
"maaf Sayang aku tidak bisa" lirih Arsya menundukkan kepalanya
"kenapa?"
"ini pekerjaan ku, aku tidak bisa meninggalkanya"
"kalau kau tidak mau meninggalkanya, maka kau harus kehilangan diriku!" ancam Zoe
"Ap-apa maksudmu?"
"aku tidak mau memiliki kekasih yang bekerja ilegal, lebih baik kita berpisah saja"
"Sayang apa yang kau bicarakan? aku sangat mencintaimu, tidak mungkin jika kita berpisah"
"kalau kau tidak ingin aku pergi dari mu maka keluarlah dari dunia hitam ini kita jalani kehidupan kita sendiri" ucap Zoe membelai wajah kekasihnya "dengar Arsya aku tidak ingin hidup di bawah bayang-bayang ketakutan akan musuh, tinggalkan semuanya kita mulai kehidupan baru" Zoe berbicara selembut mungkin agar pria dihadapanya itu melunak dan mau menuruti keinginanya
"Tapi Alexa, aku tidak bisa" Arsya mengegam erat tangan Zoe yang membelai wajahnya lalu mencium punggung tangannya
"apa kau tidak mencintaiku?"
"Apa maksud mu? tentu saja aku sangat mencintai mu" Arsya membelai wajah Zoe
"jika kau mencintai ku maka keluarlah dari bisnis ilegal ini jika tidak maka kau harus merelakan aku keluar dari hidupmu" ucap Zoe tegas dan jelas. membuat Arsya menatap pada dirinya dengan tatapan yang terkejut "ya Arsya kau harus memilih antara aku atau pekerjaan mu" jelas Zoe yang menegrti arti tatapan Arsya
"Tidak mungkin aku bisa memilih antara keduanya, kau dan pekerjaan ku sangat berarti bagiku"
"Tidak ..tidak Alexa, aku tidak bisa"
"kalu begitu kau harus bisa merelakan aku pergi" Zoe menghempaskan tangan Arsya yang masih mengegeam rerta tanganya lalu berjalan keluar
"Alexa kau mau kemana?" Cegah Arsya
"sudah aku katakan, jika kau tidak ingin keluar dari pekerjaanmu maka kau harus merelakan aku pergi"
"Tidak..tidak akan aku biarkan kau pergi dari ku" Arsya yang gelap mata tidak ingin Zoe pergi dari hidupnya mulai mencium dan mendorong tubuh Zoe hingga terjatuh di atas sofa lalu menghimpitnya
"Arsya apa yang kau lakukan?" Zoe terkejut saat Arsya berbuat kasar untuk pertama kalinya kepdanya, perubahan sikap yang seratus delapan puluh derajat sangat berbeda dari sikap yang ia tunjukkan selama ini kepadanya. Keterkejutan Zoe terus berlanjut, rasa terkejut itu berubah menjadi panik saat kekasihnya itu berusaha membuka paksa pakaianya
"aku tidak ingin kehilangan dirimu sayang, dan hanya dengan cara ini kau akan menjadi milikku" ucap Arsya menyeringai, terus melancarkan aksinya untuk memperkosa Zoe
"Lepas.!!..Lepaskan!!. Arsya kau brengsek!!" Zoe trus saja berusaha untuk memberontak melepaskan diri.
Sesungguhnya Arsya tidak ingin melakukan ini kepada wanita yang sangat ia cintai, bahkan ia menghormati keinginan wanitanya itu yang tidak ingin di sentuh sebelum mereka menikah. tapi semumya telah berubah saat wanitanya mengancam ingin pergi dari hidupnya.
Arsya tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya hidup tanpa seorang yang mencintainya. setelah kepergian orang tuanya, Zoe lah yang dapat mengantikan kekosongan di hatinya, dengan cinta Zoe Arsya bisa kembali hidup dan mengerti apa arti kehidupan.
Jadi ia tidak akan merelakan Zoe pergi dari hidupnya, seakan separuh nyawanya bersama Zoe dan apa yang dilakukan saat ini yaitu membuatnya hamil agar anak mereka dapat mengikat wanitanya untuk tidak pergi darinya