
Keesokan paginya semua orang di kantor mulai mengosip tentang CEO baru mereka yang akan di tugaskan mulai hari ini. semua karyawan membicarakan V termask dengan para OB. sudah menjadi kebiasaan mereka, berkumpul di pantry untuk bertukar gosip setelah membersihkan ruangan sambil menguping pembicaraan karyawan lain
"hei, apa kalian sudah dengar? jika ada pimpinan pusat yang akan kesini?" ucap salah satu mereka memulai bergibah
"iya katanya dia anak ke dua keluarga willem" jawab wanita si ratu gibah
"aku dengar dia adalah anak laki-laki paling ganteng di keluarga Willem" sahut wanita lain yang terkenal bermulut lemes
"benarkah?" sela anggota baru group mereka yang masih belum tahu apa-apa
"tapi sayang di seoarang duda"
"duda biarlah duda yang penting ada duitnya"
OB sudah menjadi kelopok terupdate di kantor, tidak ada berita atau gosip sekecil apa pun yang mereka tidak ketahui bahkan kucing melahirkan di rootop saja mereka tahu. anggota OB adalah orang yang paling banyak dicari oleh karyawan yang lain, biasanya mereka akan mendapat uang lebih dari dengan menjual informasi dan mereka juga membuka layanan jasa seperti memata-matai karyawan lain. Begitulah hidup tidak puas dengan satu pekerjaan saja, bahkan mereka melakukanya dengan senang hati bisa menyelam sambil minum air
"Oh ya diamana Jouly?" tanya ketua group gibah mencari anak baru yang baru beberapa bulan bekerja dengan mereka
"biasa, beli coffe di depan sana"
"oh, kalo dia kembali suruh dia membersihkan ruangan Tuan V"
"ini kak coffenya" ucap Jouly di tengah-tengah gibah mereka
"kenapa lama sekali?" hadrik wanita paling lama kerja di sana
"maaf"
"sudah..sudah.. lebih baik kita antarkan coffe ini ke para karyawan dulu nanti kita malah ketinggalan berita" mereka mengambil coffe yang di beli Jouly "Jouly bersihkan ruangan Tuan V karena hari ini beliau akan datang"
"baik kak"
terpaksa Jouly melakukan perintah para seniornya itu, dengan hati yang panas sambil mulutnya terus saja mengumpat
"dasar senior tidak punya akhlak! mentang-mentang aku anak baru seenaknya saja mereka menyurh nyuruh, awas saja nanti jika aku jadi pemilik perusahaan ini aku pecat semua OB disini" gerutu Jouly sambil mengelap kasar meja kantor V meluapkan semua kekesalan sampai ia tidak sengaja menjatuhkan vas bunga
Pyarr
"oh ya Ampun!" pekik Jouly "padahal sudah selesai kenapa harus pecah segala sih" grutu Jouly "memang benar kata orang amarah hanya akan menimbulkan masalah" Jouly menghela nafas kasar, pekerjaanya yang seharusnya sudah selesai dan dirinya bisa istirahat kini dirinya harus membersihkan pecahan vas bunga yang tadi ia jatuhkan. dengan langkah terpaksa Jouly berjalan kembali ke pantry mengambil skop, Jouly berjalan sambil menundukkan kepalanya merenungi nasibnya sampai dirinya tidak menyadari jika penyambutan CEO baru mereka sedang berlangsung
"kenapa sepi?" tanya Jouly pada dirinya sendiri karena biasanya senior mereka akan berkumpul setelah meletakkan Coffe pesanan para karyawan. tidak ingin ambil pusing Jouly mengambil alat yang ia butuhkan lalu kembali keruangan V