
"ini Tuan berkas keuangan bulan lalu" ucap Veny setelah berdiri di hadapan V memberikan berkas yang dibutuhkan V
"hem, taruh saja di meja" jawab V tanpa melihat ke arah Veny
"Eee.., Tuan tidak istirahat makan siang? " tanya Veny membranikan diri "bagaimana kalo kita makan siang bersama?"
"tidak bisa!" bantak keras Jouly dari arah belakang, dari awal Jouly memperhatikan prilaku Veny yang sok cantik membuat hati Jouly memanas tetapi masih ia tahan karena V tidak menangapi semua itu. amarahnya tidak dapat di bendung lagi saat Veny dengan lancangnya mengajak V untuk makan siang bersama
dengan langkah tegap dan penuh amarah Jouly menghampiri Veny "tidak bisa! V akan makan siang dengan ku" ucap Jouly tegas
"kenapa tidak bisa? memangnya kau siapa?" sentak Veny tak mau kalah
"tentu saja! karena Aku.. aku-" Jouly diam sesaat dirinya juga bingung dengan statusnya sat ini, dia bukan pacarnya V karena V tidak pernah mengutarakan perasaanya, dirinya hanya mirip dengan alm istrinya
"aku apa? kenapa tidak bisa jawab?" Veny tidak ingin kalah dengan Jouly yang notabenya OB yang tidak jelas pendidikanya, berbeda jauh dengan dirinya lulusan kuliah ekonomi berpredikat cumlaude universitas ternama di Bandung. akan merusak harga dirinya jika dirinya kalah dengan seorang OB
"K-Kau sendiri kenapa mengajak Tuan V makan siang?"
"sudah jelas aku ini karyawannya, tidak masalah kan jika aku mengajak makan atasan ku?"
"enak saja... (bla bla bla) "
dua wanita itu beradu argumen, memang jika Veny dan Jouly bertemu seperti kuncing dan anjing selalu saja bertengkar tentang hal sepele
V yang melihat pertikaian para wanita merebutkan dirinya hanya menyaksikan saja dan akan bertindak jika situasinya sudah tidak kondusif. itung-itung ini hiburan gratis di tengah-tengah kesibukaan pekerjaan
"ide bagus" Veny setuju dengan usul Jouly
"Tuan V kau akan makan siang bersama ku kan?" tanya kedua wanita itu secara bersama membuat mereka melirik satu sama lain sambil mengumpat dalam hati
V yang melihat kekompakan kedua wanita yang memperebutkanya itu sedikit terkejut saat tatapan mata mereka beruda menuju ke arahnya
"aku tidak ingin makan siang dengan kalian berdua" jawab V dengan suara beratnya
"Kenapa?" tanya Jouly dan Veny secara bersama kembali
"karena aku sudah ada janji dengan orang, jika kalian ingin makan siang, pergilah bersama waktu kalian tinggal tiga puluh menit lagi" Ucap V melihat jam yang melingkar ditanganya
ternyata Jouly dan Veny sudah beradu argumen kurang lebih tiga puluh menit waktu yang cukup lama hanya dengan maslaah sepele yaitu mengajak atasnya makan siang bersama
"Apa?! " pekik Jouly "kenapa kau tidak bilang dari tadi kalo tidak makan siang di luar? " Jouly merasa marah dan jengkel karena sia-sia sudah dirinya berdebat dengan Veny ujung-ujungnya V tidak makan siang dengan mereka berdua
"salah sendiri kalian tidak tanya padaku dulu" acuh V menerusakan pekerjaannya setelah melihat pergulatan seru
"Kau-" Jouly yang emosi meremas tanganya sendiri untuk meredam emosinya
kini Jouly dan Veny hanya bisa balik kanan bubar jalan, lebih baik mereka memanfaatkan waktu setengah jam untuk mencari makanan