
flasback on
Acara pertunagan Arsya dan Letta
Letta yang sedang mencari keberadaan Arsya karena tidak kunjung kembali setelah berpamitan ke kamar mandi, bertemu dengan Arsya di lorong kamar
"Sayang, kau kemana saja" tanya Letta menghampiri Arsya dan langsung mengandeng tangannya tapi Arsya melepaskan gandneganya "Sayang kau mencari siapa?" Letta mengikuti kemana pun Arsya pergi yang Sepertinya sedang mencari seseorang
"Sayang! " Letta menarik paksa tangan Arsya agar menhadap ke arah dirinyanya, Letta sudah letih mengikuti Arsya tanpa kejelasan dan kepastian dari pria itu
"lepaskan! " Arsya menghempaskan tangan Letta "aku sedang mencari kekasih ku" jawab Arsya dengan mudahnya
"A-apa maksudmu? bukan kah kita sudah bertunangan?" hati Letta sedikit bergetar setelah Arsya mengatakan ingin mencari kekasihnya, pesta pentungan saja belum selesai bisa-bisanya pria itu bilang sedang mencari kekasihnya. hati wanita mana yang tidak hancur mendengarnya
"aku hanya menggunakan mu untuk lebih dekat dengan kekasih ku, dan kita akan pergi sebelum acara ini selesai" ucap Arsya tanpa memikirkan sedikitpun perasaan Letta
Palk
Letta menampar keras pipi sebelah kanan Arsya sampai sudut bibirnya pecah mengeluatkan darah
"aku terima tamparan ini sebagai ucapan permintaan maaf ku" ucap Arsya menusap darah dari sudut bibirnya
"Dasar Bajing*an" Kelvin muncul dari belakang dan langsung melayangkan bogem mentah tepat di pelipis Arsya, membuat Arsya kehilangan keseimbangan terguyur jatuh keblakang
Mom Jenny dan Kelvin tidak melihat keberadaan pemilik acara pertungannya berusaha mencari keberadaan Letta dan Arsya
mereka sempat berpikir jika dua sejoli yang sedang di mabuk asmara ini sudah tidak sabar untuk menikah sehingga mereka memilih menyendiri meninggalkan pesta. tetapi betapa terkejutnya mereka mendapati keduanya sedang bertengkar hebat dan keluar sebuah pengakuan yang tidak di sangka dari mulut Asrya sendiri
"beraninya kau mempermainkan keluaraga Edward? memangnya siapa dirimu?! " Kelvin kembali menghajar Arsya dengan membabi buta
"Kak hentikan! hentikan! " Letta sangat marah saat mengetahui Arsya hanya memanfaatkannya, tapi rasa cintanya lebih besar dari pada rasa kecewanya. tidak tega jika pujaan hatinya di aniyaya sepeti itu
"Letta kenapa kau masih membela Si breksek ini?!" gearam Kelvin, karena tidak sekali dua kali pria yang berada di bahwahnya itu menyakiti adik kecilnya
"tapi aku mencintainya kak, aku tidak akan rela jika kak Kelvin menyakiti tunaganku" bela Letta memposisikan diri sebagai tameng Arsya
"Letta kau jangan Bodoh! " Mom Jenny berusaha menyadarkan anak perempuan itu yang sudah di butakan dengan cinta bertepuk sebelah tangan. Mom Jenny menjauhkan Letta dari Arsya meski mendapat penolakan yang alot dari Letta
"jangan pernah kau muncul di hadapan adikku lagi" satu peringatan terakhir dan sebuah pukulan yang sangat keras membuat Arsya terkapar tak berdaya
*
*
*
sesaat setelah pengukapan penghianantan Arsya yang hanya memanfaatkan Letta demi membawa kabur mantan kekasihnya. Letta mengurung diri di dalam kamar
"sayang.. buka pintunya" ucap Mom Jenny "Kelvin cepat kau buka pintu ini" pinta Mom Jenny kepada Kelvin
"jangan coba -coba membuka paksa pintu itu, atau aku akan berbuat nekat!" suara lantang Letta dari dalam kamar
Letta tidak ingin melihat keluarganya melihatnya hancur, terpuruk karena keras kepala memaksakan diri mencintai seorang Arsya