Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 82



saat ini Dad Wille berada di ruang kerjanya bersama dengan beberapa anak buahnya untuk memberikan laporan dari tugas yang di berikan oleh Dad Wille


"bagiaman? apa sudah ada perkembagan?" tanya Dad Wille duduk di kursi kebesaranya berhadapan dengan empat anak buahnya berdiri berjajar


"kami sudah menyelidiki semanya Tuan"


"bagus, bagaimana hasilnya? apa kalian sudah mengetahui siapa dalang di balik kecelakan Zoe?" tanya Dad Wille dengan suara beratnya


"sudah Tuan, kami juga sudah mengetahui si pemilik mobil"


"siapa pemiliknya?!" tanya Dad Wille tidak sabaran


"Nona Le-Letta Tuan" ucap salah satu anak buah Dad Wille dengan hati-hati, menundukkan kepalanya takut


"Breng*sek!" geram Dad Wille mengebrak meja membuat anak buahnya terkejut dan menundukkan kepalanya takut


"perintahkan seseorang untuk menarik semua saham Willem dari keluarga Edward dan pastikan perusahan Edward bangrut!" perintah Dad Wille tegas dan penuh emosi


"baik Tuan" jawab dua anak buah Dad Wille lalu mereka membungkuk hormat kemudian segera keluar dari ruangan tersebut memlaksanakan perintah dari Tuannya


"bagaimana dengan Arsya?" tanya Dad Wille kepada dua orang yang tersisa berdiri di hadapanya untuk memantau perkembangan Arsya di dalam penjara


"Arsya sudah meninggal karena bunuh diri Tuan"


"Apa?!"


"dia meninggal tadi pagi saat hendak di bawa ke pengadilan, Arsya merebut pistol polisi lalu menembakkan ke kepalanya sendiri" jelas salah satu dari mereka


"aku tidak peduli, dia mati bunuh diri atau di tangan ku yang terpenting dia sudah tidak akan menggangu keluarga ku lagi" ucap Dad Wille dengan santai "bagaimana dengan CCTV jalan?"


"kami masih belum bisa mendapatkannya Tuan"


"Baik Tuan" ucap mereka, membungkuk hormat lalu pergi dari ruangan tersebut


Dad Wille duduk sendirian di kursi kebesaranya memijat pangkal hidungnya yang terasa sangat pusing. Bagaimana tidak pusing Dad Wille kehilangan salah satu mantu kesayanganya dan berdampak kepada anaknya V yang terlihat lebih tertekan dan terluka di tambah orang yang telah membunuh menantunya itu tidak lain adalah anak dari sahabat baiknya


setelah tiga puluh menit Dad Wille menenangkan diri di dalam ruang kerjanya, Dad Wille kemudian keluar menuju tempat makan untuk makan malam bersama dimana semua orang sudah berkumpul termasuk Pa Edo dan Ibu Elena


"diaman V?" tanya Dad Wille tidak melihat anak ke duanya itu


"dia berada di kamar" jawab Mom Fairus


"Bi Asih, Panggil V untuk makan malam bersama" peritah Dad Wille kepada kepala pelayannya


"Sayang biarkan V sendiri" cegah Mom Fairus, karena merasa V membutuhkan waktu untuk sendiri


"Bi Asih!" Dad Wille berbicara dengan penuh penekanan kepada pelayannya agar segera memanggil V


"Ba-baik Tuan"


"sayang kau itu kenapa?"


"aku tidak apa-apa, aku hanya ingin kita makan bersama itu saja"


"sayang kau tidak bisa berbohong kepada ku, katakan sejujurnya ada apa sebenarnya?" Mom Fairus merasa jika Dad Wille menyembunyikan sesuatu


Dad Wille hanya bisa menghela nafasnya kasar menatap seluruh anggota keluarganya yang menatap balik dirinya


"Letta orang yang menabrak Zoe. dia juga terluka mengetahui Arsya hanya memanfaatkanya untuk mendapatkan Zoe, saat Letta mengetahui Zoe adalah mantan pacar Arsya. Letta berfikir dangkal dan melakukan hal yang buruk" jelas panjang lebar Dad Wille