
Rumah Sakit Internasional
sudah dua hari Zoe berbaring di ruang inap rumah sakit. Karena shok atas kejadian kemarin bayi mereka sempat tidak bisa bertahan dan kondisi itu diperparah dengan kondisi tubuh Zoe yang semakin melemah sampai dia sempat koma. tapi untungnya dengan kerja keras para tim medis papan atas dan semangat Zoe untuk pulih, akhirnya Zoe bisa melewati semua masa masa kritis itu.
V selalu bersama Zoe, dia tidak pernah memeninggalkan Zoe sedikitpun. V selalu disisi Zoe mengengam erat tangan istrinya itu, menyemangatinya untuk bisa survive demi anak mereka
setelah penantian panjang akhirnya Zoe sudah mulai sadarkan diri, perlahan-lahan ia membuka matanya
"Kau sudah bangun sayang?" tanya seorang pria yang setia menemani Zoe
"V" lirih Zoe
"iya sayang ini aku" V membelai wajah istrinya yang masih terlihat pucat, tanpa permisi dan tidak tahu malunya air mata V mengalir begitu saja saat Zoe membuka matanya. air mata bahagia karena zoe akhirnya kembali kepadanya
"V apa yang terjadi? " tanya Zoe membelai wajah V yang penuh dengan pelster luka dan lebam
"tidak apa-apa sayang, tidak apa-apa... " V memeluk tubuh Zoe, ia bersyukur Zoe dan calon anaknya baik-baik saja
Hiks Hiks Hiks
Zoe mulai menangis saat mengingat semua bekas luka di wajah V di sebabkan oleh apa
"Sayang kenapa kau menangis? apa kau merasa kesakitan? dibagian mana yang merasa sakit? " V melepas pelukannya dan mengecek setiap inci tubuh Zoe
Zoe mengeleng-gelelengkan kepalanya "aku baik -baik saja"
"lalu kenapa kau menangis? "
"aku ingat kau kemarin tertembak, apa kau baik-baik saja? lukamu tidak parah? kenapa kau disini? seharunya kau istirahat saja..... "
"Sssttt...aku baik-baik saja sayang, kau jangan terlalu cemas. yang terpenting sekarang adalah pemulihan kesebatan kalian berdua" V memegang perut Zoe
"apa kau yakin? "
"sangat yakin" ucap V sambil tersenyum
untung peluru itu hanya menyerempet bahunya dan membuat luka sobek di sana, membuat darah V mengalir tanpa permisi yang membuat Zoe shok. tidak ada luka serius yang dialami V dirinya hanya perlu istirahat untuk pemulihan luka bekas berantemnya
"kalau kau masih tidak percaya, aku bisa memanggil dokter untuk menjelaskannya. percayalah aku baik-baik saja hanya perlu istirahat saja" terang V kembali, melihat mata Zoe yang masih memancarkan ketidak percayaannya
"sini... "Zoe menepuk sisi tempat tidurnya, bermaksud untuk V tidur si sampingnya. untung tempat tidur rumah sakit itu lumayan besar dan bisa menampung dua orang (meski tidurnya harus dempet depetan, bukan kah itu lebih romatis?π)
"katanya kau juga butuh istirahat, sini tidurlah di sebelah ku" ucap Zoe lagi, karena V hanya memandanginya dengan tatapan bingung
mendengar itu, bak seperti matahari bersinar di wajah V. V tersenyum lebar, dengan senang hati ia berbaring di sebelah istrinya
"sungguh kau tidak apa-apa? " tanya Zoe lagi sambil membelai wajah wajah V. jika dilihat dari dekat luka di wajah V sepertinya sangat parah dan pasti sangat sakit
"sudah aku katakan berapa kali? aku baik-baik saja"
satu detik dua detik mereka saling diam memandangi mata satu sama lain, tidak ada obrolan diantara mereka. V memutuskan kontak matanya, kini tanganya beralih ke dagu milik istrinya
Cup
V mengecup bibir manis Zoe yang sudah lama ia tidak menciumnya. lewat ciuman itu V memberikan kasih sayangnya serta rasa terimakasih karena Zoe sudah bisa bertahan demi dirinya dan juga calon anak mereka
kecupan itu perlahan berubah menjadi sebuah lamutan, semakin lama-semakin lama ciuman itu berubah menjadi bergairah
tidak berbeda dengan Zoe, dirinya yang juga sudah terbakar gairah langsung melingkarkan tangannya kelehar V
sudah lama mereka bertukar Siliva bahkan mungkin mulut mereka sudah mulai kebas, kesemuatan, pegel-pegel (ya bagaimana mereka tidak merasakan itu, jika mereka melakukanya selama sepuluh menit. pastilah selesai ciuman bibir mereka auto bengkak π)
karena dibutakan oleh kabut gairah, Zoe tanpa sengaja memegang bekas jahitan dipundak V yang membuat V meritih kesakitan dan terpaksa menyudahi percumbuan mereka
"Aaaa..... " rintih V
"V kau baik-baik saja? " tanya Zoe khawatir dengan nafas yang sudah berlarian
"haha... "V tertawa saat melihat bibir istrinya yang sudah jontor pulus memerah karena perbuatanya
"kau kenapa tertawa?" tanya Zoe bingung, karena Zoe masih mengkhawatirkan keadaan V
"kita itu tidak tahu malu, baru juga sakit bisa-bisanya memiliki gairah sperti ini"
"Ck, kau duluan kan yang memancingnya" Zoe mengerucutkan bibirnya
"iya.. iya sayang, setelah sehat nanti aku akan melakukanya sampai kau sakit lagi" Goda V
"Ck.. kau itu jahat sekali " Zoe memukul dada bidang V "apa kau lupa? kalau kau menyakitiku berati menyakiti dua orang sekali gus, aku dan dia " Zoe mengusap-usap perutnya
V tersenyum jahil "aku akan melakukannya sangat perlahan, jadi tidak akan menyakiti baby kita"
"Ck, kau itu! "
"sudah kita istirahat saja, agar kau cepat pulih dan aku bisa segera melakukannya"
"V! "
mereka pun tertawa bersama, V memutuskan untuk memekuk Zoe saja sambil sesekali mencium kening istrinya. berusaha untuk tidur dan melupakan kegiatan bergairah tadi (kan bisa gawat jika V sampai lepas kontrol π)
*
*
satu minggu kemudian
setelah rawat inap secara insentif selama satu minggu, Zoe sebenarnya sudah di perbolehkan pulang tapi V bersikeras untuk Zoe dirawat lebuh lama lagi. karena dirinya ingin memastikan Zoe dan Baby mereka benar benar mendapatkan kesehatannya seratus persen
"V aku sudah baik-baik saja, kenapa kau tidak memperbolehkan aku untuk pulang? " rengek Zoe
"konsisi mu masih belum stabil sayang, kau di sini saja sampai Baby sudah sehat betul"
"Ck, V apa kau tidak terlalu berlebihan? kita bisa merawat Zoe di rumah, kita bisa menyewa perawat untuk mengontrol kesehatanya" ucap Mom Fairus dan di setujui oleh Zoe
kini Mom Fairus dan Dad Wille berada di ruangan inap milik Zoe, karena mendapat kabar mantunya sudah di perbolehkan pulang, merka langsung datang ingin menjemputnya tapi plening membawa Zoe pulang harus hancur karena berdepat dengan V yang tidak ingin Zoe di bawa pulang terlebih dahulu
"aku tidak mau Mom, disini ada dokter yang nerawat Zoe dua puluh empat jam"
saat perdebatan mereka semakin sengit, tiba-tiba ada dua orang masuk keruangan tersebut, membuat suasan seketika menjadi tegang
...πππ...
Alah.. pasti suster dan dokter yang masuk, tapi kok malah tegang?? Hayo kira-kira siapa yang datang? yuk komen π