
Jouly mengolesi hidung Vitto dengan minyak angin, tidak berselang lama Vitto perlahan-lahan mulai tersadar
"aku ada dimana?" tanya Vitto sambil mengedarkan pandangannya
"kau sudah sadar? " tanya V
melihat Vitto sudah sadar V mengambil alih tempat duduk Jouly, membuat Jouly tergeser kebelakang tertutup badah kekar V.
"aku ada di mana tuan?"
"kau berada di kantor "ucap V membantu mendudukkan Vitto
"Aaa.. akhirnya pak asisten sadar juga" triak Jouly girang dari arah belakang V
"Ha-hantuuu..." Vitto kembali pingsan untuk ke tiga kalinya, saat melihat wajah Jouly yang tiba-tiba muncul di belakang V "Eh.. Kenapa pak Asisten pingsan lagi? " ujar Jouly ter heran-heran "memangnya seseram itu kah wajah ku?" Jouly memegangai wajahnya sendiri, ia rasa wajahnya baik-baik saja tapi kepana pak asisten pingsan terus saat melihat wajahnya
Jouly yang awalnya tidak percaya jika wajahnya menyeramkan, kini sedikit mulai percaya. karena tidak mungkin orang akan pingsan tiga kali saat melihat wajahnya
"wajah mu tidak bermasalah, hanya saja wajahmu mirip dengan seseorang"
"dengan siapa? " tanya Jouly cepat
"dengan istriku "
V mengambil ponsel yang ada di saku jasnya lalu memperlihatkan foto dirinya bersama Zoe saat mencoba gaun di butik kepada Jouly
Jouly yang baru pertama kali melihat wajah istri Tuan nya itu merasa terkejut sampai ia membuka mulutnya lebar karena wajahnya sama persis seratus persen dengan dirinya
"karena istri ku meninggal dunia satu tahun yang lalu akibat kecelakaan " ucap V merebut kembali ponsel nya "tapi aku yakin dia masih hidup dan sekarang dia ada di samping ku" V mantap lekat wajah Jouly
"Astaga... aku turut berduka cita Tuan" ucap Jouly bersimpati "aku sekarang mengerti kenapa pak Asisten memanggilku hantu"
"apa kau tidak mengingat foto ini?" pancing V
"mengingat ? itu kan Foto tuan dan istri tuan, mana mungkin aku mengingatnya aku saja baru pertama kali melihatnya. memangnya aku yang berfoto dengan tuan? "
"ya, ini adalah foto kita berdua, apa kau tidak mengingatnya sama sekali?! " V mencengkram bahu Jouly berusaha menyadarkan istrinya itu supaya tidak Berpura-pura lupa kepadanya
"Tu-tuan lepaskan" Jouly ketakutan melihat sikap V seperti ini, sikap marah tapi tidak dalam artian marah sesungguhnya ada hal lain, itu terpancar jelas dari kedua bola mata V
"Zoe, kau Zoe kan?!"
"Bu-bukan Tuan aku Jouly"
Jouly berusaha menyingkirkan tangan V dari bahunya, setelah dirinya terbebas dengan segera Jouly lari kabur dari ruangan Tuan nya itu
"akan aku buktikan jika kau adalah Zoe ku" tekat V mentap punggung Jouly yang hilang di balik pintu
V sengaja memperlihatkan foto Zoe kepada Jouly. dirinya ingin melihat reaksi Jouly, memang Jouly terkejut seakan baru pertama kali melihat foto tersebut tetapi tekat V sudah bulat ia akan menembukan bukti jika Jouly sebenranya adalah Zoenya
V berjalan penuh semangat kembali ke meja kerjanya, kini prioritasnya selain menyelamatkan perusahan Dad Wille dirinya juga berusaha mendapatkan cintanya kembali