
luka bekas jahitan oprasi memang sudah menutup dan hampir sembuh tapi luka didalam hati masih terbuka dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkannya.
"Kau mau kemana V?" tanya Mom Fairus melihat V beranjak dari tempat duduknya
"aku mau ke kamar"
"Mommy ikut"
"Mom!" pekik V geram kepada Mommy nya karena tidak membiarkannya sendiri
"Mom kak V itu sudah dewasa kenapa juga harus Mom awasi terus seperti anak kecil?" protes Vega
"kau anak kecil tau apa..."
V tidak ingin memdengar perdebatan antara Mom Fairus dan Vega berjalan pergi meninggalkan mereka menuju ke kamar
di dalam kamar V merebahkan tubuhnya yang terasa lelah di atas tempat tidur tapi sebelumnya V sudah mengunci pintu kamar agar Mom Fairus tidak mengagunya.
"Zoe kau sedang apa?" batin V dalam hati menatap lagit-lagit kamar "aku merindukan mu" air mata V mulai mengalir dari kedua kelopak matanya
*
*
di sebuah kamar berdesain moderen terdapat seorang gadis sedang gelisah dalam tidurnya. sepertinya gadis itu sedang mengalami mimpi buruk
"Agghh!" triak gadis itu terbagun dari tidurnya dengan nafas yang ngos-ngosan
"sayang kau kenapa?" tanya seorang wanita kisaran empat puluh tahun masuk kedalam kamar gadis itu
"aku mimpi dia lagi mah" Jouly memeluk erat mama Gita
"kau mimpi seorang pria menagis lagi?" tanya Mama Gita dan dijawab agukan Jouly
Jouly setiap malam Jouly selalu bermimpi seorang pria yang sedang duduk di sebuah kursi menangis tersedu-sedu dan disaat Jouly menghampiri pria itu ingin menayakan sebab kenapa dia menangis pria itu justru memarahinya kemudian mengilang begitu saja
"kau itu, sudah dewasa masih saja meminta mama untuk menemani mu tidur"
"mah aku Mohon" Jouly memperlihatkan Puppy Eyes nya membuat Mama Gita luluh dan tidak tega menolaknya
"sayang, sepertinya kau harus segera menikah supaya kau ada temen untuk menemani mu tidur"
"aku tidak ingin meninggalkan Mama dan Papa aku ingin tinggal bersama kalian"
"sayang, kau itu sudah dewasa sudah sewajarnya kau menikah"
"aku masih belum memikirkannya, aku sudah bahagia dengan kehidupan ku saat ini ada mama, ada papa dan kak Eric aku tidak butuh orang lain lagi"
"apa kau mencintai mama dan papa?"
"sangat, aku sangat sangat sangat mencintai kalian semua" Jouly memeluk Mah Gita dengan posesif
"kami juga sangat menyayangi mu Jouly" Mom Gita membalas pelukan Jouly dan mencium kening anak gadisnya itu lalu mereka kembali tidur saling berpelukan satu sama lain
pagi harinya
keluarga Wijaya sedang sarapan pagi bersama
"apa semalam kau mimpi buruk lagi" tanya Papa Galih di tengah-tengah sarapan pagi mereka
"bagiaman papa tahu?" tanya Jouly dengan polosnya
Papa Galih hanya bisa tersenyum melihat kepolosan anaknya itu "tentu saja papa tahu, karena papa tadi terbagun sedirian" Papa galih mencubit gemas pipi Jouly
"Ups maaf pa" jawab Jouly tersenyum kaku
"Oh iya, kenapa kau bekerja di perusahaan itu sebagai Ob? Papa bisa memberikan mu jabatan di perusahan papa atau meminta Kakak mu Eric mencarikan pekerjan yang bagus untuk mu"
"Pa aku ingin mandiri tidak ingin bergantung dengan papa atau kak Eric"