
Mom Fairus, Dad Wille, Vallen dan Gea mendengar pembicararaan V dengan bodyguardnya ikut khawatir
"ada apa V?" tanya Mom Fairus berjalan menghampiri V
"Zoe diculik Arsya" jawab singkat V karena dirinya fokus ke ponsel mencari kontak haker bawahanya
"Apa?" kejut Dad Wille "V perintahkan badyguad kita untuk ke sini, kita harus ke Villa sekarang juga" Dad Wille tidak ingin anggota keluarga yang lain menjadi korban dan ke Villa yang ada di markas adalah pilihan tepat
"tidak perlu" V masih berusaha menelfon anak buahnya
"apa maksudmu?" tanya Vallen belum mengerti
"Damn!" umpat V memukul tembok yang ada di depanya saat dirinya tidak berhasil menelfon bawahanya "Aa dia!, Dia pasti tahu markas Arsya di sini" batinya bergegas kelaur dari ruangan untuk menuju ke markas tidak menghiraukan Vallen yang memanggilnya
"V kau mau kemana? V kau belum menjawab pertanyanku" Vallen hendak mengikuti V
"Vallen" cegah oleh Dad Wille
"Dad ini keadaan genting kita harus ke Villa sekarang" bujuk Vallen
"tidak perlu" ucap Dad Wille tegas
"tapi Dad, bagaimana dengan keselamatan Gea dan Mom Fairus, Apa Dad tidak khawatir?"
"Vallen, apa kau lupa apa tujuan Arsya datang kemari?"
"untuk mencari mantan pacarnya" jawab Vallen
"jadi maksudmu-" Mom Fairus terkejut sampai tidak berani meneruskan ucapanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tanganya
"ya, Zoe adalah mantan pacar Arsya"
"Apa?!" pekik Gea dan Vallen bersama
"dari awal aku sudah curiga, saat V membawa Zoe ke Villa"
"V sendiri yang bilang, ia bisa menyelesaikan masalah ini sendiri"
"tapi sayang, apa kau tega membiarkan V berjuang sendirian mencari istrinya?"
"aku yakin V pasti menemukan Zoe" jawab Dad Wille
"sayang bantulah V, kasian dia" pinta Gea pada suaminya
"tapi Sayang kau masih sakit, mana tega aku meninggalkan mu sendirian"
"aku tidak sendirian, ada Mom Fairus di sini"
"tapi-"
"sayang" Gea mengegam tangan Vallen "selama ini aku belum pernah melihat seorang Vilmar mencintai sorang wanita sebesar ini"
"maksudmu?"
"apa kau tidak melihat bagaimana khawatirnya V saat tahu Zoe diculik? kalo bukan cinta apa namanya?"
"kau benar Gea" ucap Mom Fairus sependapat dengan mantunya "sayang apa kau tega melihat V terpuruk lagi hanya gara-gara wanita? lagi pula Zoe itu menantu keluarga Willem apa kau hanya akan diam dan duduk manis saat salah satu anggota keluarga kita diculik?" Mom Fairus membujuk Dad Wille agar membantu menyelamatkan Zoe
Dad Wille dan Vallen saling memandangan lalu mengangukkan kepalanya bertanda mereka sepakat untuk menyelamatkan anggota keluarganya
"kalian tetap disini, aku akan mengirim beberapa bodyguard untuk menjaga kalian" ucap Dad Wille lalu berjalan kelaur dari ruangan di ikuti dengan Vallen
"sayang!" panggil Mom Fairus saat Dad Wille membuka pintu "bawa menantu keluarga Willem dengan selamat" ucap Mom Fairus memeluk Dad Wille tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja di pipinya entah kenapa dirinya memikiki firasat buruk
"pasti" jawab Dad Wille membalas pelukan istrinya "hey, kau menangis?" tanya Dad Wille mengurai pelukanya
"aku tidak menangis, ini hanya keringat"
Dad Wille teraenyum melihat istrinya yang berberbong "semua akan baik-baik saja" ucap Dad Wille meyakinkan Mom Fairus