Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 108



"Letta jangan berbuat macam-macam! " Kelvin tahu betul adik Kecilnya itu tidak akan main-main dengan ucapanya. dulu Letta pernah hampir bunuh diri karena hal yang sama yaitu sakit hati dengan pria yang sama "kita bicarakan ini baik-baik, buka pintunya" Kelvin melembutkan suaranya agar adiknya itu sdikit melunak


"tinggal kan aku sendiri kak, aku sedang ingin sendirian" ucap Letta sambil tetisak


"tidak! Mom tidak akan membiarkan mu sendirian, Mom tidak ingin kamu kenapa-napa sayang"


"Mom tolong mengertilah, aku sedang ingin sendirian saat ini"


"tapi berjanjilah kau tidak akan berbuat nekat" pinta Kelvin


tidak ada sahutan dari dalam sana, yang terdengar hanya suara isak tangis dan suara barang-barang yang di banting. Mom Jenny beserta Kelvin memberikan ruang untuk Letta untuk meluapkan semua emosinya tapa meninggalkan sedikitpun pintu kamar Letta


sekitar tiga puluh menit Letta sudah puas mengeluarkan emosinya Kelvin bersaha membujuk adiknya itu untuk keluar


"Letta ini kakak, buka pintunya" pinta Kelvin mengetuk pintu kamar Letta "ijinkan kakak masuk"


Ceklek


suara kunci pintu di buka dari dalam menandakan Kelvin diijinkan Letta untuk masuk kesalam kamarnya, sungguh kejadian yang sangat langka adiknya mengijinkan Kelvin masuk. biasanya adiknya itu akan mengunci di kamar berhari-hari bahkan sampai tidak makan dan minum


"hanya Kak Kelvin yang boleh masuk" terdengar suara Letta sambil membukakan pintu


Mom Jenny yang dari tadi menunggu bersama Kelvin, harus mengurungkan niatnya untuk melihat putrinya dan mempercayakan Kelvin untuk menenangkan Letta


setelah Kelvin masuk kedalam, Letta segera mentup kembali pintu kamarnya agar pembicaran mereka berdua tidak di dengar oleh orang lain


"Letta.. Letta.. Kau diaman? " tanya Kelvin mencari adiknya karena kondisi kamar Letta sangat gelap sehingga Kelvin tidak dapat melihat dengan jelas


"kakak" pangil Letta memeluk pungung Kelvin sambil masih menangis


"kau baik-baik saja? " tanya Kelvin membalikkan badan membalas pelukan adiknnya dan memberikan kekuatan kepada adiknya itu bahwa semua akan baik-baik saja.


"kenapa dia jahat sekali sama aku kak? kenapa dia memperlakukan ku sepeti ini? " keluh Letta


"aku tidak mau pria lain! aku ingin Arsya kak!


Kelvin menghela nafasnya panjang, memang sulit menghadapi Letta yang keras kepala ini


"kakak mau kan membantu aku untuk menyatukan aku dengan Arsya?" pinta Letta


"Letta, apa kau masih ingin bersamanya setelah apa yang di lakukannya kepada mu? " Kelvin mengurai pelukanya, dirinya ingin melihat langsung wajah Letta, menelisik adakah kebohongan dimatanya karena sudah di sakiti dan di khiananti berkali-kali Letta tetap mencintai Arsya


"aku tahu, tapi aku tetap mencintainya kak" jawab jujur Letta "jadi mau kan kakak membantuku?" Letta membuat wajah memohon dan Kelvin sudah tidak dapat menolak permintaan Letta jika sudah sperti itu


"baiklah kakak usahakan" pasrah Kelvin, jauh di lubuk hatinya ia tidak tetima jika Arsya sebagai adik ipranya


"terima kasih kak" Letta memeluk erat Kakaknya dan di balas oleh Kelvin


"sekarang kita keluar dan makan bersama"ajak Kelvin tidak ingin Letta jatuh sakit


Letta mengelengkan kepalanya "aku belum lapar kak" Letta mengurai pelukanya lalu berkalan kearah tempat tidur dan duduk di tepian tempat tidur


"kau belum makan dari tadi siang, masak tidak lapar" Kelvin mengikuti Letta ikut duduk di sampingnya


"aku sangat lelah kak, aku ingin istirahat"


"baiklah, istirahatlah jika kau butuh sesuatu panggil pelayan atau kakak"


Letta mengagukkan kepalanya lalu berbaring di tempat tidurnya. Kelvin kakak yang baik dan sangat perhatian setelah menyelimuti Letta dan mengucapkan selamat malam, Kelvin berjalan keluar


"kak" panggil Letta sesaat Kelvin membuka pintu "apa kakak tahu siapa mantan kekasih Arsya? " tanya Letta mengubah posisinya menjadi duduk


"Eee.. dia.." Kelvin sudah mengetahui nama Kekasih Arsya yang akan kabur hari ini tapi dirinya ragu untuk mengatakanya kepada Letta