
"Ti-tidak" jawab Jouly gugup, membuang muka ke sembrang arah "jadi aku tidak jadi di pecat?" tanya Jouly memastikan, memberanikan diri menatap wajah tampan V
"aku tidak akan memecat mu, tapi sebagai hukumanya karena kau sudah lancang masuk ke ruang istirahat ku. kau harus menuruti perintah ku baik di jam kerja atau di luar jam kerja"
"What?" mata Jouly melotot mendengar hukuman dari V "tidak bisa! itu namanya kerja rodi, aku tidak mau! Anda bisa saya laporkan ke-"
"gajimu aku naikkan dua kali lipat" potong V
"Du-dua kali lipat?"
"apa mau aku naikkan menjadi tiga kai lipat?" tawar V sambil berjalan dan duduk di tepian tempat tidur
"Ti-tiga?" mata Jouly berbinar-binar membayangkan deretan angka nol di rekeningnya "tapi tunggu dulu, aku disuruh ngapain? awas saja jika kau macam-macam dengan ku" akal sehat Jouly kembali berfungsi karena tidak heran jika Jouly berfikiran tidak-tidak tentang atasnya itu mana ada orang memintan bekerja di luar jam kerja beserta gaji yang di naikkan tiga kali lipat kalo bukan permintaanya aneh-aneh
"cih, memangnya aku tertarik dengan mu?" bohong V, sejujurnya V sangat tertarik dengan sosok Jouly selain wajahnya dan prilakunya sangat mirip dengan Zoe. V juga ingin memastikan jika Jouly sebenarnya adalah Zoe istrinya tapi entah kenapa Zoe tidak dapat mengenalinya atau pura-pura tidak mengenal, itu lah yang saat ini sedang V cari tahu
"Anda jangan menghina Tuan, gini-gini saya sudah punya pasangan" jawab Jouly tidak terima dibilang jelek dan tidak laku
"benarkah? bagus, paling tidak kau tidak akan tertarik denganku" acuh V "oh iya hukuman mu di muali dari hari ini, kau datang ke Villa ku pukul lima tepat, tugasmu membersihkan Vila dan memasak makan malam untukku"
"Apa?!" pekik Jouly
"tidak ada penolakan, silahkan keluar saya mau istrirahat" usir V membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur
"dasar atasan tidak punya akhlak, nyuruh-nyuruh orang seenak jidat" Jouly mengatai, menyumpai, mencacimaki di dalam hatinya
"Jangan harap!" ucap Jouly membalikkan badan, dengan langkah pasti Jouly keluar dari ruangan tersebut sambil membanting pintu
V tersenyum melihat punggung Jouly yang menghilang dari balik pintu "siapa kau sebenarnya?" lirih V mentap langi-langit lalu V memejamkan matanya yang tiba-tiba terasa berat
*
*
saat V sedang asik di alam mimpi berbeda dengan Jouly yang kini sedang di sidak oleh para seniornya karena laporan dari tangan kanan V membuat posisi manager OB sedikit tergoyahkan
"apa kau tahu kesalahan mu" tanya Bu Intan manager OB
"iya saya tahu bu" ucap Jouly menundukkan kepalanya
"sekarang saya hukum kau, jangan pulang sebelum kau membersihkan seluruh ruangan di gedung ini sendirian"
"Apa? tapi-"
"tidak ada tapi-tapi! dan jangan sampai kau berbuat kesalahan jika tidak ingin angkat kaki di perusahaan ini, Mengerti!"
"mengerti bu"
"bagus, sekarang belikan makan siang, ini list daftar menu yang harus kau beli dan setelah kau membeli semuanya pastikan berikan di meja mereka" Bu Intan memberikan secarik kertas berisi daftar makan siang para karyawan