
Masion
acara pemakaman baru saja selesai seluruh keluarga Willem minus V dan orang tua Zoe sedang berkumpul di ruang keluarga
"Ellena makanlah sedikit, dari tadi pagi kau belum makan" bujuk Mom Fairus
"aku tidak lapar" jawab ibu Ellena menyeka air matanya yang terus mengalir deras di pipinya
"Tapi-" ucapan Mom Fairus terpotong saat Dad Wille mengisaratkan untuk tidak bicara lagi
"istrirahatlah di kamar, pasti kalian lelah" Ucap Dad Wille kepada besannya
Pa Edo yang mengerti istrinya pasti lelah secara fisik dan jiwa membantunya untuk berdiri dan memapahnya menuju kamar. langkah mereka terhenti saat melihat V berjalan melalui mereka semua
"kau meu kemana V?" tanya Ibu Ellena kepada mantunya itu, sudah tahu istrinya baru saja meninggal bukanya diam di rumah malah mau pergi
"aku mau pulang ke Apartemen ibu, pasti Zoe sudah menunggu di sana" jawab V dengan santainya melanjutkan jalannya kembali
"Vilmar!" triak Mom Fairus menghantikan langkah V "apa kau tidak ingat, kau baru saja mengubur istrimu? dan kita semua baru saja pulang dari pemakamana!" Mom Fairus mulai menangis melihat tingkah aneh V
"Apa maksud Mom? aku yakin pasti Zoe berada di Apartemen sekarang" bukanya V sudah melupakan acara pemakaman tadi hanya saja pikiran dan hantinya masih belum bisa menerima jika Zoe benar-benar sudah
seluruh keluarag melihat sikap V yang belum bisa mengikhlaskan kepergian Zoe hanya bisa menangis sedih terutama Ibu Ellena, beliau menangis haru dan sedih secara bersama. haru karena anak semata wayangnya sangat di cintai oleh suaminya serta sedih karena secepat itu Tuhan memangil Zoe
Plak
satu tamparan mendarat di pipi putih V meninggalkan bekas kemerahan di sana "sadar V! sadar! Zoe sudah meninggal!" Mom Fairus menggoyang-goyangkan tubuh V agar anak ke duanya itu menerima kenyataan
"Ti-tidak Mom, Zoe tidak mungkin meninggal" V mengeleng-gelengkan kepalanya cepat menyangkal ucapan Mom Fairus
"V!" bentak Mon Fairus frustasi
"tidak Mom, tolong bilang semua ini tidak benar, dan tolong bilang jika Zoe ku tidak mukin meninggal" air mata V mulai membasahi pipinya lagi, entah sudah berapa banyak air mata yang di keluarkan V jika mengingat istrinya
Mom Fairus memeluk erat anak keduanya yang saat ini sedang rapuh dan terpuruk "Zoe sudah bahagia di atas sana sayang ikhlaskan dia sayang" ucap Mom Fairus mengurai pelukannya
"ini semua salah V Mom, V yang tidak bisa menjaga Zoe dengan baik" V menyalahkan dirinya sediri, menyesal karena wajah tetakhir Zoe yang dirinya lihat sebelum Zoe meninggal adalah saat Zoe bersedih dan menangis
V berusaha menyakiti dirinya sendiri dengan menampar dirinya sendiri beruntung Dad Wille dan Vallen segera mencegahnya
"tidak sayang ini bukan salah mu, ini sudah takdir Tuhan" Mom Fairus berusaha meringankan beban hati V membelai wajah anaknya dengan kasih
V yang mendengar itu lebih keras lagi menangis sampai dirinya terduduk di lantai membuat semua orang juga ikut menagis, sekan mereka bisa memahami perasaan yang sedang dialami V