Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Season 2 6



Di dalam ruang kerjanya V masih saja memfikirkan, apa hal salah yang ia lewatkan


"Ada sesuatu yang mengangu pikiran Anda?" tanya Vitto memberanikan diri, karena semenjak V masuk kedalam ruanganya V terlihat melamun


" tidak.. tidak.. kau boleh melanjutkan pekerjaan mu, aku mau menelfon Zoe"


"Baik Tuan" Vitto menundukkan kepalanya hormat sebelum dia keluar dari ruangan itu


setelah kepergian Vitto dari ruanganya, V menghubungi istri tercintanya tapi ini sudah dua kalinya V memanggil ponsel milik istrinya dan satu kali ke ponsel ibunya masih saja belum ada yang menjawab, membuat V sedikit khawatir


Tok Tok


tiba tiba pintu ruang kerja V di ketuk dan memperlihatkan Vitto masuk kedalam


"Tuan ada yang ingin saya sampaika" ucap Vitto setelah berada di depan meja V


"Ehm" V menjawab singkat, karena saat ini dirinya sedang berusaha menghungi Vega


"dia sudah sadar dan ingin bertemu dengan Anda"


V sangat terkejut dengan apa yang di ucapkan Vitto, hingga dirinya memebulatkan matanya menatap ke arah Vitto tapi sebelum V bereaksi terdengar suara dari sebrang telfon


" Hallo.... "


"Hallo Veg..., diamana kakak ipar mu? " tanya V to the point


"Ada, dia bersama yang lain di ruang tengah"


mendengar jawaban dari adiknya V sedikit erasa lega, ke khawatir berlebihan yang sempat berhinggap di hatinya tidak menjadi kenyataan


"Sykurlah.... "


"memang ada apa? apa ada masalah? "


"tidak apa-apa semua baik-baik saja, tolong kau berikan telfonya kepada Zoe"


"Ck, kau itu merepotkan sekali" grutu Vega, karena lagi-lagi dirinya menjadi korban kebucinan dari V


"mom... dimana kak Zoe? "


"dia pergi keluar sebentar "


"kemana? "


"ke kantornya V, tadi ada seseorang menjemput nya dan memintanya datang ke kantor"


V mendengar semua percakan antara Vega dengan Mom Fairus lewat sabungan telefon, kini tangannya meremas kertas dokumen yang ada di hadapanya


"kakak menelfon ku hanya untuk memastikan kak Zoe sudah berangkat atau belum? " kesal Vega karena dirinya harus turun darj tangga untuk mengecek apakah kakam iparnya itu sudah berangkat atau belum


"berikan telfonya ke Mom" ucap V dengan suara beratnya


"Hallo sayang, ada apa? " ucap Mom Fairus setelah menerima ponsel Vega


"Apa maksud Mom Zoe pergi dengan seseorang yang tidak dekenal? bagaimana Mom bisa membiarkan Zoe pergi? " tanya V masih dengan suara beratnya tapi kali ini dia berusaha menahan amarahnya


"bukan orang asing sayang, tadi Zoe pergi bersama orang suruhan mu dia juga bekerja di defisi IT di perusahan kita"


"apakah dia bukan orang suruhan mu? " tanya Mom Fairus mengetahui bahwa ada suatu hal yang tidak beres


"Mom...! Kenapa kau membiarkan Zoe pergi"


"tadi dia menunjukkan ID perusahan kita jadi kami mempercayainya"


"Apa? "


"Tunggu sebentar tadi aku sempat memfoto dia, aku akan mengirimkannya kepadamu" Mom Fairus mematikan sambunagn telefon lalh mencari foto yang sempat ia ambil saat Zoe hedak di bawa pergi oleh orang asing itu


" Damn!! " V mengerprak meja kerjanya dengan sangat keras hingga kaca meja pecah melukai tanganya sendiri


sekarang V bisa menarik lurus benang merahnya, benang yang ruwet yang sendari tadi mengangu pikiran dan hatinya kini sudah mulai menemukan titik terang.


jadi serangan Cyber palsu tadi itu hanya untuk memancing V keluar dari Mansion karena targetnya adalah Zoe dan sialnya V baru mengingat ancaman beberapa hari lalu mengenai gaun berlumuran darah yang di bungkus kado menandakan jika itu adalah sebuah ancaman dari musuh dan bodohnya V kali ini dia lengah


kabar gembira tentang kehamilan Zoe membuat V melupakan hal satu itu dan kali ini ia menuai akibatnya Zoe dan calon anaknya sekarang sedang dicilik. entah bagaimana kehiduapan V setelah ini jika tidak bisa meyelamatkan mereka berdua


"Ada apa Tuan? " tanya Vitto


"Zoe diculik"


"Apa? "


"Segera siapkan pasukan"


"Baik Tuan"


Ting


bunyi suara Notifikasi pesan di ponsel V, membuat Vitto mengurungkan niatnya untuk pergi dari ruangan tersebut, dirinya ingin mengetahui apakah itu pesan dari penculik?


Ternyata itu pesan dari Mom Fairus mengirimkan foto orang asing yang membawa kabur Zoe


"Tuan, dia orang yang Tuan Vallen cari , dia adalah orag baru yang belum lama ini bekerja di perusahaan kita" ucap Vitto mengenali wajah itu


"Sial! " V meninju meja kerjanya untuk kedua kalinya. dirinya merutuki kelalaiannya sebab dengan kelaianya itu sekarang dua orang yang sangat ia cintai menjadi korbanya "siapa dia?! kenapa dia begitu berani berurusan dengan keluarga ku?" musuh memang tidak terlihat dan banyak dimana-mana "Vitto, lacak keberadan mereka"


"baik Tuan"


Ting


lagi-lagi suara notifikasi pesan di ponsel V berbunyi lagi dan membuat Vitto lagi-lagi mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruangan itu


dan benar saja kali ini pesan dari si penculik


..."Hallo.. Tuan V yang terhormat. pasti Anda sudah tahu jika istri tercinga Anda sudah bersama kami...


...maka selamatkan istri cantik mu ini, datanglah sendirian ke jalan ******** dengan uang tebusan lima ratus milyar dan ingat jangan pernah menghubungi polisi atau mencoba membodohi kami, kalau kau tidak ingin melihat jasad istrimu"...


Prang!


V melempar posel milihknya hingga pecah tak berwujud setelah membaca pesan itu, dirinya sudah sangat marah sampai ke ubun-ubun