Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 77



"kau hati-hati" ucap Mom Fairus lalu angukkan oleh Dad Wille


setelah drama perpisahan Mom Fairus dan Dad Wille. kini Dad Wille dan Vallen mengendarai mobil menuju kantor untuk membantu V melacak keberadaan Arsya dan Zoe tapi sebelumnya Dad Wille memerintahkan anak buahnya untuk berjaga di depan pintu ruang inap menantunya


*


*


V yang sudah berada di markas langsung masuk ke ruang dimana Vito di sekap


Bruak


suara pintu dibanting oleh V yang tidak sabaran ingin segera mebertemu dengan seseorang yang tahu tempat persembunyian Arsya


"diaman tempat persembunyian Arsya ?" tanya V tanpa basa-basi mencengram kerah baju Vitto yang sudah penuh dengan darah


"A-aku tidak tahu"


"jangan bohong!" V melayangkan bogem mentah tepat di wajah Vitto sampai Vitto terjatuh kebelakang "Cepat katakan!" ucap V menarik wajah Vito agar menatap kepada dirinya


"aku benar-benar tidak tahu" jawab Vito jujur


tidak puas mendengar jawaban dari Vito, V memukuli Vito dengan membabi buta "jangan pernah kau berfikir untuk membohongi ku" ucap V menyeringai mencekik leher Vito


"un tuk a pa a ku ber bo hong, dia su dah meng khi anan ti ku" jawab Vito tersengal-sengal karena kesulitan bernafas


"Agghh!" triak V melepaskan cengkramanya mendorong Vito ke lantai


Uhuk Uhuk


suara batuk Vito, lega dirinya bisa bernafas kembali setelah dirinya hampir mati karena V


"Baik Tuan" jawab penjaga tersebut kemudian membantu Vito utuk mendudukkanya kembali di atas kursi


V berjalan kelaur dari ruangan tersebut dengan gusar, harapan Vito mengetahui tempat persembunyian Arsya pupus sudah. Arsya memang lawan yang tanguh dia sudah mensiapkan rencana sebegitu rupa dan pasti ia tidak akan memberi tahu segala rencananya kepada orang yang ia curigai sebelumnya termasuk sahabatnya sendiri Vito


"Zoe kau ada di mana?" lirih V mengusap wajahnya kasar


Drt Drt


suara posel V berbunyi, tanpa melihat siapa orang yang menghubunginya V langsung mengangkat panggilan itu. hanya satu hal yang ada di pikiranya yaitu barang kali itu telfon mengenai informasi keberadaan Zoe


"Hallo Kak V, ini aku"


"Kau?" tanya V kaget mendengar suara yang tidak asing baginya, sampai V melihat ke layar ponselnya untuk memastikan apa yang ia dengar tidak salah "ada apa kua menelfon ku?" tanya V to the point karena ia tidak memiliki waktu untuk bersantai


"Kak Apa kau sudah tahu jika Kak Zoe di diculik?"


"Vega! jika kau bicara tidak berguna lebih baik aku tutup telfonnya!" ucap V hendak mematika panggilan telfonnya


"Tunggu! Jangan dimatikan!" triak Vega


"Ada apa lagi?" ketus V mau tidak mau menaruh kembali ponselnya ke telingganya "dengar ya Vega! aku sedang tidak mood-" ucapan V terpotong saat V tidak begitu jelas mendengar Vega berbicara "katakan lagi, apa yang kau katakan tadi?


"aku berada di gedung dimana kak Zoe disekap" jawab Vega


"Kau ada dimana sekarang?"


"aku akan mengirim lokasi ke Kak"


"baik, tetap di sana dan awasi sekeliling, kakak akan segera ke sana" Ucap V berlali menuju mobilnya lalu menjalankanya dengan kecepatan penuh menuju maps yang yang dikirim Vega "Zoe tunggu aku, aku pasti menyelamatkan mu" ucap V dalam hati