
Hari ini adalah hari minggu V akan seharian di Villa, hal yang tidak pernah V lakukan sebelumnya. jika dulu V akan tetap bekerja agar tidak teringat Zoe tapi kali ini berbeda Zoe sudah kembali, Zoe bersamanya dan V tidak akan pernah membiarkan Zoe pergi lagi
terlebih semalam mereka saling menuangkan rindu dan kasih sayang di atas ranjang membuat cinta V bertambah dalam begitu pula dengan Zoe
layaknya pengantin baru V selalu menempel seperti perangko, tidak membiarkan Zoe bergerak bebas. seperti sekarang ini contohnya Zoe sedang memsak untuk sarapan pagi mereka tapi selalu digangu oleh V yang memeluknya dari belakang
"V lepaskan... aku tidak bisa bergerak" keluh Zoe menahan rasa geli yang menjalar keseluruh tubuhnya karena V tetus saja menciumi tengkuknya
"Sayang, kita pesan makanan saja. aku tidak ingin kau terlalu lelah" ucap V menegelamkan wajahnya di leher Zoe
"tapi aku ingin memasak untuk mu" Zoe membalikkan badanya menatap suaminya "sekarang duduk lah dengan tenang di meja makan biar aku selesaikan memasak" printah zoe
"tapi sayang -"
"tidak ada tapi tapi duduk sekarang!" tegas Zoe
V pun terpaksa melepaskan pelukkannya dan berjalan gontai ke sofa ruang tengah dengan wajah yang di tekuk. melihat V seperti itu membuat Zoe sedikit bersalah sudah membentak suaminya
Zoe segera meneyelesaikan masaknya agar bisa membujuk suaminya yang sedang merajuk
tiga puluh menit kemudian masakan Zoe sudah siap di atas meja makan, kini waktunya memanggil suaminya untuk makan bersama
Zoe mencari keseluruh ruangan yang ada di Villa tapi tidak menemukan suaminya, sampai ia mendengar suara TV yang menyala di ruang tengah dan langsung menghampirinya
dilihatnya V sedang tertidur di sofa dengan mengegam sebuah remot di tangan kanannya
"V.... bagun" Zoe mengoyang goyangkan bahu V
"eh... V lepskan" ronta Zoe
"aku menginginkan mu sayang" bisik V di telinga Zoe
sontak Zoe membulatkan matanya sempurna karena terkejut dan memukul dada bidang suaminya
"Kau gila ya? ini sudah pagi! lagi pula luka mu belum juga sembuh" Zoe membuka sedikut baju V memperlihatkan bekas cakaran Zoe semalam
"aku tidak peduli, mau kau mencakar seluruh tubuhku aku akan terima" goda V merangkul kembali pinggang ramping Zoe
"Apa tidak sakit? " tanya Zoe melihat luka bekas cakaranya yang sepertinya dalam
"tidak, asal aku bisa memakan mu" jawab V cepat
"Dasar mesum!" pukul Zoe kembali "sudah tidak ada makan makanan seperti itu yang ada kita makan makanan yang sudah aku masak" Zoe menarik tangan V membawanya ke meja makan
"tapi sayang aku ingin" melas V
"tidak! punyaku saja masih sakit " tolak Zoe mentah mentah
V akhirnya mengalah dirinya tidak bisa memaksakan kehendaknya dan setelah mereka selesai sarapan V mengajak Zoe untuk melihat filem bersama di ruang tengah
mereka tiduran saling memeluk di atas sofa yang bisa di ubah ubah menjadi tempat tidur, seharian mereka habiskan dengan melakukan aktivitas bersama dan mengobrol tanpa membahas masalah hubungan ranjang bahkan dimalam harinya V malah tertidur duluan.
didalam hati kecil Zoe dirinya merasa bersalah sudah menolak suaminya