
"dan apa kau tau siapa pria itu?" tanya V menatap intes wajah Zoe yang duduk di sampingnya
Zoe mengeleng-gelengkan kepalanya lemah lalu V kembali memlihat kedepan
"dia adalah pria yang akan menjadi tunanganya besok" V tersenyum senang sekaligus sedih, V ikut senang Letta dapat menikah dengan cinta pertemanya dan sedih karena dirinya tidak dapat menikah dengan cinta pertamanya
"keras kelapanya Letta mendapatkan prianya tidak sia-sia, meski sudah ratusan kali dia ditolak akhirnya dia bisa berdampingan denganya" V membayangkan bagaimana usaha Letta untuk mendapatkan cintanya "bagaimana menurutmu perjuangan Letta?" tanya V masih setia mengkhayal
"Zoe apa kau mendemgar ku?" tanya ulang V karena ia tidak kunjung mendengar jawbaan dari istrinya
V menatap ke arah Zoe lalu tersenyum ternyata istrinya itu tangah tertidur pulas "kenapa setiap kali aku bercerita kau selalu saja tertidur?" V membelai wajah Zoe dengan lembut entah mengapa saat melihat wajah Zoe yang sedang tertidur hatinya menghangaat dan damai
V mengendong tubuh Zoe untuk dipindahkan ke kamar
.
.
keesokan harinya
Zoe mebuka lemari memilih-milih baju mana yang cocok ia kenakana untuk acara pertunangan adik Kelvin
"kenapa kau belum siap?" tanya V menghampiri Zoe yang kesal memilih baju
"tidak ada satu baju pun yang cocok" Zoe ngkrucutkan bibirnya
"pakai saja baju yang sering kau gunakan di kraton" ejek V
"ihhh.."Zoe mencubit gemas perut suaminya "apa kau mengejek ku?"
V tertawa senang karena dapat mengoda istrinya
"kita akan terlamabat nantinya"
"lebih baik terlambat dari pada tidak datang sama sekali"
Zoe terus saja memaksa pergi kebutik selain dirinya belum pernah di belikan gaun oleh suaminya dirinya juga ingin terlihat cantik ketika berdampingan dengan V
mau tidak mau V menuruti keinginan istrinya, tiga puluh menit waktu yang mereka tempuh, akhirnya mobil mereka sampai di sebuah butik terkenal akan gaun yang di rancang oleh perancang Internasiaonal di kota Jakarta setelah sebelumnya ada perdebatan kecil diantara Zoe dan V
V yang ingin membeli gaun di butik satu arah dengan Hotel tempat acara agar menghemat waktu, tapi Zoe ingin membeli gaun di butik berlawanan arah dari tempat acara
dengan berdalil ingin terlihat cantik dan tidak ingin mempermalukan keluaraga Willem dengan mengenakan gaun dari perancang abal-abal akhinya V hanya bisa mengalah dan menuruti keinginan istrinya itu
"menurutmu mana yang lebih bagus?" tanya Zoe kedapa suaminya yang duduk di sofa tunggu yang di sediakan pihak butik untuk custemer VVIP "yang kiri atau yang kanan" Zoe memegang dua gaun cantik pilihannya
"keduanaya bagus" jawab V singkat
"Ck, kau itu!" Zoe menghentakkan kakinya ke lantai lantaran kesal karena V tidak memperhatikanya
"yang sebelah kanan bagus Nyonya" saran dari pelayan
"benarkah? baiklah aku akan mengambil yang ini" Zoe memberikan gaun yang tadi pelayan itu sarankan
"tunggu dulu" V beranjak dari duduknya kemudian berjalan menghampiri Zoe dan pelayan butik "kau ingin memakai ini?" V merebut gaun dari tangan pelayan
"memangnya kenapa itu juga bagus"
"apa ini tidak terlalu terbuka?" V tidak suka dengan gaun yang di pilih Zoe karena gaun itu mengekspos belahan dada dan pungung mulus Zoe