Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 111



suasana sore hari di Vila sangat dingin sekali, nampak ada seorang pria tampan sedang berdiri di balkon lantai dua ditemani secangkir teh ditanganya. Pria tersebut melihat jauh ke depan, melihat hamparan pohon-pohon tinggi nan hijau dengan suasana hati gembira serta sedih secara bersama


V bahagia akhirnya tebakanya selama ini benar jika Jouly adalah Zoe nya, tapi V juga merasa sedih karena Zoe belum bisa ia bawa pulang. Ya Zoe masih tinggal di rumah keluarga Galih


setelah kejadian tadi siang di ruang kerja V yang sedang asik melihat rekaman CCTV. Karena atusias sehingga tidak menghiraukan sekitar, jadilah Zoe masuk dan ikut melihat rekaman itu


kejadian kecelakaan itu adalah sumber traumaric yang membuat Zoe melupakan segalanya dan kini ia melihatnya secara langsung


seketika itu Zoe menjadi sangat pusing bahkan samapi keluar darah dari hidungnya tak berselang lama ia jatuh pingsan


terbukanya kenagan masa lalu secara tiba-tiba seperti itu membuat si penderita shok dan dapat memperburuk kondisi si pendierita mulai dari resiko terkecil sepeti si penderita akan jatuh sakit sampai resiko terbesar si penderita akan mengalami koma bahkan kematian


tidak ingin suatu hal yang buruk terjadi kepada Zoe, V mau tidak mau harus mengizinkan Zoe untuk tinggal bersama Keluarga Galih sementara waktu


disaat V sedang merenungi nasibnya kita beralih dulu ke kondisi Zoe yang dari tadi siang sampai menjelang malam sudah pingsang kembali untuk ke tiga kalinya


"hei, apa kau sudah sadar? " tanya Eric melihat Zoe mulai membuka matanya


Zoe yang masih lemas hanya bisa mengangukkan kepalanya, badanya menjadi sangat tidak bertenang seolah dirinya habis berlari maraton selama sebulan tidak berhenti


"Apa kau masih merasa pusing?" tanya kembali Eric


Zoe mengeleng-gelengkan kepalanya, ya untuk sementara waktu mereka berkomunikasi dengan bahasa isarat karena saat ini kondisi Zoe sangat lemah bahkan untuk bicara saja Zoe tidak sangub


Mama Gita dan Papa Galih juga berada di kamar Zoe, mereka juga ikut khawatir saat melihat Zoe di gendong Eric dalam kondisi sudah pingsan


"kau ingin makan sesuatu sayang?" tanya Mama Gita membelai pucuk rambut Zoe


lagi-lagi Zoe hanya menjawab dengan mengelengkan kepalanya.


"Eric ikut papa sebentar" Papa Galih menarik Eric kesudut ruangan agar mereka bisa berbicara longar tanpa mengangu istirahat Zoe "katakan kepada Papa sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Jouly kondisinya menjadi seperti ini?"


"Zoe mengalai Shok, karena kenangan masa lalunya yang mungkin sedikit demi sedikit sudah terbuka"


"Zoe? siapa itu Zoe?" tanya Papa Galih bingung


" Zoe adalah nama nya" Eric menatap Zoe yang sedang tertidur


"apa maksudmu? jadi kau sudah menemukan keluarganya?" tanya Papa Galih berharap harap cemas dan di jawab Eric dengan agukan kepala


ada sedikit rasa tidak terima jika gadis yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri selama satu tahun ini tinggal bersamanya dan kini harus merelakan dia pergi untuk tinggal bersama keluarga sesungguhnya


"Si-siapa mereka?" tanya Papa Galih ingin mengetahui orang tua Zoe


"dia-" belum sempat Eric menjawab tetdengar suara ketukan pintu dari luar