
Warning 21++
Zoe tersentuh dengan ucapan V, wanita mana yang tidak bahagian dengan pengakuan cinta tulus dari seorang pria? Zoe yang terharu tanpa sadar bulir bulir air keluar begitu saja dari kedua matanya
"hei, kenapa kau menangis sayang? " V mengusap air mata Zoe
"ini air mata bahagia, aku sangat bahagia dan beruntung memiliki pria yang sangat mencintai ku"
"aku lah yang seharusnya beruntung memiliki mu"
V mencium bibir Zoe dengan lembut, Zoe hanya diam menerima tanpa membalas ungkapan kasih sayang V
meski ini bukan first kiss tapi Zoe lupa cara untuk membalas ciuman dari suaminya
"kenapa kau diam saja saat aku cium? " tanya V setelah melepaskan tautanya
"memangnya aku harus apa? " tanya balik Zoe bingung
V tersenyum melihat tingkah polos istrinya, amnesia sungguh membuat keuntungan besar baginya, bayangkan saja dulu pertama kali mereka bertemu selalu saja bertengkar dan kalian tahu sendiri se bar bar apa Zoe dulu di bandingkan sekarang yang lebih kalem dan polos
"kau tidak harus melakukan apa pun, kau cukup diam saja biar aku yang bekerja" V kembali melamut bibir Zoe kali ini V melakukanya dengan rakus
V menahan tengkuk Zoe agar dirinya dapat memperdalam ciumanya, Zoe yang diam saja tidak membalas atau pun memberontak memudahkan V untuk mengeksplor rongga mulut Zoe dengan lidahnya
tangan V yang satunya sudah merayap masuk ke dalam baju Zoe
"ehmm" Zoe terkejut menahan tangan V yang sedang bermain di area dadanya
"aku menginginkan mu sayang" suara berat V yang sudah bercampur dengan gairah
V tidak mengindaikan ucapan Zoe, V perlahan lahan membaringkan Zoe
V kembali mencium bibir mungil Zoe sembari menyalurkan rasa cita mereka lewat sela-sela tangan yang saling mengegam
ciuman V kini turun ke area leher Zoe membuat sang pemilik leher menggeliat kegelian
dengan lihai V melepas satu persatu kancing baju tidur Zoe tapi tidak semuanya karena V ingin bermain perlahan
Zoe yang mendapat serangan hanya diam karena di dalam pikiran dan hatinya sedang bentrok
dalam akal sehatnya Zoe sangat malu saat V mulai membuka bajunya, ingin rasanya dirinya kabur dari sana. tapi di dalam hatinya menahan hati kecilnya mengingatkan lebih toh mereka juga sudah menikah
V pun bermain di daerah kesukaanya yang sangat ia rindukan, memberikan tanda ke pemilikan di sana
tubuh Zoe tidak henti-hentinya mengeliat geli saat V memainkan semua area sensitifnya, sampai tubuhnya bergetar hebat merasakan sesuatu yang keluar dari kepemilikkannya
Zoe pun merasa lemas setelah pelepasanya, dirinya memejamkan matanya dan mengatur nafasnya yang sudah tidak beraturan
"kau menyukainya sayang? " terdengar suara V yang berbisik di telinganya
Zoe membuka mantanya dan menatap langsung sosok V yang sedang sibuk membuka bajunya sendiri
"K-kau mau apa?" tanya Zoe panik melihat sesuatu yang tegak diantara paha suaminya dan betapa terkejutnya Zoe mendapati dirinya sendiri yang juga sudah polos tanpa sehelai benang pun. entah bagaimana ini bisa terjadi Zoe pun tidak mengingat kapan V membuka seluruh bajunya
Zoe pun tambah panik saat tubuh mereka berdua saling bersentuhan tanpa penghalang
"tidak usah kau tutupi, aku sudah melihat semua tubuhmu" ucap V mengoda istrinya