Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 123



Di Mansion


Mom Fairus sedang gelisah mondar mandir di dalam kamar, dirinya gelisah memikirkan V. sepertinya anak ke duanya itu bertambah gila, bagaimana tidak gila? terakhir mereka telefon V berbicara semakin ngaco alias ngehalu


Mom Fairus mengingat semalam mereka telefonan dengan V


"halo Mom, apa kau tadi menelfonku? "


"Hallo V....Oh tadi Mom telepon meminta mu untuk berkencan" Mom Fairus pikir mungkin tadi telefonya terputus karena sinyal jelak


"oh Mom ingin aku berkencang dengan wanita itu? "


"iya, Mom akan kirim lokasi dan waktunya"


"Mommy kan sudah tahu aku sudah menikah jadi mana mungkin aku berkencang dengan wanita lain di belakang istri ku, kecuali dia mengijinkanya"


"Sayang, kau tahu kan Zoe sudah-"


"Oh tadi Mom sudah berbicara dengan Zoe? Apa katanya? " potong V


"V kau itu kenapa, Zoe kan sudah-"


"Apa??? dia bilang setuju? "


"V, kau baik-baik saja kan?


Tut Tut Tut


Mom Fairus semakin Frustrasi dirinya ingin sekali terbang ke Bandung melihat sendiri keadaan V tapi disisi lain Mom Faitrus harus stand by menemani Gea yang sedang memasuki waktu melahirkan


"Vega! " pekik Fairus memiliki ide "Ya, aku kirim saja Vega ke Bandung untuk melihat V" Mom Fairus segera keluar mencari anak bungsunya


disaat Mom Fairus sedang mengkhawatirkan keadaan V berbanding terbalik dengan V yang kini sedang bahagia


V yang sudah terbagun terlebih dahulu memandangi wajah cantik Zoe yang sedang pulas tidur di pelukkannya


"Morning" ucap V sumringah saat mata V bertemu dengan mata coklat Zoe


Zoe yang masih belum sadar sepenuhnya membalas senyum V lalu memeluk V untuk mencari kehangatan di pagi hari yang dingin


"Sa-sayang jangan seperti ini, aku takut aku akan memakan mu lagi" ucap V menahan gejolak gairah karena saat ini mereka masih belum mengenakan apa pun dan saat Zoe memeluknya ada sesuatu yang kenyal menempel di dadanya


Tubuh mereka sama sama masih polos memudahkan V untuk memasuki kembali istrinya, tapi V tidak melakukannya Karena tidak ingin membuat Zoe kecapeaan mengingat kondisi kesehatanya yang masih belum stabil.


Zoe yang tahu arah pembicaraan V langsung terperanjat kaget, menjauhkan dari tubuh V dan tidak lupa menutupi tubuhnya yang polos dengan selimut


"Ma-maaf aku tidak bermaksud" ucap Zoe gugup


V tersenyum melihat tingkah manis Zoe yang masih malu-malu dengannya, lalu V mengecup kening Zoe


"aku tahu kau juga menginginkannya bukan?" Ucap V memincingkan matanya menggoda Zoe, lalu bernajak dari ranjang berjalan ke kamar mandi sebelum diirnya lepas kendali


ucapan V sontak membuat Zoe panas dingin, jujur Zoe juga menginginkannya, terlebih saat dirinya melihat barisan roti sobek milik V tapi ia menahannya karena miliknya masih terasa sakit dan perih, Zoe tidak ingin membuatnya lebih parah bisa bisa diirnya tidak bisa berjalan mengingat semalam mereka melakunnya dengan penuh gairah yang sudah lama tidak tersalurkan


cukup lama V berada di kamar mandi, mungkin dirinya harus bermain solo dulu di dalam sana