berjalan masuk ke ruangan kerjanya
semua adegan tadi tak lepas dari penglihatan sepasang mata yang dari tadi mengintipnya dari balik pintu dapur
orang itu mulai menuliskan sebuah pesan singkat di ponselnya setelah ke dua majikanya itu pergi
disisi lian seorang wanita cantik berumur empat puluh tahunan menerima pesan itu dengan wajah yang kesal
"kau kenapa sayang? " tanya Dad Wille yang duduk di samping Mom Fairus mereka juga sedang makan pagi bersama
"V sayang, V" keluh Mom Fairus dengan wajah yang cemberut
"ada apa dengan anak itu? "
"V tidak memperlakukan istrinya dengan baik, padahal Zoe hanya meminta untuk mengatakanya ke Cafe tapi lihat apa yang ia lakukan" Mom Fairus memperlihatkan isi pesan yang di kirim Bi Inah kepada suaminya
"jangan terlalu ikut capur dalam urusan rumah tangga anak kita sayang" ucap Dad Wille bijak
"tapi-"
"mereka perlu adaptasi, serahkan semua kepada waktu karena waktulah yang akan menjawab semuanya" jelas Dad Wille