
"Sial!, apa benar tadi itu hanya mimpi?" tanya V dalam hati "berati tadi yang aku cium dan-" tatapan mata V beralih kepada mulut mungil Zoe dan pandangan nya perlahan turun ke area dada
Zoe mengikuti arah pandangan V yang menuju padanya, sungguh terkejutnya Zoe katika menyadari salah satu gunung milik nya hampir keluar dari tempat nya
Aaagghhh!!
"Dasar mesum!!" umpat Zoe menarik selimut untuk menutupi dada nya
V memutup telinga dengan kedua tangan nya karena terikan Zoe yang mengema di dalam kamar
"tidak usah kau tutupi, aku pun juga tidak tertarik" ucap V beranjak dari tempat tidur hendak ke kamar mandi
"tunggu dulu, kau mau kemana?" Zoe menarik lengan V
"Kau mau apa lagi?" tanya V
"aku ingin membuat perhitungan dengan mu"
"perhitungan?" ucap V mengulangi kalimat Zoe "perhitungan apa maksud mu?"
"Apa benar dia tidak mengingat nya?" gunam Zoe dalam hati menyelisik wajah V barangkali ada yang laki-laki itu sembunyi kan
"kau itu kenapa?" tanya V merasa risih di tatap seperti itu
"sudah lupakan" Zoe memilih mengalihkan pembicaraan "aku ingin berbicara tentang masa depan kita"
"masa depan kita? apa maksud mu?"
"Ck, kau itu bodoh apa tolol sih" sindir Zoe
"Kau! berani sekali kau mengatai ku?!" geram V
"Apa ?? kau marah?" Zoe balik bertanya "apa kau lupa? mengatai ku wanita gila, bisu dan siput?" Zoe mengeluarkan semua unek-unek nya
"aku memang mengatai mu bisu, dan siput tapi aku tidak pernah mengataimu gila" ucap V karena seingatnya dirinya tidak pernah mengatai Zoe gila
"jadi kau benar-benar tidak mengingat nya?"
V pun menggeleng - gelengkan kepalanya karena memang dia tidak pernah mengatai Zoe gila
tunggu dulu kalau dia lupa tidak mungkin dia melaporkan ku" Zoe terus saja bermonolok dengan dirinya sendiri
"kau gila ya?" tanya V karena heran melihat Zoe berbicara dengan dirinya sendiri
"Aw..Aw..Aw.." keluh V memegangi salah satu kaki nya yang di tendang keras oleh Zoe
"itu balasa nya karena telah membuat ku kesal"
"seharus nya aku yang kesal di sini, karena kau sudah melakukan KDRT!" ucap V tidak mau kalah
"aku kesal karena kau telah membuat ku dideportasi" ucap Zoe ber api-api
"Dideportasi? apa maksudmu?"
"apa kau lupa, kau penah-"
"Apa kau wanita malam itu?" potong V setelah meninggat kejadian satu bulan dulu di kota Sevila, Spanyol
Zoe merasa geram karena di sebut wanita malam, menendang kaki V yang satunya
"Damn!!"
"sekali lagi kau mengatai ku, awass" ancam Zoe kemudian membalik kan badan berjalan menuju kamar mandi
"tunggu dulu" cegah V "perbincangan kita belum selesai"
"aku sudah tidak mood berbicara dengan mu"
"Apa benar kau wanita ma-" V mengurungkan niat nya untuk menyebut wanita malam "Apa benar kau wanita yang aku temui di Sepanyol?" tanya ulang V
Zoe yang dari tadi memang sudah kesal, menginjak kaki V dengan sangat keras
"Agghhh!! kenapa kau menginjak kaki ku?" rintih V
"karena kau telah membuat ku Dideportasi dan ini-" Zoe kambali menginjak kaki V yang satunya "ini karena kau telah memfitnah ku memperkosa diri mu"
Zoe berlari sekuat tenaga kelaur dari kamar