
“Bojomu nangadi nduk, kok ora dijak sisan? (suamimu kemana nak? Kok tidak diajak kesalian?)” tanya Ibu Ellena
Zoe diam seribu bahasa menundukkan kepaalanya sembari memikirkakn alasan.
Zoe bisa saja memesan makanan untuk diantar dikamar tapi dia memikirkan perasan orang tuanya yang ingin makan bersama setelah ia menikah
karena setelah ini dirinya akan diboyong oleh keluarga suaminya ke Jakarta Dan itu alasan Zoe memutuskan untuk turun dan berhaarap laki-laki itu juga datang.
“nduk” pangil Ibu Ellena karena tidak kunjung ada jawaban dari putrinya
“Benar-benar anak itu!” geram Mom Fairus membanting garpu yang ia pegang ke piring.
Mom Fairus geram karena dirinya sudah di permalukan oleh anaknya di depan besan. Mom Fairus berdiri dari duduknya hendak mencari keberadaan V
“dari mana saja kamu?” hardik Mom Fairus melihat V masuk ruangan
“dari kamar Mom” jawab V santai sambil menarik kursi untuk duduk
“kenapa kalian datang sendiri-sendiri jika dari kamar? Kenapa tidak barengan?” Tanya Dad Willem
“karena kimi tidak tidur dikamar yang sama Dad”
“penghinaan apa ini Willem?!” geram papa Edo yang merasa terhina karena ucapan V bisa-bisanya anak kesayangannya yang sudah berstatus istri V ditinggal di malam pertama
“hai anak muda, aku nikahkan kau dan putriku dengan tanganku sendiri tapi kau menghina anakku seperti itu? jika kau tak ingin menikah kenapa kau melamar putriku? "
serentetan pertanyan di berikan Pa Edo kepada V karena geram anak semata wayang tidak di angap oleh suaminya sendiri
bagaimana tidak di anggap saat Zoe datang belum sempat duduk lansung di beri rentetan pertanyaan
sedangkan V baru datang langsung duduk tidak memperdulikan Zoe yang masih berdiri di ambang pintu
seketika suasana berubah menjadi tegang, semua oeang tidak berani melanjutkan aktivitasnya.
bahkan Vallen, Vega dan Gea sampai menahan nafas mereka karena baru pertama kalinya melihat seorang ayah marah besar
“aku tidak bermaksud seperti itu Uncle, hanya... hanya... saja aku belum terbiasa tidur bersama wanita” bela V
Mom Fairus memegang tangan suaminya supaya mengatakan sesuatu untuk membatu V agar pernikahan anaknya tidak dibatalkan tapi Dad Willem malah gelengan kepala.
Dad Wille tidak tau harus berbuat apa karena tinggkah anaknya itu memang sudah keterlaluan.
Dad Willem tau perasaan sorang ayah jika Vega di perlakukan seperti itu maka hal yang sama akan ia lakukan untuk melindungi putrinya
Mom Fairus Yang tidak ingin pernikahan anaknya bubar dalam satu hari, memikirkan cara untuk menyelamatkan pernikahan anaknya
“karena V trauma” cetus Mom Fairus disela-sela keheningan
“apa maksudmu Fairus?” tanya Ibu Ellena marah yang juga sudah tersulut emosi
“satu bulan yang lalu, saat V berapa di Spanyol dia pernah mengalami pelecehan seksual, V hapir saja di perkosa oleh seorang wanita malam” bela Mom Fairus
Uhuk uhuk uhuk
Vallen, Vega, Gea tiba-tiba tersedak silivinya sendiri yang dari tadi mereka tahan
“kenapa kalian batuk?” Tanya Mom Fairus melihat kedua anak dan mantunya
“sayang” lirih Dad Wille megegam tangan istrinya mengkode untuk meghentikan ucapaya.
Kejadian satu bulan lalu sengaja Dad Wille sembunyikan dari semua orang karena Dad Wille merasa itu adalah sebuah aib.