
Rumah Sakit Internasional
seperti yang di saran Dokter Eric kemrin, jika V masih mengalami mual muntah maka harus di bawa ke Rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut
Kini V dan Zoe sedang berada di ruangan Dokter Eric, mengkonsultasikan keluhan sakitnya
"Kak, apa V di santet? " tanya Zoe kepada Dokter Eric. meski status mereka sudah berubah dimana Zoe menantu keluarga Willem dan Dokter Eric bekerja kepadanya tapi Zoe masih menganggap Dokter Erric adalah kakaknya sendiri
"Sayang, Kau ini bicara apa? "V tidak habis fikir dengan istrinya yang masih percaya hal-hal seperti itu, Zoe tahu darimana coba? mengingat dia kan amnesia?
"aku sering melihat di TV yang biasanya tayang tengah malam, orang bisa mengirimkan guna-guna kepada orang yang tidak di suka dan secara medis itu tidak bisa di deteksi kemudian mati Huuua... Huaaa...." Zoe menangis jika meninggat tayangan tadi malam yang ia tonton katanya dari dalam tayangan itu si korban perlahan-lahan akan merasa sakit yang semakin parah kemudian meninggal
V memijat kepalanya yang merasa pusing bukan karena sakit melainkan pusing dengan tingkah istrinya yang mudah sekali terpengaruh dengan tanyangan TV. dulu ia dituduh berselingkuh gara-gara salah satu siaran sinetron di TV sekarang dia menganggap jika sakitnya karena di guna-guna
V rasa dirinya harus membuang semua TV yang ada di Mansion agar tidak di tonton Zoe, bisa bahaya jika Zoe selalu overthingking seperti ini
"hei.., sayang aku baik baik saja, aku disini ...cup cup cup" V menenangkan Zoe
"Tenang Nyonya, Tuan V tidak mengalami ganguan yang Nyonya sebutkan tadi" meski Dokter Eric dan Zoe pernah sebentar menjadi Kakak beradik Dokter Eric tetap profesional memanggil Nyonya kepada Zoe. Dokter Eric tidak ingin mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaannya
"Lalu? V sakit apa? " tanya Zoe sambil mengelap ingus yang keluar dari hidungnya
"Tuan V, Anda merasa mual setiap hari atau pada jam-jam tertentu? "
"aku mual saat di pagi hari karena mencium masakan yang menyengat setelah aku muntah tubuhku terasa sangat lemas dan tidak bertenaga lalu aku akhir akhir ini suka aroma tubuh istriku"
Dokter Eric tersenyum lebar sepertinya dugaanya benar
"Kenapa kau tersenyum? memangnya aku sakit apa? " tanya V menyelisk
"em... diaknosa saya, sepertinya sumber sakit Anda dari Nyonya Zoe, maka dari itu kita harus memeriksanya"
"Ada apa dengan istriku? "
"Aku kenapa?? kenapa aku peyebab sakitnya suamiku? Huaaa....Huaaa..." Zoe kembali menangis,entah sudah berapa kali Zoe menangis akhir akhir ini. dirinya sendiri juga tidak mengetahuinya kenapa dia lebih sensitif terhadap ucapan orang lain
"Eeee... ini bukan penyakit, melainkan ini berita gembira " Dokter Eric menjadi merasa bersalah karena salah ucap, dirinya seharusnya tahu jika ibu hamil memang lebih mudah sensitif
"Apa maksudnya mu? " V menatap tajam kepada Dokter Eric karena dia berbicara memutar-mutar penuh teka teki
"mari ikut saya, untuk lebih jelasnya"
Dokter Eric membawa mereka ke ruang Dokter lain yang biasanya memeriksa kandungan
Zoe yang diperiksa di sebuah bilik yang tertutupi korden dengan Dokter Leni, masih diruangan yang sama V dan Dokter Eric sedang duduk di meja ruangan Dokter Leni sambil melihat monitor yang terpasang di tembok
"benarkan dugaan ku Tuan?" Dokter Eric merasa bangga dan bahagia untuk Zoe
"Dugaan mu apa? kalau bicara yang jelas! " hadrik V
V memang tidak tahu apa yang di maksud oleh Dokter Eric, karena yang ia lihat hanya sebuah bintik hitam
Dokter Eric mengaruk kepalanya yang tidak gatal, dirinya lupa jika V tidak tahu apa yang ia lihat
"Anda lihat bintik hitam itu? "
"Ehm"
"itu adalah anak Anda"
"APA?!! "
"iya Tuan, Nyonya Zoe sedang mengandung"
Sontak V langsung membuka korden dan masuk kedalam, menatap Zoe dengan penuh cinta
"V? Ada apa? apakah aku sakit aparah? " tanya Zoe ketakutan
"tidak sayang, kamu baik baik saja" V langsung memeluk istri tercintanya " Terimakasih sayang Terimakasih " V menghujani wajah Zoe dengan kecupan manis
"Terimakasih untuk apa? "
"Terimakasih, karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang Daddy"
"Apa? jadi maksudmu, aku sedang..."
"iya Sayang" V menciumi lembut bibir Zoe meluapkan rasa cintanya, melupakan dua Dokter yang masih berada di sana
sementara Dokter Eric dan Dokter Lina yang awalnya ikut bahagia karena kehamilan Zoe kini tiba-tiba menjadi canggung setelah melihat kemesraan pasangan pasturi yang sebentar lagi menjadi orang tua
...πππ...
Selamat Selamat bagi Zoe atas kehamilannya π
semoga ibu dan Baby selalu sehat π
BTw tadi sempat ribut dikit ya tentang masalah sinetron di TVπ Wah...! bahaya juga ya. tanyangan yang bisa mempengaruhi penontonya π
Semoga Reader ku sayang tidak terpengaruh dengan Sinetron yang di ikan terbang ya ππ