
setelah selesai membersihkan pecahan kaca vas bunga dan hendak keluar dari ruangan tersebut, Jouly di kejutkan dengan seseorang yang sedang berjalan ke arahnya
"Astaga!" Jouly menutup kembali pintu ruangan "kenapa dia ada di sini? apa dia ingin melaporkan ku?" Jouly sangat khawatir jika pria kemarin yang mengejarnya saat di caffee shop menuntutnya. Jouly masih belum siap jika harus kehilangan pekerjaannya mengingat pria itu sedang berjalan ke arahnya atau lebih tepatnya ruangan CEO
Jouly yang bingung mondar mandir diruangan tersebut dengan hati yang gelisah. Jantungnya semakin berdebar kencang saat pria itu berjalan semakin dekat ke arahnya terlihat dari balik pintu kaca satu arah "Bagiama ini?" Jouly yang tidak ingin keluar ruangan memilih bersembunyi sampai pria itu pergi. beruntung di ruangan tersebut ada sebuah ruangan lain. dengan segera Jouly masuk ke ruangan itu dan menyadari jika ruangan tersebut adalah ruangan khusus untuk istirahat terlihat dari adanya tempat tidur dan kursi pijat beserta almari yang diisi dengan beragam jas
sementara itu V sudah memasuki ruangannya di ikuti dengan Vitto, langsung duduk di kursi kebesarannya
"Vitto di mana berkas yang aku minta?" V menatap ke arah asistenya itu "bukanya sudah aku suruh kau untuk menyiapkan semua berkas selama tiga bulan terakhir ini?" V megebark meja dan menatap Vitto dengan tatapan penuh amarah karena mejanya kosong
jika menyangkut masalah pekerjaan, V tidak main-main ia akan memarahi setiap orang yang tidak bekerja dengan pecus
jika V sudah marah semua orang akan takut kepadanya, bahkan Dad Wille tidak berani menggangu V jika anaknya itu sedang mode marah dan hanya bekerja lah satu-satunya cara V bisa mengalihkan pemikirannya sejenak dari Zoe
"sa-saya akan menayakan ke bagian managemen Tuan" ucap Vitto takut lalu membalikkan badan, berjalan cepat menuju pintu keluar
"sepuluh menit" ucap V membuat Vitto menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badanya kembali menghadap V "aku beri kau waktu sepuluh menit untuk mengumpulkan semua berkas di meja ku"
"Tunggu!"
"A-ada apa Tuan?" Vitto kembali membalikkan badanya untuk ke dua kalinya
bukanya menjawab V malah berdiri dari duduknya dan berjalan kearah sudut ruanganya
"kenapa ada ini di ruangan ku?" tanya V mengambil peralatan OB seperti sapu dan serok "dan ini apa? seseorang telah memecahkan vas bunga ku?!" V melihat pecahan kaca yang ada di serokan
"sa-saya akan menegurnya Tuan" Vitto mengambil alih peralatan OB yang di pegang V. dirinya ingin segera keluar dari ruanga tersebut, sungguh dirinya sudah sesak nafas tidak sanggup jika harus lebih lama lagi berada satu ruangan dengan V
"aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi!"
"baik Tuan, saya permisi dulu" dengan langkah seribu Vitto keluar ruangan dan segera menjalankan tugas tuannya
"gila, dia galak sekali" lirih Jouly. dari tadi Jouly mengitip dan menguping pembicaraan V dengan Vitto, dia juga bisa merasaakan apa yang sedang di rasakan Vitto sat ini "Bagaimana aku bisa bekrja dengan orang pemarah sepeti dia?" keluh Jouly. Jouly mengetahui jika pria yang tadi ia pikir hendak melaporkannya itu, ternyata CEO baru yang di tugaskan mulai hari ini