
"gaun ini bagus" Zoe mengambil gaun yang ada ditangan V dan berjalan menuju kamar ganti
"tunggu! aku tidak suka kau pakai gaun ini" V mengambil kembali gaunya lalu diberikan ke pelayan agar di simpan kembali
V berjalan di antara deretan gaun-gaun pesta dan mengambil salah satu gaun yang ia rasa cocok dengan istrinya "kau pakai ini" V meberikan gaun berwarna blue sky dengan model yang lebih tertutup tapi masih tampak elegan
Zoe menerima gaun yang di pilihkan suaminya untuknya lalu berjalan di kamar ganti
"bagaimana menurutmu?" Zoe keluar dari kamar ganti setelah lima belas menit berada di dalam
"kau itu tidur atau apa kenapa lama sekalali! apa kau tahu Vega sudah menelfon ku sebanyak lima kali" V yang awalnya kesal karena dari tadi keluarganya menelfon dan mengirimkn pesan agar mereka segera datang berubah menjadi terpukau dengan kecantikan Zoe
"maaf" satu kata yang hanya bisa Zoe ucapkan karena menyadari kesalahanya "Ayo kita berangkat sekarang" ajak Zoe
"tunggu dulu!" V menahan tanggan Zoe lalu mengeluarkan ponselnya
"kau mau apa, kita sudah terlambat"
"tunggu dulu, kita ambil foto sebentar" V menjulurkan salah satu tanganya mengambil foto selfy
V ingin mengabadikan kecantikan Zoe karena terakhir mereka foto berdua di saat pernikahan mereka dan waktu itu Zoe tidak berdandan secantik ini
"biar saya bantu ambil fotonya Tuan" usul salah satu pelayan
"baiklah" V memberikan ponselnya
V dan Zoe berpose seperti mereka melakukan pemotertan preweding, tatapan mata V tidak pernah berpaling dari mata Zoe seolah-olah dirinya terhipnotis dengan mata indah Zoe
Hotel Raffles Jakarta
setelah acara tukar cincin selesai acara selanjutnya adalah makan-makan seluruh tamu undagan duduk di kursi dan meja bundar kecil sedangkan sang pemilik acara dan seluruh kerabat keluarga duduk di sebuah meja besar khusus keluarga
Willem dan Edward adalah keluarga terkaya no satu dan no dua dunia tengah duduk berkumpul sambil berbincang-bincang ringan
"jadi kau akan mendahului Kelvin?" tanya Mom Fairus kepada Letta
Ukuk
Kelvin yang sedang makan tiba tiba tersedak saat namanya di sebut sebut "di jaman sekarang tidak masalah mau kakak atau adik duluan yang menikah Aunty" ucap Kelvin yang tidak ingin di paksa menikah karena dirinya sendiri baru patah hati, cinta pertamanya ternyata sudah menjadi istri sahabatnya
"benar apa yang di bilang Kelvin, Fairus" ucap Mom Jenny orang tua Letta dan Kelvin "jaman sekarang tidak apa-apa mau adik atau kakak duluan yang menikah"
"tapi kenapa aku merasa ada yang aneh"
"aneh apa maksudmu Fairus?"
"kalian mengadakan acara pertunagan tapi kenapa orang tua pihak pria tidak hadir?"
"Mereka akan datag saat pernikahan kita Aunty" jawab Letta tersenyum ramah "Kak Arsya hanya ingin memperjelas status ku sebagai tunanganya" Letta mengengam erat tangan Arsya menatap intes wajah tampan prianya dengan perasaan bahagia di hatinya, dirinya bahagia setelah sekian tahun menanti akhirnya pria yang merupakan cinta pertamanya itu akan segera menjadi miliknya selamanya
Arsya membalas tatapan Letta dengan sebuah senyuman yang sulit diartikan