
saat Kevin dan Letta masuk keruang inap Zoe, suasana tiba-tiba menjadi dingin. Dad Wille dan Mom Fairus masih marah dengan tidakan Kelvin yang hampir saja membuat celaka calon cucu dan mantunya, sedangkan Zoe mengegam erat tangan V karena masih ketakutan saat menatap wajah Kelvin
"apa kalian kesini untuk menjenguk Zoe? " ucap V ramah berusaha mencairkan suasana
"Ee.. Iya " jabwab Klevin berjalan mendekati bansal Zoe. membuat Zoe semakin ketakutan
"tenang sayang aku disini, dia tidak akan bisa menyakiti mu" bisik V menenangkan istri tercintanya
"aku minta maaf atas perbuatan ku kemarin, aku tidak tahu jika Zoe sedang hamil. aku sungguh menyesal telah melukai mu V" permintaan maaf tulus Kelvin
"aku sudah memaafkan mu, lagi pula Zoe dan calon baby nya baik-baik saja"
"aku sudah mendengar semunya dari Letta dan Vitto, jika kau menjaga dan merawat dengan baik adik ku saat di rumah sakit dan kau berusaha mencariku"
"aku sungguh menyesal tidak bisa menemukan mu lebih cepat, seandainya saja aku berusaha lebih keras pasti Mom Jenny dan... "
"sudahlah, jangan ungkit-ungkit lagi. aku sudah mengikhlaskan mereka"
"ini semua salah ku, gara-gara cinta butaku terhadap Arsya, aku mencelakai kak Zoe dan menyebabkan kekacauan, kehancuran keluarga kita hiks hiks" penyesalan paling mendalam Letta
Letta tidak menyangka, obsesinya demi mendapatkan seseorang yang tidak pernah menjadi miliknya telah menghancurkan dirinya sendiri dan juga keluarganya, bahkan keluarganya juga ikut memikul dosa atas perbuatannya yang mungkin tidak bisa di maafkan itu
"Maafkan aku kak Zoe Hiks hiks" Letta bersimpu di depan Zoe
Zoe yang melihat itu bingung, wajar saja Zoe bingung dia saja tidak ingat apa -apa. Zoe yang kebingungan hanya menatap suaminya dengan penuh tanda tanya seolah meminta jawaban kepada V apa yang seharusnya ia perbuat.
jika didengar dari pengakuan Letta, Letta memang melakukan hal yang sangat buruk. tentu saja Zoe tak ingat perbuatan apa itu, apakah Zoe tidak perlu memberikan maaf? atau harus menghukumnya? Zoe sendiri pun bingung tapi jika didengar dari tangisnya Letta, dia benar benar menyeaali perbuatannya
"Bangunlah, jangan seperti ini" V mengegam bahu Letta dan menuntunnya untuk berdiri
"Kak V aku sungguh menyesal, maaf kan aku hiks hiks.. " Letta memeluk V dengan erat
"kau sudah aku anggap sebagai adik ku sendiri dan yang terpenting aku sudah memaafkan mu karena kini Zoe ku sudah kembali. kebahagian ku bertambah, aku sebentar lagi akan menjadi Daddy tapi kebahagianku akan semakin complite jika kita menjalain hubungan ini lagi dari awal" V membalas pelukan Letta dengan hangat
"aku sungguh minta maaf V atas perbuatan buruk keluaraga ku" Kelvin tidak ingin ketinggalan, dia memeluk sahabatnya itu dan mereka bertiga menangis bersama dalam satu pelukan
semua orang yang melihat itu pun ikut terharu, dan tanpa sadar mereka juga menitihkan air mata baik Zoe, Mom Fairus ataupun Dad Wille ikut terbawa suasana
"terimakasih V karena sudah memaafkan kami" ucap Kelvin melepas pelukannya. kini Kelvin beralih kepada Dad Wille dan Mom Fairus yang sendari tadi melihat Mereka dari sudut ruangan
"Paman, Tante Maafkan aku. aku mendengar jika paman lah yang membeli saham kami dengan nilai yang tinggi dan kalian secara diam diam membantu keluarga kami. aku sungguh minta maaf karena terlambat menyadari kebaikan kalian Hiks hiks" Kelvin bersujud di depan Dad wille dan Mom Fairus
"sudah lah, jangan seperti ini. kami sudah memaafkan mu" Dad Wille mendirikan Kelvin kemudian mememeluknya "dan kami turut berduka cita atas perginya Jenny dan Edward"
"terimakasih paman" Kelvin membalas pelukan Dad Wille
akhirnya persahambatan keluarga Willem dan Edward kini terjalin kembali, meski sudah berkurang Mom Jenny dan Dad Edward.
...***...
satu minggu kemudian
persahabatan antara dua keluarga besar Wille dan Edward semakin terjalin sangat erat bahkan lebih erat dari pada sebelumnya
meskipun masa lalu tidak bisa di lupakan begitu saja, tapi alangkah bijaknya jika kita saling memaafkan dan mengambil hikmah, pembelajaran dari masa lalu
waktu kebersamaan keluaraga Edward dengan keluarga Wille harus berkahir saat Kelvin memutuskan untuk tinggal di luar negeri bersama dengan Letta
tidak ingin terlaku banyak berhutang budi kepada keluarga Willem, Kelvin ingin hidup mandiri bersma adik tercintanya di negara orang. tetapi V menolak perpintaan Kelvin tersebut
kini mereka berempat yaitu Zoe, V, Letta dan Kelvin Sedang berada di halaman Masion. Kelvin yang sudah bersiap-siap memasukkan semua kopernya kedalam mobil terpaksa terhanti karena V yang tidak ingin Kelvin pergi
"kenapa kalian harus tinggal di Spanyol?" tanya V tidak terima jika Kelvin menetap di sana
"kita punya rumah disana dan kami ingin suasana baru, kita akan berusaha hidup mandiri"
"tapi kenapa harus sejauh itu? kan di Indonesian bisa?"
"kita hanya akan tinggal di sana, bukan berarti kita tidak bisa berhubungan kan? kita masih bisa saling telefon, tukar-tukar kabar dan aku akan sering sering ke sini terutama saat Zoe melahirkan"
"Tapi... "
"sayang, Hormati kepustusan Kelvin. Kau tidak bisa memaksakan kehendak mu. Kelvin hanya tinggal di sana dan akan sering sering kemari, kalau mereka tidak kesini kita saja yang ke sana" lerai Zoe
"baiklah, aku ijinkan kalian untuk tinggal di Spanyol. jika kalian mendapatkan masalah kalian tahu kan harus menghubungi siapa? jangan sungakan jika kalian kembali ke sini, pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk kalian" ucap V akhirnya setuju dengan keputusan Kelvin
"Siap! " Kelvin memberikan hormat seperti siswa yang sedang menjalani upacara bendera
"jaga dirimu baik-baik" V memeluk sahabatnya itu
"Kita pergi dulu kak" Pamit Letta memeluk Zoe
"kalian hati-hati...Dah"
Kelvin dan Letta masuk kedalam mobil, perlahan lahan mobil mereka mulai bergerak dan meninggalkan Zoe dan V yang melambaikan tangan. terlihat jelas raut kesedihan V melepas kepergian Kelvin
"sudah jangan sedih, mereka hanya pindah tidak melarikan diri" hibur Zoe
V tersenyum lalu menatap wajah cantik Zoe "tetima kasih sayang, kau sudah menemaiku disaat aku jatuh dan terluka. terimakasih sudah mendukung ku, kalian adalah sumber kekuatan ku" V mengusap lembut perut Zoe
"sama-sama sayang" balas Zoe penuh dengan kasih
cup
V mengecup bibir Zoe "I Love You"
"I Love You too"
...Tamat...