
Setelah menempuh satu jam perjalanan kini V berada di Caffee Shop terletak tepat di depan kontornya
V menunggu Vitto untuk mengurusi semua berkas kepindahanya sebagai pimpinan baru.
V sedang menatap jalanan Bandung sambil meningmati satu demi satu tegukan coffe yang ia pesan, ada kedamaian jiwa setelah lepas dari ke posesifan Mom Fairus
V menghirup udara sejuk lalu mengeluarkanya secara perlahan. sungguh rasanya seperti seseorang yang bebas dari penjara
Drt Drt
V mengendus kesal saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya, baru saja ia menikmati kebebasanya sekarang orang itu sudah menghubunginya dan dapat dipastikan orang itu akan merengut waktunya dengan ceramahnya yang panjang
"aku sudah sampai Mom" ucap V setelah sabungan telfonnya tersabung
"kenapa ponselmu mati? kenapa kau tidak membals chat Mom, kenapa kau..." segela rentetan pertanyaan Mom ajukan kepada V sampai-sampai V menjauhkan ponselnya dari wajahnya karena tidak ingin mendengar ocehan Mommy nya
tingkah aneh V mampu mengundang perhatian para pengujung Caffee Shop, semua orang melihat V dengan tatapan aneh.
V yang di tatap tersadar akan perbuatan konyolnya langsung mematikan ponselnya tanpa berpamitan dengan Mom Fairus "tidak bisakah Mom Fairus membuat hidupku tenang?" lirih V menatap satu persatu pengunjung di sana, tatapan V terpaku kepada satu pelanggan yang sedang berdiri di depan
Deg
jantung V terasa di pompa sangat kencang saat melihat wajah pelanggan itu yang tidak asing baginya
"Zoe" V sangat ingat betul wajah yang ia rindukan "Zoe!" triak V melihat wanita itu keluar dari Caffee Shop
V berlari ke kanan dan ke kiri tanpa arah dan tujuan, menyetop setiap pejalan kaki untuk memastikan dia Zoe atau bukan
"Tuan Ada apa?" tanya Vitto setelah selesai mengurus berkas-berkas, Vitto langsung kembali ke Caffee Shop dan melihat Tuanya itu sedang kebingungan di depan pintu Cafee Shop mencari seseorang
"Vitto, tadi aku melihat Zoe disini"
"Apa?" kejut Vitto "dimana Anda melihatnya?"
"disini, aku tadi melihat Zoe sedang membeli Coffe dan baru saja keluar dai Caffee ini tapi setelah aku kejar aku tidak menemukannya lagi"
"dengarkan aku Tuan" Vitto memegang lengan V agar menghadap ke arah dirinya "mungkin Anda sedang berhalusinansi, biasanya orang yang sangat kita rindukan bisa hadir di depan mata kita sebagai halusinansi" ucap Vitto serius menatap langsung kedua bola mata milik V
"benarkah? tapi dia tadi sepeti nyata dan aku yakin tadi dia juga menantap ke arah ku. apa benar, apa yang aku lihat tadi hanya halusinasi? " V bermonolog kepada dirinya sendiri, karena sejujurnya ia juga tidak yakin.
"sepertinya Anda terlalu lelah, sebaiknya kita langsung ke Villa saja agar Anda bisa istirahat" saran Vitto dan dijawab agukan oleh V
setelah mobil yang di tumpangi V dan Vitto sudah mualai menjauh terdapat seorang wanita yang dari tadi bersembunyi di sudut Caffee Shop muali keluar dari tempet persembunyiannya
"bagaimana bisa dia mendengar aku?" ucap Wanita itu, tadi dirinya melihat V dan sempat mengatainya
Jouly panik saat V menatapnya balik dan mengira V mendengar umpatanya sebab itulah Jouly lari dan bersembunyi