Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 114



Zoe yang sudah tahu betul di mana kamar V, berjalan duluan masuk ke dalam kamar baru diikuti olev V di belakang


"kau pasti lelah, istirahat lah" ucap V setelah menaruh koper Zoe diatas meja


"A-aku ingin mandi dulu" ucap Zoe gugup yang tiba-tiba menguasai hatinya


"baiklah, aku akan ke ruang kerja ku sebentar, masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" ucpa V dan di agukkan oleh Zoe


cup


V mencium kening Zoe sebelum ia keluar dari kamar, Zoe yang mendapatkan ciuman itu hanya bisa diam mematung merasakan aliran listrik yang mengalir ke sekujur tubuhnya dan tiba-tiba dahi yang di cium V tetasa panas


"Huffttt .... ada apa dengan ku?" Zoe terus menghela nafasnya untuk menenangkan jantungnya yang saat ini berdetak sangat kencang, sambil tangannya mengipas-ngipas tubuhnya yang mendadak panas untung V sudah keluar kamar, jika tidak ia akan melihat wajah Zoe yang berubah memerah gara-gara ciumannya


*


*


selesainya mandi Zoe menunggu V dengan gugup, momdar mandir di dalam kamar sambil sesekali melihat kearah daun pintu


"apa dia tidak tidur di sini?" tanya Zoe kepada dirinya sendiri, mentap jam dinding yang menunjukkan hampir tengah malam "bukankan kita suami istri, lalu kenapa dia tidur di luar kamar?" Zoe merasa kecewa karena V tidak datang


Karena rasa kantuk yang tak tertahankan, Zoe memutuskan untuk tidur terlebih dahulu


sementara itu di ruang kerja, V bekerja selayaknya berada di kantor apa lagi setelah insiden tadi siang banyak berkas yang belum sempat V cek ulang. seperti biasa jika V sudah fokus dalam bekerja ia lupa segalanya bahkan sampai jam menunjukkan pukul dua pagi V masih saja bekerja tanpa rasa lelah.


Ting


suara notifikasi pesan membuat ponsel V menyala dan menampilkan wallpaper foto Zoe, seketika itu V baru tersadar jika sudah meninggalkan Zoe sedirina di dalam kamar


"Astaga! " ucap V memegangi kepalanya, dengan terburu-buru V merapikan semua berkasnya lalu berlari menuju kamarnya


di dalam kamar, ia dapati Zoe sedang tertidur pulas membelakaknginya. V perlahan -lahan naik ke atas tempat tidur dan merebakan tubuhnya di samping Zoe sambil memeluknya dari belakang


Zoe yang merasa nyaman membalikkan tubuhnya menghadap V, kini wajah mereka tidak ada jarak bahkan V bisa merasakan hembusan nafas teratur dan hangat menerpa dada bidangnya


V melihat lekwat wajah cantik Zoe, wajah yang selama ini hanya bisa ia khayalkan. tidak disangka kali ini V bisa menyentuhnya lagi


"kali ini aku tidak akan membiarkan mu pergi dari hidupku lagi" V mengusap hangat rambut Zoe "aku berdoa agar aku meninggal terlebih dulu sebelum dirimu, karena aku tidak akan sangup melihatmu pergi duluan" V mengecup kening Zoe kemudian memelukkanya erat


pelukan hangat melepas semua kerinduan, dan pelukan keposesifan seakan-akan V akan kehilangan Zoe lagi jika ia melepas pelukannya. dan mereka pun akhirnya tidur bersama dengan nyenyak untuk pertama kalinya setelah satu tahun mereka berpisah