
"sial, kenapa susah sekali lidah ini berbicara mengajaknya makan malam? " V merasakan perang batin dalam dirinya serta merutuki kebodohannya yang tidak berani mengajak istrinya itu makan malam
"baiklah" jawab singkat Zoe kemudian berjalan menuju kamar mandi
"tunggu"
"apa ada lagi yang ingin kau bicarakan?" tanya Zoe tanpa membalikkan badan
"eh..eh.. itu"
"jika tidak ada, aku akan mandi sebelum kau menyerang ku" Zoe kembali berjalan menuju kamar mandi
V yang tidak tahu apa yang di maksud oleh Zoe hanya bisa menatap bingung punggung istrinya itu menghilang di balik pintu lalu V melihat ke arah dirinya sendiri mengecek barang kali ada yang salah dalam dirinya yang membuat istrinya itu berucap seperti itu dan sungguh ia terkejut saat menyadari bahwa dari tadi dirinya berbicara dalam keadaan telanjang tanpa sehelai benang pun
"Agh!! dasar wanita gila! " umpat V karena dirinya kesal bisa-bisanya wanita itu menikmati tubuhnya
Zoe yang mendengar suara triakan V hanya bisa duduk lemas bersandar di daun pintu kakinya begitu lemas tidak mampu menopang tubunhnya lagi, seluruh tubuhnya dingin dan detak jantungnya sudah tidak karuan. jika tadi ia bersikap cool dan masa bodoh saat di depan V kini berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat tubuhnya menggigil karena shok memang tubuh tidak bisa di khiananti meski sudah berusaha setenang mungkin tetap saja ada rasa tidak nyaman, wanita mana yang masih perawan belum pernah melihat seperti itu yang tidak shok jika melihat pisang laki-laki lawan biaranya
bukan barati Zoe ingin menikmati pemandangan itu hanya saja dirinya tak sanggup memberitahu V. saat handuknya terlepas dari pingangnya entah kenapa kata-kata yang sudah di ujung lidah tidak bisa keluar
...πππ...
setelah kejadian tadi V memlih untuk datang sendirian di meja restoran yang sudah Kelvin pesan
"maaf aku terlambat " ucapan Kelvin duduk di depan V
"tidak masalah"
"bukan tidak mau tapi-"
"memang secantik apa dia? sehingga kau takut aku merebutnya? "
"dia tidak cantik hanya saja-" ucapan V terpotong saat seseorang menyela pembicaraan mereka
"maaf aku terlamat" suara seorang wanita menghampiri mereka
"tidak, kau tidak terlambat aku juga baru datang, silahakan duduk" Kelvin mempersilahkan Alexa atau Zoe duduk di sebelahnya
baik V atau Zoe sama-sama terkejut karena mereka barada di temapat, dan dengan orang yang sama membuat janji makan malam bersama mereka
"apa kalian sudah saling mengenal?" Kelvin melihat Zoe dan V secara bergantian
"tentu saja kami su-"
"dia pernah membantu perusahan Dad Wille dari serangan Double A" ucap V memotong pembicaraan Zoe "Bodoh, bodoh kenapa aku berucap seperti itu? dia kan istri ku" V menyalahkan dirinya karena sebenarnya ia ingin mengakui Zoe sebagai istrinya tapi yang terucap malah kaliamat lain
berbanding terbalik dengan Zoe yang tidak bisa mendengar isi hati V, dirinya salah paham dan merasa bahwa V sudah tidak ingin mengangap dirinya sebagai seorang istri
"Oh.., tentu saja Alexa pasti yang menang karena memang dia wanita pintar, pandai masak, sempurna yang pernah aku ceritakan kepada mu" puji Kelvin
"kau selalu saja memuji ku" Zoe duduk di kusri sebelah Kelvin
"yang aku ucapkan itu memnag kenyataan"