
Mom Fairus masih saja mereasa ada yang ganjal, mau acara tunangan atau acara pernikahan kehadiran kerabat dan keluarga pihak laki-laki harusnya di libatkan dan pikiran Mom Faitus mulai berfikiran negatif
"Arsya, memang kau dari keluaraga mana?" Tanya Mom Fairus kepada Arsya
"Aunty! kenapa Aunty bicara seprti itu?!" Letta marah karena merasa Mom Fairus menjatuhkan harga diri calon suaminya
"A-aku tidak bermaksud sepeti itu, aku hanya penasaran saja"
"tidak apa-apa Aunty" Arsya tersenyum manis menenangkan calon istrinya "aku berasal dari keluaraga tidak se kaya kalian, aku sengaja mengundang mereka di hari pernikahan ku untuk menghemat biaya" lirih Arsya
"sayang.." lirih Letta memandang iba kepada kekasihnya
"aku baik-baik saja" jawab Arsya membalas gengaman tangan calon istrinya
"kami menerima calon suami anak kami tidak memandang dari satus keluarganya" sella Mom Jenny "kalian sudah resmi bertunagan maka kami juga sudah sah menjadi keluarga mu nak Arsya, jadi jangan terbebani dengan ketidak hadiran orang tua mu anggap saja kami sebagai orang tuamu juga sayang" ucap Mom Jenny bijaksana
"Mommy" Letta terharu memeluk erat Mom Jenny, ia bahagia Mommy nya benar-benar tidak memandang rendah laki-laki pilihanya
sedangkan Arsya hanya tersenyum menangapi ucapan dari calon mertuanya
"yang aneh itu justru kamu Fairus'" serang balik Mom Jenny
"aku? aku aneh kenapa?"
"iya aneh, di saat acara sudah mau selesai anak ke dua mu dan istrinya dimana kenapa belum datang? jangan-jangan kamu hanya sesumbar aja memiliki mantu cantik " sindir Mom Jenny
Mom Jenny kesal karena setiap acara perkumpulan Sosialita Mom Fairus selalu saja menyobongkan diri dengan mangatakan istri dari anak keduanya selain keturunan darah biru kecantikanya memang seperti putri yang ada di cerita dogeng
"mana mantu mu yang selalu kau banggakan itu?" sinis Mom Jenny
belum sempat Mom Fairus menjawab terdengar suara seorang pria dari arah belakang "maaf kita terlambat"
"kamu siapa?" tanya Kelvin
"apa kau amnesia? aku V anak kedua-"
"bukan kau! tapi bidadari yang ada di samping mu" Kelvin yang terhipnotis dengan kecantikan Zoe tanpa sadar beranjak dari duduknya berjalan mendekati Zoe lalu menjulurkan tanganya ingin berkenalan
"jaga batasan mu!" V menepis tangan Kelvin, dirinya tidak terima jika istrinya di sentuh oleh pria lain apa lagi Kelvin yang memang dasar nya menyukai Zoe
"kau itu tidak bisa di ajak bercanda" cibir Kelvin
"bercanda mu itu tidak lucu! cepat kau pergi sana!"
"Damp!" umpat Kelvin dalam hati berjalan kembali ke kurusinya
"kenapa kamu lama sekali sayang?" Mom Fairus berdiri mengambil alih gandengan tangan Zoe yang awalnya mengandeng tangan suaminya
"maaf Mom, tadi-"
"sudah sudah lupakan" potong Mom Fairus dirinya sudah tidak sabar memamerkan mantu darah birunya itu kepada sahabat nya "Jenny kenalakan ini Zoe istri V, anak mantu keturunan darah biru" sombong Mom Fairus "Zoe sayang, ini Aunty Jenny orang tua Kelvin dan Letta"
"Zoe, Aunty" Zoe mengulurkan tanganya
"Jenny" Mom Jenny menjabat tangan Zoe "silahkan silahkan duduk"
terima kasih" ucap Zoe tersenyum ramah