
kini Jouly sedang duduk di sebuah kedai makanan tidak jauh dari kantor. Jouly tidak bisa duduk makan dengan tenang hatinya mulai gelisah dan berkecamuk
"dia janjian dengan siapa? apa dia seorang wanita? apa dia makan siang dengan orang lain? apa dia tidak memiliki perasan dengan ku? tapi kenapa dia berbuat manis kepada ku? apa dia hanya mempermainkan ku?" segudang pertanyaan di lontarkan kepada dirinya sendiri yang tentu jelas jawabanya tidak tahu "Agghh! " triak Jouly mengacak-acak rambutnya merasa pusing dengan segala pertanyaan dari dirinya sendiri yang tidak tahu jawabanya, sampai-sampai pengunjung lain terkejut melihat tingkah absurd Jouly yang tiba-tiba ngomong sendiri sudah sepeti orang gila "tidak! ini tidak bisa di biarkan, dia harus membuat kejelasan tenatang hubungan kita" lalu Jouly beranjak dari duduknya dan langsung berlari kembali ke ruang kerja V, tidak memperdulikan triakan sang pemilik kedai yang mengatarkan pesanan makanan miliknya
di ruang kerja V menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya lalu menatap ke arah pintu. dirinya menunggu seseorang yang mestinya sudah hadir di ruangannya sepuluh menit yang lalu
Tok Tok
suara pintu di ketuk dari luar dan masukklah seseorang yang sudah membuat V menunggu begitu lama
"Maaf saya terlamabat" ucap orang itu setelah duduk di kursi depan meja kerja V
"kenapa kau lama sekali?" hadrik V dengan sorotan mata yang tajam
"Ma-maaf" ucap pria itu menundukkan kepalanya
"sudahlah, sekarang ceritakan apa yang kau ketahui tentang kecelakaan itu? " V mendapatkan seorang saski kunci tentang kecelakaan Zoe
V memang tidak bisa berharap lebih kepada Vitto bisa memulihkan rekaman CCTV, V juga bisa memahami betapa sulitnya memulihkan sebuah rekaman yang sudah di hapus karena Virus komputer, sehingga V memilih jalannnya sendiri
di kepolisian kasus ini memang sudah di tutup, dan Letta juga sudah mempertanggung jawbakan perbuatanya di penjara dengan pasal pembunuhan berencana tetapi itu bukan yang dicari V.
saat saksi kunci itu ingin bercerita, dari arah belakang masuklah Vitto dengan berlari sambil berteriak
"Tuan! Tuan! " triak Vitto memanggil V ingin segera mengabarkan sebuah informasi penting "Tuan saya sudah berhasil memulihkan rekaman CCTV nya" ucap Vitto sambil tersegal-sengal mengatur nafasnya
"benarkah?" tanya V antusias berdiri dari duduknya
"iya Tunan, rekaman itu ada di dalam sini" Vitto memberikan flasdis kepada V lalu menatap seseorang yang duduk di sampingnya
V langsung memasukkan flesdis yang di beri Vitto kedalam leptopnya, dirinya sudah tidak sabar ingin mengabungkan purzzle-purzle yang selama ini ada di benaknya
"tunggu Tuan" cegah Vitto memegangi tangan V agar tidak memutar video tersebut
"Ada apa lagi? " sentak V tidak sabaran ingin segera melihat kebenaraannya
"Anda yakin ingin memutar Video ini?" tanya Vitto melirik ke arah pria yang masih duduk anteng di depan V
V mengikuti arah Pandang Vitto ke arah Dokter Eric memahami maksud asistenya itu "tidak apa-apa, dia juga terlibat dalam khasus ini" ucap V santai lalu mulai memutar Video yang di berikan Vitto lalu mereka ber tiga melihat Video nya bersama-sama