
"Sayang, kita dansa juga yuk" Letta mengajak tunanganya
Arsya mengangukkan kepalanya pelan lalu mengandeng tangan Letta
kini di meja makan hanya ada V dan Zoe yang sedang makan
"kau tidak ingin berndansa?" tanya V
"tidak!"
"kenapa?"
"aku sangat lapar, aku ingin makan dulu"
"makannya nanti saja" V menarik tangan Zoe yang hendak memasuk kan makanan kedalam mulutnya
V terus saja memaksa Zoe, akhirnya kini mereka ber dua berdiri di panggung dansa dengan detak jantung yang berdekup kencang saat mereka berdiri saling berhadapan
tanggan V gemetar karena gugup meraih pingang ramping istrinya, Zoe yang tidak kalah gugupnya berusaha untuk tenang dan melingkarkan tanganya ke leher V
dua insan itu bergerak mengikuti irama lagu, mata mereka saling ber adu seolah-olah mereka berkomunikasi melalui tatapan mata
"kau pasti belum pernah berdansa kan sebelumnya?" tanya V memecah keheningan di antara mereka "jika belum kau ber guru kepada orang yang tepat" sombong V
"Cih, tentu saja aku pernah"
"jika kau pernah, kenapa dari tadi kau menginjak kaki ku?!"
"aku tidak menginjak kaki mu!" bohong Zoe karena kegugupan yang melanda dirinya, Zoe tidak bisa mengontrol kaki nya sehingga menginjak kaki V
"Aw... Aw kau itu bisa berdansa tidak??"
"te-tentu saja bisa" gugup Zoe
"lebih baik kita duduk saja" hilang sudah harapan V untuk berdansa romantis dengan istrinya
"kenapa duduk? aku bisa berdansa kok!" Zoe melingkarkan kembali tangan V di pingangnya
"kau tidak apa-apa?" tanya V khawatir menahan istrinya yang hampir saja terjatuh
"aku tidak apa-apa hanya sedikit pusing saja"
"kita istirahat dulu" V mengandeng istrinya keluar dari krumunan orang yang sedang berdansa lalu mendudukkan Zoe di kursi terdekat "minumlah dulu" V memberikan botol air mineral yang ada di meja, botol air mineral memang di berikan oleh pihak hotel untuk para tamu
Zoe menerima dan meminum nya dengan tangan gemetaran, fokusnya sudah mulai kabur dan dirinya tidak bisa melihat dengan jelas
"Zoe kau tidak apa-apa?" tanya V semakin Khawatir "Zoe apa kau mendengar ku?" tanya ulang V karena Zoe tidak merespon dirinya
"V, aku ingin istrirahat" lirih Zoe
"baiklah kau tunggu sini jangan kemana-mana aku akan segera kemabali setelah memesan kamar, ingat jangan kemana-mana" V sebenarnya tidak tega meningalkan Zoe dalam ke adaan seperti itu tapi ia harus ke lobi untuk memesan kamar agar istrinya bisa istirahat
sebenarnya V bisa saja menyuruh orang utnuk memesankan kamar, tapi sepertinya semua orang sedang sibuk. mau tidak mau V harus turun tangan sendriri
V berlali sekencang mungkin keluar dari Ballroom agar secepatnya bisa sampai ke lantai dasar
dari kejauhan seorang pria yang dari tadi memperhatikan Zoe dan V tersenyum licik, saat obat yang di berikanya sudah ber reaksi "jalankan rencana!" perintah pria misterius itu kepada bawahan nya saat melihat V berlari keluar dari ruangan
"baik Tuan"
setelah bawahan nya pergi pria misterius itu perlahan berjalan mendekati Zoe. "Ayo sayang" ajak pria itu memapah Zoe keluar dari Ballroom
Zoe memang sudah setengah sadar ngikut saja arahan orang yang membawanya pergi, dirinya tidak menyadari jika orang yang membawanya kelaur bukanlah suami nya