
Seluruh keluarga Willem sedang berkumpul di ruang tengah Mansion termasuk Ibu Ellena dan Pa Edo
Mom Fairus dan Ibu Ellena berebut mengendong Gisela anak Gea, Gea sampai kwalahan memisahkan dua wanita itu sedangkan para pria sedang sibuk membicarakan tentang bisnis mereka kecuali V karena saat ini V sedang sangat manja dengan Zoe. Kini V sedang tiduran di pangkuan Zoe, sambil sesekali menciumi perut Zoe
"Kak V, tidak bisa kah kau bersikap biasa saja? " tanya Vega kesal melihat tingkah V yang menurutnya seperti anak kecil
"Kau anak kecil tahu apa? sana punya pacar atau suami biar bisa merasakan apa yang aku rasakan" cibir V
"V bangun, aku tidak enak dengan yang lain" keluh Zoe yang merasa tidak nyaman di posisi seperti itu terlebih di hadapan keluarga mereka
"tauk tuh.., Dasar Kak V tidak tahu malu! " Vega lebih baik membantu Kak Gea yang sepertinya sudah tidak sanggup lagi menghadapi Mom Fairus dan Ibu Ellena
sedangkan V yang dari tadi di kritik tidak memperdulikan ucapan Zoe dan Vega, didalam hatinya kini sangat bahagia karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang Daddy
V selalu menciumi dan membelai perut rata Zoe, memberikan kasih sayang kepada anaknya yang masih di dalam sana. kadang V sendiri tidak habis fikir bagaimana bisa perut sekecil itu terdapat calon anaknya
seluruh keluarga belum V beritahu jika Zoe sedang mengandung, dirinya masih ingin berduan dengan anaknya sebelum ke dua ibunya merenggut kebersamaan mereka
"V, kapan kau akan masuk ke kantor lagi? " tanya Dad Wille membuyarkan atmosfer
"tidak bisa kah aku libur selama satu minggu Dad? "
"ada masalah di divisi yang kau pegang, dan kau harus meneyelesaikan masalah itu sebelum menjadi lebih besar"
sebenarnya V engan untuk membahas tentang masalah pekerjaan tapi dirinya harus menyelesaikan masalah satu ini kalau tidak nasip karir lima ratus karyawannya akan menjadi teruhanya, terpaksa V melelaskan Zoe untuk sementara waktu
"boleh aku mencoba mengendongnya? " Zoe ingin belajar mengebdong
"sebentar sayang Mom baru mengendongnya lima menit, dari tadi Ellen yang memegang"
"Ck, kau itu sama mantu sendiri pelit!" cerca Ibu Ellena "biaralah Zoe mencoba mengendong Gisela, dia juga ingin belajar mengendong bayi siapa tahu didalam perutnya sudah ada calon cucuku"
"bagaimana Ibu tahu? "
"Apa maksudmu? jadi sekarang didalam perutmu sudah ada calon cucu ibu? "
Zoe mengangguk " tadi pagi kita periksa kandungan, apakah V tidak memberitahu kalian? "
"APA??!! " pekik seluruh wanita disana terkejut mendengar berita gembira itu membuat Gisela menangis karena juga ikut terkejut karena tiba-tiba ada suara keras. sontak Mom Fairus memmberikan Gisela kepada Gea untuk di beri ASI dan kini perhatiannya beralih kepada Zoe
"duduk sayang...duduk" Mom Fairus dan Ibu Ellena mepersilahakn Zoe duduk di antara mereka. kedua ibu itu ingin menginterogasi Zoe
"kata Dokter sudah berapa bulan? " tanya Ibu Ellena kepo
"baru enam minggu Ibu, Mom"
" Masih Muda sekali, mulai sekarang kau tidak boleh anggat-anggkat berat... harus makan-makanan bergizi... "Mom Fairus dan Ibu Ellena memberikan wejangan apa saja yang boleh dan tidak boleh yang Zoe kerjakan
sementara Zoe mendengarkan kedua ibunya yang bicara tanpa henti sedikit menyesal memberi tahu mereka, sebenarnya Zoe bisa memahami sikap mereka terhadapnya adalah bentuk kasih sayang tetapi Zoe harus menghadapi keposesifan tiga orang sekaligus yaitu V, Mom Fairus dan Ibu Ellena