
"Tuan.., Tuan V" pangil Bi Inah membangunkan V
"ehmm? " jawab V tanpa membuka matanya
"Tuan kenapa tidur disini?? "
"Bibi bisa lanjut bekerja, biar aku yang membangunkanya" ucap Zoe dari belakang Bi Inah
"Baik Nyonya"
kemudian Bi inah melanjutkan bersih-bersih di temapt lain dan Zoe yang ingin membangunkan suaminya duduk di sofa dimana suaminya itu tudur
"V.. bagun" Zoe mengoyang-goyangkan bahu V tapi V tetap saja terlelap dalam mimpinya "V bagun! " Zoe sedikit meninggikan suaranya tapi lagi-lagi V tidak membuka matanya entah sudah berapa kali Zoe bsrusaha membangunkanya
"V bagun sudah pagi!! "
"aku masih ngantuk" igau V
"kalau kau tidak bangun, aku akan benar-benar memperkosa mu" bisik Zoe tepat di telinga V dan benar saja ancaman itu mampu membagukan V
"Jangan!! "teriak V. sangking terkejutnya V sampai bangun terduduk
V sempat terdiam sejenak saat matanya menangkap sosok wajah istrinya, seakan V terhipnotis oleh keindahan wajah Zoe, sungguh wajah cantik yang belum pernah ia lihat sebelumya
"kenapa kau ada disini? " tanya V kepada Zoe setelah akal sehatnya kembali
"tentu saja membagunkan mu, ada Bi Inah di sini kenapa kau malah tidur di sofa? "
"sudah jelas jawabanya, bahwa aku tidak akan pernah mau tidur dengan emhhh" ucapan V terhenti saat mulutnya di bekap oleh tangan istrinya
Zoe dengan sekuat tenaga menarik tangan V untuk masuk kedalam kamar kemaudain menutup pintu kamar agar dirinya bisa leluasa bicara
"Kau ini kenapa? " taya V kesal karena dirinya di paksa masuk ke dalam kamar
"memangnya kenapa? dia orang kepercayaan keluarga besar kami jadi tidak mungkin dia berbuat macam-macam apa lagi berkhianat"
"maka dari itu, pasti Bi Inah tidak akan peranh berkhianat kepada Mom Fairus"
"apa maksudmu? "
"Ck, Bi Inah sengaja di kirm Mom Fairus sabagai mata-mata untuk mengawasi kita"
"mata-mata?? untuk apa Mom Fairus mengatasi kita? "
"astaga" Zoe menepuk jidatnya sendiri, kesal karena suaminya itu tidak mengerti juga dengan apa yang ia maksudkan "kita menikah karena di jodohkan pasti lah orang tua mu ingin melihat perkembagaan pernikahan anaknya"
"oh iya, benar juga ya? " sahut V setelah paham penjelasan dari Zoe
"tentu saja benar" jawab Zoe membangakan diri "maka dari itu kau jangan pernah tidur di luar lagi, atau kita akan kena masalah nantinya"
"iya tapi kan-"
"sudah tidak ada tapi-tapi, kau masih mengingat perjanjian kita kan? "
"tentu saja"
"bagus, selama kita masih belum bertemu dengan orang yang kita cintai, kita harus berpura-pura sebagai pasangan suami istri" ucap Zoe kemudian melangkah keluar dari kamar
V terdiam melihat pungung Zoe yang perlahan menghilang di balik pintu, dirinya masih bingung berusaha mencerna setiap kata-kata yang di ucapkan oleh Zoe, entah mengapa dirinya pagi ini seperti blank tidak bisa berfikir, apakah faktor dirinya baru saja bangun tidur sehingga nyawanya belum ter kumpul semua? entah lah
"kenapa dia yang malah mengatur ku? " tanya V bingung kepada dirinya sendiri "tauk Ah.. pusing" V memilih untuk menyegarkan tubuhnya dari pada mengingat semua perkataan Zoe tadi
seperti biasa selama V mandi Zoe di dapur untuk mempersiapkan sarapan pagi untuk mereka