
ada seseorang yang masuk ke dalam kamar saat Zoe sedang frustasi karena tidak dapat mengingat kejadian semalam
"kau sedang apa?" tanya pria itu
mendengar ada orang lain di dalam kamar reflek Zoe menutupi tubuhnya dengan selimut
"Kau?" tanya Zoe terkejut dengan sosok yang ada di hadapanya
"memangnya kau berharap siapa yang datang?" tanya V sinis berbaring di sebelah Zoe memejamkan matanya yang terasa berat karena V belum tidur sama sekali
"hei, apa yang kau lakukan?" Zoe terkejut saat V menarik pingangnya
"diamlah sebentar aku hanya ingin tidur"
"tidur ya tidur saja kenapa kau menggunakan ku sebagai bantal?"
ya saat ini V memeluk Zoe dan mengunakan perut istrinya sebagai batal untuknya tidur, setelah kejadian semalam ia memutuskan untuk mencintai Zoe segenap jiwa dan raga, melupakan cinta pertamanya yang kini sudah bahagia dengan kakak kandungnya
"cepat kau pergi dari tubuhku" usir Zoe berusaha melepaskan pelukan V
bukanya Zoe tidak suka V tidur di tubuhnya hanya saja ia tidak terbiasa dan merasa risi karena Zoe sendiri masih belum menggunakan baju
bukanya melepaskan V justru mempererat pelukanya "biarkan seperti ini sebentar" ucap V masih memejamkan matanya
Zoe sendiri yang masih merasa lelah, mau tidak mau membiarkan V tidur di atas perutnya. dirinya juga merasa senang melihat perubahan sikap V yang lebih maja terhadapnya "apa aku melakukanya dengan V semalam?" tebaknya dalam hati berharap ia melakukan hubungan dengan suaminya bukan dengannya sang mantan pacar
"V ada apa dengan punggung mu? apa kau terluka?" tanya Zoe khawatir saat melihat punggung V berdarah
"aku tidak apa-apa, itu hanya cakaran kucing liar"
"kucing? memang ada kucing di sini?" Zoe mengerutkan dahinya bingung, bukanya ia tidak percaya ada kucing di Vila hanya saja kenapa kucing liar itu mencakar pungung V memeng suaminya itu melakukan apa padanya sehingga mencakar punggungnya yang terlihat lukanya itu cukup dalam dan banyak
"em" jawab singakt V yang masih setia memejamkan matanya karena kantuk
"boleh aku bertanya?" tanya Zoe ragu-ragu karena sejujurnya ia sudah tau jawabanya
"em" lagi-lagi V hanya menjawab singkat
"apakah semalam kita .. kita-" Zoe tidak sanggup melanjutkan pertanyaanya
"kita apa?" V membalikkan kepalanya ke sisi lain sehingga bisa melihat wajah cantik istrinya
"emm.. a-apakah semalam kita melakukanya?" tanya Zoe dengan malu-malu
melihat Zoe menjadi salah tingah membuat V ingin mengodanya
"melakukan apa?" tanya V pura-pura serius mengubah posisinya menjadi duduk
"em..itu melakukan itu" Zoe mengaruk kepalanya yang tidak gatal
"melakukan itu apa?"
"kau pasti sudah tahu maksudku!" bentak Zoe karena dirinya tahu suaminya itu sudah mengerti apa yang dimaksud dirinya
"kau bilang keturunan kraton,tapi tingakah mu tidak ada yang seperti putri" V heran kenapa Zoe bisa berterika seperti itu, katanya putri kraton solo itu terkenal dengan tutur bicaranya yang lembut dan tidak teriak teriak saat bicara. tapi berbeda dengan istrinya yang tidak ada cermiman bahwa dirinya seorang keturunan putri solo
bahkan teriakan Zoe sangat kencang samapai V munutup telinganya karena kerasnya suara Zoe
"sudah cepat ceritakan" desak Zoe ingin mengetahui kebenaranya segera