
"apa kau tidak ingat kejadian semalam?" tanya V menautkan kedua alisnya, dan dijawab gelengan kepala olah Zoe
"memang apa yang terjadi semalam?" lirih Zoe berharap-harap cemas.
Zoe berharap bahwa tidak terjadi apa-apa semalam meski bukti sudah jelas tapi Zoe berharap itu semua hanya akal-akalan V untuk mengodanya
"em ...e. bagaimana jelasinya" V bingung ingin mulai dari mana "jadi semalam kita itu ...." V memperagakan telapak tanganya menumpuk jadi satu seperti kegitanya semalam
"Aaaa....Tidak!" Zoe berteriak menutupi telinganya menggunakan kedua tanganya "pasti kau berbohong! pasti sekarang ini kau sedang mengoda ku kan?" tebak Zoe
"kenapa kau menyangkalnya? bukan kah melakukan itu halal? kita kan sudah menikah atau jangan-jangan kau berharap orang lain yang melakukan itu?" V meresa curiga karena Zoe seperti tidak terima
"bukan seperti itu.. hanya saja aku masih belum percaya aku kehilangan keperawananku" lirih Zoe
"Apa kau menyesal?" selidik V
Zoe menggelengkan kepalanya, memang dia tidak menyesal malah bersykur dirinya melakukanya dengan suaminya. tidak dapat ia bayangkan jika dirinya melakukanya dengan orang lain pasti dirinya akan sangat malu dan merasa terhina meski ia melakukanya dalam keadaan tidak sadar (dalam pengaruh obat perangsang)
"jika kau tidak menyesal, bagaimana kita ulangi kegiatan yang semalam?" V mulai mendekatkan diri kepada Zoe.
Melihat bagian atas tubuh Zoe yang ditutup selimut, sudah membuat pikiran mesum V bertrefeling mengingat kegiatan panas semalam yang ingin ia ulangi lagi
"Ti-Tidak Mau!" Zoe berdiri dari tempat tidur dengan tangan yang masih memegangi selimut untuk menutupi tubuhnya, ia tidak mau jika harus mengulangi lagi karena jujur miliknya saat ini masih terasa sakit dan perih
"Tidak!!!" teriak Zoe melarikan diri masuk ke dalam kamar mandi.
sedangkan V tertawa terbahak-bahak saat mendengar umpatan Zoe dari dalam kamar mandi
"V brengsekkk!!!" teriak Zoe sangat keras, melihat nanar pantulan dirinya di cermin. pantulan tubuhnya yang penuh dengan tanda merah di sekujur tubuhnya karena bekas kepemilikan V dan betapa terkejutnya Zoe saat melihat gaun yang baru kemarin ia beli dengan harga yang tidak murah sudah hancur tidak berbentuk
"apa benar aku sudah tidak perawan?" kaki Zoe tiba-tiba saja lemas dan jatuh terduduk, meratapi dirinya yang sudah tidak perawan atau lebih tepatnya dirinya penasaran seganas apa V di atas ranjang sampai sekujur tubuh remuk dan bajunya hancur
tok tok tok
"kau masih lama di dalam?" tanya V mengetok pintu kamar mandi, sudah hampir setengah jam Zoe berada di dalam
"sebentar" teriak Zoe dari dalam "aku harus pakai apa? baju semalam sudah kau rusak" ucap Zoe membuka pintu keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono
"aku sudah membelikan mu baju" V meberikan baju yang tadi ia beli sebelum kembali ke Vila
"What??!" pekik Zoe terkejut "kau menyuruhku mengunakan kai ini?" Zoe melihat kain yang diberiakan suaminya itu dari atas sampai bawah
"ini bukan kain, ini namanya baju gamis"
"iya tapi-" Zoe bukanya tidak suka hanya saja dirinya tidak terbiasa mengunkan baju tertutup, apalagi gamis yang di belikan V satu set dengan kerudung yang tidak kalah panjang dan besar dari bajunya