Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 83



"tapi kenapa dia hanya mengincar anak ku?" tanya Ibu Ellena menahan amarah dan air matanya


"Letta menyukai Arsya sejak dulu, dia mungkin tidak terima jika Arsya memiliki wanita lain" terang Dad Wille hati-hati


"apa pun alasanya membunuh bukanlah hal yang benar" Ibu Ellena sudah tidak sangup lagi menahan tangisnya setelah mendengar nama orang dan sebab orang itu membunuh anak semata wayangnya


Mom Fairus berpindah tempat duduk di sebelah Ibu Ellena untuk menenangkan sahabatnya itu


"kau ingin menghukum apa kepada Letta?" tanya Dad Wille "aku akan melakukan apa saja demi menebus dosaku" Dad Wille juga merasa bersalah karena tidak bisa menjaga keselamatan mantunya terlebih ia diculik di Masion dengan penjegaan yang ketat


"apa dengan hukuman mati, anak kami bisa kembali?" Pa Edo yang dari tadi diam kini mulai berbicara


"maaf" lirih Dad Wille


"ini semua salah Arsya, jika orang itu tidak berniat buruk pasti hal ini tidak akan pernah terjadi" Mom Fairus mengalihkan pembicaraan agar Ibu Ellena dan Pa Edo tidak memojokkan suaminya "sayang kau harus menghukum manusia itu dengan hukuman seberat-beratnya"


"Arsya sudah meninggal"


"Apa?" tanya Mom Fairus terkejut begitu juga dengan yang lainya "Ba-bagaimana bisa?"


"Arsya tadi pagi membunuh dirinya sendiri" jelas Dad Wille


Mom Fairus shok mendengar ucapan Dad Wille sampai tidak bisa berkata-kata


"tapi ada masalah baru" lanjut Dad Wille


"Apa?" Mom Fairus melihat ke arah Dad Wille


"kau harus menjaga V dengan baik, aku tidak ingin karena patah hati V melakukan hal nekat seperti-" Dad Wille tidak sangup melanjutkan ucapanya


"V? sejak kapan kau ada di situ?"


"sejak tadi" V berjalan ke arah Ibu Ellena dan Pa Edo lalu berlutut di hadapan mertuanya "maaf tidak bisa menjaga Zoe, ini semua salah V jika saja V tidak meninggalkan Zoe pasti Zoe masih bersama kita" lirih V menundukkan kepalanya


"ya" ucap Ibu Ellena penuh penekanan "kau sebagai suami sudah gagal menjaga istrimu!" Ibu Ellena memukul V meluapkan semua kesesakan yang ada di hatinya


"Ellena" Mom Fairus yang hendak memisahkan V dan Ibu Ellena di cegah oleh Dad Wille


"biarkan Ellena mengeluarkan seluruh isi hatinya" Dad Wille tahu betul bagaimana perasaan Ibu Ellena membiarkan dia memukuli anaknya. begitupun dengan Pa Edo yang membiarkan istrinya memukuli menantu satu-satunya itu


sementara Mom Fairus tidak ingin melihat anaknya di pukuli hanya bisa menangis di pelukan Dad Wille


"sayang... sudah...." Pa Edo menenangkan istrinya


V mengucap sudut bibirnya yang berdarah tanpa rasa sakit sedikit pun, karena di hatinya jauh lebih sakit


"V!" pekik Dad Wille terkejut dengan tindakan V yang mengeluarkan pistol di sakunya, begitu pun dengan anggota keluarga yang lain "kau bilang kau tidak akan membunuh dirimu sendiri"


"aku memang tidak melakukannya Dad, tapi pa Edo yang akan melakukannya" V berdiri lalu memberikan pistol itu ketangan Pa Edo lalu mengarahkan moncong pistol itu tepat di keningnya "tembak" seru V


"V!" pekik Mom Fairus histeris "Edo! kau jangan gila! lepaskan dia!" Mom Fairus berusaha melerai


"Tembak!" seru V lagi


"V kau jangan gila! sadar sayang!"