Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 98



siang sudah menjadi malam, V berdiri didekat jendela kamarnya di lantai dua melihat jalan yang akan di lalui Jouly "kenapa dia belum datang" V menunggu kehadiran Jouly. sudah jelas dirinya menyuruh Jouly datang jam lima sore tapi sampai pukul delapan malam OB nya itu belum juga datang


Kruk Kruk


bunyi suara perut V yang sudah mulai kelaparan, V sudah tidak bisa menunggu Jouly lagi, bisa-bisa dirinya pingsan karena lapar jika harus menunggu karyawanya itu yang belum tentu akan datang


Karena lapar V memutuskan untuk memasak sesuatu, dirinya berjalan ke dapur dan mencari bahan makanan. dirinya baru ingat jika baru pindah dan tidak ada bahan makanan di dalam kulkas, hanya tersedia beberapa bungkus mie instan. tiba-tiba V teringat sesuatu tentang Mie instan


Mie instan akan menjadi spageti di tangan Zoe, dirinya ingat betul waktu itu dirinya dan Zoe baru pindah ke Apartmen dan sama seperti saat ini belum ada bahan makanan dan hanya ada mie Instan. dengan keterampilan memasak Zoe mengubah mie instan menjadi spegeti berkelas tinggi tidak kalah dengan spageti yang berada di Restoran Eropa


Spageti adalah makanan sepesial bagi V Karena spageti merupakan makanan favorit V dan Zoe. Karna sudan terlalu lapar dan ingin mengenang masakan Zoe, V memutuskan untuk membuat spageti ala dirinya sendiri


saat di pertengan memasak V mendengar suara pintu diketuk dari luar "dia baru datang?" V melihat jam yang melingkar di tanganya menunjukkan waktu 20:30 wib. dengan langkah tegap V berjalan ke arah pintu dan membuka pintu dengan kasar bersiap untuk marah


"kenapa kau lama sekali!" hadrik V sambil membuka pintu


"Tuan? Anda menunggu ku?" tanya Vitto


"saya khawatir dengan Anda Tuan" jawab Vitto tulus, boleh di kata Vitto hanya sebagai bawahan tapi persahabatanya sangat tulus terlebih kepada orang yang sudah pernah menyelamatkan nyawanya


"aku tidak apa-apa, kau boleh kembali" ucap V hendak menutup pintu


"apa Anda sudah makan?" tangan Vitto menahan daun pintu


"Apa tugas ini juga di berikan oleh Mom Fairus kepada mu?" keluh V, karena ingin terbebas dari keposesifan Mom Fairus sekarang malah asisten pribadinya itu yang terlalu posesif


V masih bisa menerima jika Mom Fairus posesif terhadapnya karena wajar sebagai seorang ibu tapi berbeda cerita dengan Vitto yang tidak ada ikatan apa pun, tentu saja V risih terlebih mereka sama-sama pria tulen. Apa kata orang jika seoarang pria mengingatkan makan kepada pria lain bisa-bisa mereka dikira gay. maka dari itu V tidak ingin tinggal satu atap dengan Vitto, bisa rusak nanti kewibawaan dan kelelakianya


"iya Tuan" jawab jujur Vitto, memang dirinya di tugaskan Mom Fairus untuk memperhatikan makanan dan kegiatan V selama di Bandung


V menarik nafas panjang lalu mengeluarjannya dengan kasar sambil mengeleng-gelengkan kepalanya, dirinya tidak menyangka masih saja orang sepatuh itu.


V yang sudah muak dengan ke posesifan Mom Fairus dan asistennya itu memilih untuk masuk kedalam, lebih baik ia makan spageti yang baru saja ia buat dari pada harus meledeni tingkah konyol asistenya