
"sudah cepat pakai, ini bisa menutupi bekas kemerahan yang ada di leher mu" ucap V menujuk leher Zoe yang terlihat memar karena ia gigit semalam
mendengar ucapan V refleks Zoe menutupi lehernya, lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi setelah sebelumnya mengambil baju yang di beli V untuknya
tok tok tok
"jangan lama-lama aku sudah lapar" pinta V mengetok pintu kamar mandi meminta agar istrinya itu berganti pakain cepat karena ingin sarapan pagi bersama
setelah lima menit Zoe keluar dari kamar mandi lalu berjalan ke arah V yang sedang duduk di sofa yang ada di kamar mereka
"Wow, kau terlihat cantik" puji V menatap istrinya dari atas sampai bawah
"ini terlalu besar untuk ku" keluh Zoe mengrucutkan bibirnya, baju yang ia kenakan kini menutup seluruh tubuhnya dan jangan lupakan kerudung yang ia gunakan membuat Zoe kepanasan karena tidak terbiasa berjilbab "tidak bisakah kau membelikan ku baju yang biasa saja?"
"baju biasa apa yang kau maksud?" V balik bertanya "baju terbuka dan mini yang sering kau pakai itu? kau ingin memamerkan bekas percintaan kita?"
"bukan seperti itu, paling tidak kau membelikan ku baju setelan bukan kain seperti ini " lobi Zoe ikut duduk di sebelah V
"tidak! itu terlaku ketat" ucap V kesal karena tidak suka Zoe mengunkan baju yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, seperti kejadian semalam di pesta, semua mata para laki-laki menatap kearah istrinya
Tok tok tok
"tuan, makananya sudah siap" ucap pelayan Vila mengetok pintu kamar
"ya aku akan ke sana" sahut V
*
*
"aku tidak tahu keluarga Willem memiliki Vila seindah ini" ucap Zoe menikmati deru angin yang berhembus ke arahnya
Zoe kagum dengan desain dan lingkungan sekitar Vila, di kota Jakarta yang padat dan tingkat polusi peling tinggi masih saja terdapat Vila seindah ini dengan kwualitas udara yang bagus
saat Zoe terbangun tadi, ia pikir awalnya ia sudah berada di luar negri karena desain Vila ini sepeti desain Vila eropa dan menginggat terakhir kali sebelum dirinya pingsan, ia sedang melarikan diri dari mantan pacarnya
"Vila ini adalah Vila keluarga yang di bangun oleh Dad Wille, dan hanya keluarga besar Willem saja yang di perbolehkan masuk atau tinggal disini" jawab V menatap hamparan bungga di depannya
"Oh.." jawab Zoe singkat
"bagaimana kau bisa putus dengan Arsya?"
Zoe menatap wajah V dengan terkejut saat nama Arsya di sebut, setahunya dirinya tidak pernah mengucapkan nama sang mantan
"aku sudah tahu, Arsya yang saat ini menjadi tunangan Latta adalah mantan kekasih mu" terang V menatap wajah Zoe dengan intes
"Ba-bagaimana kau-"
"tidak usah terkejut, aku sudah tahu. jadi kenapa kau tidak memberi tahu ku nama mantan pacar mu itu?"
"bukanya tidak ingin memberi tahu mu hanya saja dia sering bergonta-ganti nama sesuka hatinya. kau tahu sendiri bagaimana ia bisa meretas situs negara" terang Zoe panjang lebar