Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 59



Drt Drt


saat V hendak memejamkan matanya terdengar suara panggilan di ponselnya


"Ada apa?" tanya V setelah mengakat telfon dari anak buahnya yang berjaga di markas


"ada yang ingin bertemu dengan Anda Tuan" jawab seseorang di sebrang sana


"siapa?"


"namanya Vito, Tuan"


"Vito?" V mengerutkan dahinya bingung untuk apa sahabat istrinya itu ingin bertemu denganya "mau apa dia ingin bertemu?"


"saya tidak tahu Tuan"


"dimana dia sekarang?"


"Tuan Vito ada di markas, Tuan"


"baiklah aku akan kesana"


V menutup pangilan telfonnya kemudian beranjak dari tempat tidur, barjalan menuju kamar mandi untuk membersikan diri


setelah selesai V membersihkan dirinya kini V memungut baju yang ada di lantai untuk ia kendakan kembali, matanya fokus kepada kancing kemeja yang ia kancingkan kemudian tatapan matanya beralih ke istrinya yang sudah tengelam di alam mimpi


"aku akan segera kembali" ucap V mengecup kening istrinya lalu berjalan keluar dari kamar


jarak Markas dengan Villa yang saat ini V singgahi tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu lima belas menit untuk ke sana


V sengaja mengajak Zoe ke area Villa yang dekat dengan markas, selain lokasinya dekat dengan Hotel tempat acara pertunangan Letta dan Arsya, Villa itu juga tempat paling aman untuk dirinya dan Zoe karena tempat itu di jaga ketat oleh para badygurad keluaraga Willem.


Area di sana merupakan area kekuasaan keluaraga Willem sehingga musuh akan sulit untuk menemuka lokasinnya, jika pun musuh mengetahui posisi mereka saat ini akan sulit untuk menembusnya karena ketatnya penjagan yang di lakukan oleh keluarga Willem


Villa itu juga sengaja di siapkan Dad Wille untuk menjaga kelauarganya dari serangan musuh yang sewaktu-waktu menyerang


"Tuan Vito berada di ruang introgasi, Tuan"


V langsung berjalan di temapat dimana Vito berada


"silahkan Tuan" ucap salah satu bodyguard membukakan pintu ruang introgasi


"tinggalkan kami!" perintah V saat dirinya sudah masuk kedalam ruangan


"baik Tuan" ucap serepak Bodyguard yang berjaga disana lalu menunduk hormat sebelum mereka keluar ruangan


di ruangan itu ada seseorang yang duduk di tengah-tengah ruangan, tepat di bawah sorot cahaya lampu dengan tangan dan kaki yang terikat


V menarik salah satu kursi lalu ia dudukki tepat di hadapan Vito, menatap wajah Vito yang sudah babak belur entah di hajar oleh anak buahnya atau sudah di hajar orang lain sebelumnya


"bagaimana kau tahu tempat ini?" tanya V memulai introgasinya


"tentu saja aku tahu" ucap Vito dengan tertawa sinis


"apa mau mu? apa kau sengaja menjadi umpan untuk mengalihkan perhatian ku? apa kau tidak takut mati?" segala rentetan pertanyaan yang V berikan karena ingin mengetahui maksud dan tujuan Vito menemui dirinya


"mati?" tanya Vito sinis "sekarang ini aku sedang bermain-main dengan dewa kamatian" ucap Vito menatap tajam V


"apa maksud mu?"


"jika seseorang sudah berada di ujung tanduk kematian pasti akan mencari perlindungan kepada orang yang bisa menyelamatkannya"


"bicara yang jelas!"


"lindungi aku, akan aku lakukan apa pun untuk mu"


mendengar itu, V tertawa terbahak-bahak "kau pikir aku akan masuk kedalam prangkap mu?" tanya V menyeringai