
V berjalan mendekati Zoe, dirinya duduk jongkok tepat di wajah cantik istrinya sambil membelai wajah wanitanya
"Apa yang sedang aku lakukan?" V yang tersadar langsung menarik tanganya dari wajah Zoe "sebenarnya ada apa dengan mu V?" V bermonolok dengan dirinya sendiri mengusap wajahnya dengan kasar
sebelum dirinya berbuat lebih jauh lagi, V memilih untuk keluar kamar
Krukk Kruk
suara cacing cacing perut V sudah mulai berteriak-teriak meminta sang pemilik perut untuk memberinya makan karena tadi V belum sempat makam malam
tidak ingin mengangu istrinya V memilih untuk memasak sendiri. karena penerangan yang minum tanpa sengaja V menabrak sudut kaki meja makan
"Aw.. sial! " V meringis kesakitan memengagi jari kelingking kakinya yang tadi terbentur. V berjalan pincang menuju dapur, sesampainya di dapur V tidak sengaja menyengol tempat sedok hingga sendoknya jatuh dan berceceran di lantai
"kenapa susah sekali sih, mau makan saja! " keluh V sambil memunguti sendok
selesai merapikan sendok, V kembali mencari cari keberadaan panci dan mie istan utnuk ia masak tapi belum sempat ia menemukanya pungungnya di pukul seseoarang dari belakang sambil meneriaki maling
"kuarang ajar, berani kau mencuri di Apartemen ku" suara seorang wanita yang sangat ia hafal
V berusaha memegang tangan Zoe "Zoe ini aku!" ucap V memajukan wajahnya kehadapan Zoe agar dirinya bisa melihat dengan jelas
"V sejak kapan kau menjadi pencuri?"
"mana ada pencuri di Apartemen sendiri?" kesal V memengagi seluruh tubuhnya yang sakit terkena pukulan Zoe
"bagaimana aku tidak mengangapmu maling jika kau tengah malam mengendap-endap sepeti maling" bela Zoe "kau mencari apa tengah malam seperti ini?"
"aku lapar"
"kalo lapar kenapa tidak membangunkan ku biar aku memasakkan sesuatu"
.
.
"Makanlah" Zoe menyodorkan spageti mie instan sama seperti yang peranh ia buatkan di saat mereka pindah ke apartemen ini
tanpa pikir panjang V langsung menyantap makananya dengan lahap, dipikiranya saat ini hanya memuaskan cacing-cacing perutnya yang sudah dari tadi kelaparan
"makanya pelan-pelan" Zoe menuangkan air minum untuk V takut dengan kecepatan makan sepeti itu suaminya bisa tersedak
V meletakkan alat makanya lalu menatap intes wajah istrinya setelah teringgat sesuatu yang dari tadi ingin ia ucapkan "maaf"
"untuk? " Zoe menautkan alisnya bingung
"maaf, saat kau membutuhkanku aku tidak ada di sampingmu" ucapan tulus permintaan maaf V dari lubuk hati paling dalam "kenapa kau tidak menceritakan kalo kau hampir saja di culik"
"bagaimana kau-"
"Kelvin sudah menceritakan semunya pada ku jadi sekarang kau jelaskan semua pada ku, apa kah aku memiliki seorang musuh?"
Zoe mengelengkan kepalanya "sepetinya mereka orang suruhan mantan pacar ku"
"Mantan pacar mu?"
Zoe mengaguk "seperti yang kau tahu, dia belum melepasku dan serangan di perusaan waktu itu membuatnya yakin kalo aku berada di Indonesia"
karena kemampuan Zoe yang bisa meretas semua sistem keamanan dunia membuat mantan pacarnya itu kesulitan untuk menemukanya sampai saat penyerangan siber di perusahaan keluarga Willem. mau tidak Zoe menggunakan Virus yang ia buat sendri untuk menyelamatkannya dan itu artinya Zoe menggali kuburanya sendirian karena cepat atau lambat mantanya itu akan segera menemukan dirinya