Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 122



Warning 21++


Zoe memalingkan wajahnya dan sudah dapat dipastikan sekarang ini wajah putih Zoe sudah berubah menjadi kepiting rebus alias memerah karena merasa malu


sungguh V merasa mendapat gadis perwan saat melihat tinggah Zoe yang menutupi area dada dan intinya


"kenapa wajah mu memerah seperti kepiting rebus? " tanya V menahan rasa tertawanya


"A-aku ma-malu" ucap Zoe tiba tiba gagap


"kenapa harus malu? bukan kah kita sudah pernah malakukannya? "


"Apa?? Kapan???"


"dulu sebelum kau amnesia "


"benarkah?? "


"tentu saja, kita kan suami istri sudah sewajarnya melakukan itu"


"Ta-tapi aku tidak mengingatnya dan aku tidak ingin melakukanya sekarang " ucap Zoe membuat V terkejut


bayangkan saja adik kecilnya sudah on dari tadi tinggal masuk kedalam kandang, ada yang ingin segera disalurkan tapi sipemilik kandang tiba tiba tidak mau? apa itu masuk akal?


"Apa maksud mu tidak ingin? " ucap V harap harap cemas jangan bilang Zoe tidak mengizinkan adik kecilnya masuk


"A-aku tidak ingin, a-aku sangat malu. lagi pula milik mu tidak akan muat masuk Kedalam" Ucap Zoe melihat betapa besarnya milik suminya itu "Aku mau mandi dulu" Zoe ingin beranjak dari tempat tidur tapi langsung dicegah oleh V bagaimana bisa Zoe kabur begitu saja sebelum bertanggung jawab?


"bagimana bisa kau melakukan ini pada ku? apa kau tidak kasian kepada ku? " ucap V frustrasi


"ta-tapi a-aku belum siap" ucap Zoe memalingkan wajahnya


dan benar saja akal sehat Zoe hilang saat V menyentuh seluruh area sensitifnya


"Aaaa" teriak Zoe kesakitan saat benda keras berusaha masuk di bawah sana, meski ini bukan pertamakalinya bagi Zoe tapi tetap saja masih terasa sakit


" V sakit! " teriaknya lagi memukul mukul dan mencakar dada bidang suaminya


"sebentar sayang...kau boleh memukul, mencakar punggung ku atau melakukan apa pun kepada ku untuk meredakan sakit mu"


"Aaa...V sakit" triak Zoe mulai menangis


V kembali mencium bibir manis Zoe, tangganya sangat lihai memainkan semua area sensitif istrinya, sehingga Zoe terbuai dan tidak menyadari jika pertahannya kini sudah runtuh, milik suaminya sudah masuk sempurna


V sangat lihai memimpin permainnanya, sampai sampai Zoe tetus bergerak tanpa henti karena semua sentuhannya


desa*han dan reangan memenuhi seluruh ruangan dan tanpa terasa Zoe sudah mencapai puncakknya untuk ke tiga kalinya


"apa kau belum selesai? " tanya zoe ditengah tengah aktivitas panasnya karena Zoe sudah merasa sangat lemas setelah pelepasannya yang ketiga dan suaminya sekali pun belum mencapai puncaknya


"sebentar lagi sayang " ucap V degan deru nafas yang sudah tidak beraturan


hampir satu jam setengah mereka melakukannya akhirnya V sudah merasakan puncaknya, V menggerakkan pinggulnya semakin cepat membuat Zoe kwalahan di bawah sana


"Aagrrhhh! " satu teriakan keras membarengi pelepasan V menyemburan benih ke dalam rahim istrinya dan berharap penerusnya akan segera hadir


Zoe yang merasa sudah sangat kelelahan langsung memejamkan matanya tidur sesaat V mencapai puncaknya, Zoe tidak memperdulikan jika dirinya masih menyatu


V yang melihat wanitanya kelelahan langsung menarik milikknya dan menjatuhkan dirinya di samping Zoe tanpa ronde kedua